PP Muslimat Hidayatullah Luncurkan Mushida Centre, Majelis Qur’an Lansia, dan Sekolah Lansia

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) resmi meluncurkan Mushida Centre, Majelis Qur’an Lansia, dan Sekolah Lansia pada Sabtu, 25 Juli 2026/10 Safar 1448 H, di Gedung Dakwah DPP Hidayatullah, Cipinang, Jakarta Timur. Kegiatan dengan tema “Bahagia Bersama Al-Qur’an di Usia Senja,” ini dilaksanakan secara hybrid, dengan dihadiri 120 orang dan 95 partisipan Zoom di 37 provinsi di seluruh Indonesia. Program peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen Mushida dalam memperluas pelayanan umat, khususnya dalam pembinaan muslimah dan pemberdayaan lansia.
Majelis Qur’an Lansia hadir sebagai wadah pembinaan dan pembelajaran Al-Qur’an bagi para lanjut usia agar tetap bersemangat mempelajari, membaca, mencintai, serta memahami Al-Qur’an di usia senja. Kehadiran majelis ini diharapkan menjadi sarana dakwah, sekaligus memperkuat ukhuwah di kalangan lansia.
Dalam sambutannya, Ketua Bidang Pelayanan Umat PP Muslimat Hidayatullah, Sudaryani, S.Ag., menjelaskan bahwa Mushida Centre merupakan pusat kegiatan pembinaan muslimah yang mengintegrasikan berbagai aspek pelayanan.
“Mushida Centre adalah pusat kegiatan dan pembinaan muslimah yang memadukan dakwah, pendidikan Al-Qur’an, ekonomi, sosial kemasyarakatan, pembinaan keluarga, hingga pembinaan lansia. Kami berharap Mushida Centre dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat Juz 30 dan Juz 29 kepada peserta yang telah menyelesaikan program pembelajaran Al-Qur’an di MQL.
Pada kesempatan tersebut, dr. Soeharijanto Ary Soekadi, M.PSiT., menyampaikan materi mengenai pentingnya mempersiapkan masa lanjut usia yang sehat, produktif, dan bahagia.
Ia menjelaskan bahwa proses menua merupakan tahapan alamiah dalam kehidupan manusia yang ditandai dengan menurunnya kemampuan jaringan tubuh secara progresif. Menjadi lansia merupakan ketetapan Allah sebagaimana firman-Nya dalam QS. Yasin ayat 68, sehingga setiap orang perlu mempersiapkan diri menghadapi fase tersebut.
“Menjadi lansia adalah takdir, tetapi menjadi lansia yang tangguh adalah pilihan. Jangan menyesali hari tua, namun isilah dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat,” pesannya.
Menurutnya, lansia tetap harus diberdayakan agar mampu hidup mandiri dan produktif. Ia menguraikan berbagai perubahan yang lazim terjadi pada usia lanjut, baik secara fisik maupun psikologis. Perubahan fisik meliputi menurunnya aktivitas, tubuh yang lebih mudah lelah, penurunan fungsi penglihatan, hingga rambut yang memutih. Sementara itu, perubahan psikologis dapat berupa kecenderungan menyendiri, gangguan tidur, depresi, maupun demensia.
Meski demikian, fase lansia juga menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Lansia umumnya lebih terbuka dalam mempersiapkan kehidupan akhirat melalui penguatan dimensi spiritual.
Ia menegaskan bahwa akidah merupakan fondasi utama yang mengikat hati manusia kepada keimanan. Selain memperkuat spiritualitas, lansia juga perlu menjaga kesehatan otak dengan terus melatih fungsi kognitif, aktif bergerak setiap hari, mampu mengelola emosi agar tetap stabil, serta membangun relasi sosial dengan memanfaatkan pengalaman dan keahlian yang dimiliki.
Lebih lanjut, ia mengajak para peserta untuk memaknai usia senja sebagai masa terbaik untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
“Kebahagiaan di usia senja bukan terletak pada harta dan urusan dunia, tetapi pada ketenangan batin. Jadikan Al-Qur’an sebagai teman hidup di masa tua.”
Ia menegaskan bahwa ketenangan sejati hanya dapat diraih dengan mengingat Allah sebagaimana firman-Nya:
“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28).
Sebagai penutup, ia menekankan bahwa rasa syukur merupakan kunci kebahagiaan di usia senja. Waktu yang dimiliki hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah, berdzikir, menjalin silaturahmi, serta terus membersamai Al-Qur’an.
Melalui peluncuran Mushida Centre, Majelis Qur’an Lansia, dan Sekolah Lansia, PP Muslimat Hidayatullah berharap dapat menghadirkan layanan pembinaan yang berkelanjutan bagi para lansia, sehingga mereka tetap sehat, mandiri, produktif, dan meraih kebahagiaan hakiki bersama Al-Qur’an.
- person

Saat ini belum ada komentar