light_mode
light_mode

Kiat Membangun Kampung Akhirat

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an

“dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77)

Dunia ini bukanlah tempat untuk menetap selamanya dan bukan tempat menjalani kehidupan selamanya. Sedangkan akhirat adalah tempat kita kembali dan merupakan kehidupan yang sesungguhnya.

Setiap muslim perlu memanfaatkan semua pemberian Allah untuk membangun kampung akhirat. Jika orang yang telah wafat meninggalkan harta benda, lalu harta benda tersebut dimanfaatkan untuk khalayak, maka pahala yang mengalir bagi orang yang meninggal tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Ust. Shohibul Anwar pada kegiatan Kajian Dhuha dengan tema “Membangun Kampung Akhirat” diadakan oleh PD (Pengurus Daerah) Muslimat Hidayatullah Depok pada 1 Ramadhan 1443 H/3 April 2022.

“Selama hidup di dunia, kita harus memastikan bahwa pekerjaan atau profesi yang kita miliki merupakan ladang ibadah dan amal shalih. Karena ada pekerjaan di dunia ini yang sia-sia dan hanya menjadi beban,” ungkapnya.

Semua pekerjaan yang dilakukan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Maka bekerjalah untuk akhirat. Setiap orang pasti memiliki amanah, maka manfaatkan amanah yang diemban saat ini untuk menyelamatkan diri di akhirat kelak.

“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Hud: 15 – 16)

Masalah rumah, hutang, pekerjaan, atau masalah yang dihadapi di dunia itu ringan. Masalah yang paling besar itu adalah nasib manusia di akhirat.

“Sangat merugi orang yang hidup di dunia tetapi orientasinya hanya untuk duniawi,” tegas Ketua Departemen Komunikasi dan Penyiaran DPP Hidayatullah ini.

Allah memiliki 100 rahmat, satu bagian diberikan kepada manusia di dunia. Sedangkan 99 rahmat diberikan kepada orang-orang yang beriman di akhirat. Kita tidak boleh mengharamkan apa yang diberikan oleh Allah. Membangun kampung akhirat bukan berarti melaksanakan ibadah secara terus menerus dan melupakan hal yang lain.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS: Ali Imran: 14)

“Dunia ini boleh dinikmati asal tidak melampaui batas. Hidup di dunia dengan menunaikan hak kepada Allah, menunaikan hak pada tubuh, dan menunaikan hak pada keluarga,” imbuhnya dengan menceritakan kisah tentang sahabat Salman Al-Farisi dan Abu Darda’.  

Salman Al-Farisi dipersaudarakan oleh Rasulullah dengan Abu Darda’, seorang kaum Anshar yang terkenal dengan giat beribadah, tetapi keluarganya tidak diperhatikan. Salman baru mengetahui hal tersebut ketika berkunjung ke rumah Abu Darda’. Abu Darda’ shalat sepanjang malam hingga berpuasa setiap hari, namun istrinya berpakaian kumal dan tidak terawat. Salman pun menegur saudaranya ini.

“Sesungguhnya Rabbmu memiliki hak atasmu yang harus kau tunaikan, dirimu punya hak atasmu yang harus kau tunaikan, badan dan matamu memiliki hak untuk istirahat, dan keluargamu punya hak atasmu yang harus kau tunaikan,” kata Salman. 

Lalu, bagaimana seharusnya menjalani kehidupan di dunia? Berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah berbuat baik kepada kita. Gunakan kebaikan yang Allah berikan kepada kita untuk menyenangkan orang lain.

“Allah menitipkan milik-Nya kepada manusia agar bisa berbagi kebaikan kepada sesama. Orang yang memiliki orientasi akhirat, dia mengisi hidupnya dengan kebaikan yang diberikan oleh Allah dan tidak berkhianat terhadap nikmat-Nya,” pungkasnya.*/ars

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Majelis Murabbiyah Pusat Mushida Adakan Bedah Slide Materi Marhalah Wustha

    • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Daurah Marhalah Wustha merupakan salah satu jenjang perkaderan Hidayatullah maupun Muslimat Hidayatullah. Melalui Daurah ini diharapkan lahir kader militan yang paham tentang jati diri Hidayatullah. Transfer jati diri Hidayatullah dan wawasan yang terkandung di dalam materi Daurah Marhalah Wustha harus tersampaikan dengan baik dan tepat. Dalam pelaksanaannya, dibutuhkan para Instruktur yang berintegritas tinggi serta paham […]

  • Departemen Keputrian PW Mushida Sulawesi Selatan Mengadakan Mushida go to Campus

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Program Mushida go to Campus merupakan rekrutmen dengan upaya menyaring generasi militansi yang produktif dengan tahap tertentu, yang siap untuk meneruskan dan mengemban amanah dalam organisasi.    Proses rekrutmen dalam sebuah organisasi ialah keniscayaan untuk terus melahirkan kader-kader dalam mengawal pencapaian visi dan misi organisasi. Departemen Keputrian PW Muslimat Hidayatullah Sulawesi Selatan menyelenggarakan Program Mushida […]

  • Rakernas 2016 Mushida Ditutup, Rekomendasi Internalisasi Gerakan

    Rakernas 2016 Mushida Ditutup, Rekomendasi Internalisasi Gerakan

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah Tahun 2016 telah ditutup. Selain merekomendasikan realisasi program kerja yang diantaranya mencakup program ketahanan keluarga dan gerakan dakwah multidimensional, Rakernas 2016 Mushida ini juga mendorong upaya revitalisasi internalisasi gerakan. Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah Reni Susilowati mengatakan Mushida memang dituntut untuk terus mengoptimalkan perannya baik secara domestik juga di ranah […]

  • Peran Muslimat dalam Kepemimpinan Keluarga

    Peran Muslimat dalam Kepemimpinan Keluarga

    • calendar_month Senin, 14 Des 2015
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Oleh Sulastri* BERBICARA tentang wanita sebagai individu dan sebagai istri. Kadangkala peran wanita sering mengalami tumpang tindih karena keduanya pada satu waktu bisa berjalan bersamaan. Dan, kedua hal tersebut, seringkali tidak disadari oleh para wanita. Disinilah letak kehebatan wanita dimana kemampuan generik itu tak dimiliki oleh umumnya lelaki. Maka disinilah dibutuhkan kedewasaan dan kemampuan kaum […]

  • Muslimat Hidayatullah Apresiasi Lahirnya STIKMA Muslimah Broadcast

    Muslimat Hidayatullah Apresiasi Lahirnya STIKMA Muslimah Broadcast

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) bangga dan mengapresiasi lahirnya STIKMA Muslimah Broadcast (SMB) yang berada di bawah naungan Sekolah Tinggi Teknologi STIKMA Internasional Malang, Jawa Timur. SMB diluncurkan pada tanggal 6 Januari 2016 yang merupakan unit bisnis STIKMA yang bergerak dalam bidang broadcast yang umumnya digawangi khusus oleh para mahasiswi muslimah di kampus […]

  • PP Muslimat Hidayatullah Jalin Silaturahmi dan Bangun Sinergi dengan PP Salimah

    PP Muslimat Hidayatullah Jalin Silaturahmi dan Bangun Sinergi dengan PP Salimah

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Untuk menjalin ukhuwah dan membangun sinergi dakwah, pada Kamis, 29 September 2022 Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah bertandang ke kantor Pimpinan Pusat Persaudaran Muslimah (Salimah) di Jl. H. Taiman No. 10 RT. 03 RW. 09, Kel. Gedong Kec. Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dalam sambutannya, Ketua Umum Salimah, Ir. Etty Pratiknyowati mengatakan bahwa kita patut mensyukuri kenikmatan […]

expand_less