Rakerwil Muslimat Hidayatullah Sulteng Didorong Perkuat Pelayanan Umat dan Kaderisasi

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PALU — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tengah, Sarmadani Karani, mendorong transformasi gerakan Muslimat Hidayatullah dengan terus memperkuat pelayanan umat dan kaderisasi. Tujuan transformasi organisasi adalah meningkatkan efektivitas dakwah, memperkuat pelayanan umat, dan memperluas pengaruh positif di tengah masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dia saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Sulawesi Tengah yang berlangsung di Kota Palu selama dua hari yang dibuka pada Jum’a (8/5/2026).
Sarmadani menyebut tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh” menegaskan visi organisasi sebagai arah perjuangan yang menjadi fokus gerakan Hidayatullah dalam menghadapi perkembangan zaman.
Ia menjelaskan bahwa konsolidasi jati diri dipahami sebagai proses memperkuat kembali identitas, nilai, visi perjuangan, dan arah gerakan organisasi agar tetap berjalan sesuai manhaj dan ruh perjuangan para pendiri. Menurutnya, seluruh kader perlu menjaga dan mengamalkan enam jati diri Hidayatullah sebagai fondasi perjuangan organisasi.
“Pekerjaan besar pertama adalah melakukan konsolidasi jati diri,” ujarnya.
Selain itu, Sarmadani juga menyoroti pentingnya transformasi organisasi di tengah perubahan sosial dan teknologi yang berlangsung cepat. Ia menegaskan bahwa transformasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan struktur atau kepengurusan, tetapi mencakup pola pikir, budaya kerja, sistem, strategi, dan metode organisasi dalam menjalankan misi dakwah.
“Transformasi organisasi bukan hanya perubahan struktur atau pergantian kepengurusan, tetapi menyangkut perubahan pola pikir, budaya kerja, sistem, strategi, dan cara organisasi menjalankan misinya,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa perubahan tersebut tidak boleh menghilangkan identitas dasar organisasi. “Sistem boleh berubah, metode boleh berkembang, teknologi boleh maju, tetapi aqidah, manhaj, dan nilai dasar perjuangan tidak boleh berubah,” tegasnya.
Menurut Sarmadani, visi menuju Hidayatullah yang mandiri dan berpengaruh mencakup penguatan kemandirian dalam kaderisasi, pendidikan, dakwah, ekonomi, media, serta pengelolaan amal usaha secara profesional dan amanah. Ia menyebut pengaruh organisasi diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Pengaruh bukan diukur dari seberapa besar nama organisasi dikenal, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan umat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Sulawesi Tengah, Nurjannah Moga, berharap Rakerwil mampu memperkuat komunikasi, dukungan, dan sinergi antar unsur organisasi dan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program kerja organisasi ke depan.
- person
- Penulis: Arsyis Musyahadah
- Editor: Ainuddin Chalik


Saat ini belum ada komentar