light_mode
light_mode

Mabit Pengurus Tingkat Pusat Mushida: Menjalin Hati, Menguatkan Sinergi Menuju Keluarga Qur’ani

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bogor — Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan Mabit Pengurus Tingkat Pusat Muslimat Hidayatullah pada 29–30 Agustus 2026, dengan mengambil tema, “Menjalin Hati, Menguatkan Sinergi Menuju Keluarga Qur’ani.” Kegiatan yang berlangsung di Villa Andreams, Cijeruk, Bogor, ini diikuti oleh 23 pengurus yang terdiri atas Majelis Penasihat, Majelis Mudzakarah, Majelis Murabbiyah Pusat, dan Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah.

Mabit tersebut menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, menyatukan hati, sekaligus menyelaraskan persepsi para pengurus dalam menjalankan amanah kepengurusan di tingkat pusat.

Ketua Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah, Dr. Sabriati Aziz, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan mabit tidak sekadar menjadi ruang berkumpul, tetapi juga menjadi sarana untuk melakukan penyegaran ruhiyah dan memperkuat kembali komitmen dalam menjalankan amanah organisasi.

“Kita manfaatkan waktu yang singkat ini untuk me-refresh hati dan pikiran. Mabit ini dilaksanakan untuk mempererat ukhuwah dan menyatukan hati antarpengurus Mushida tingkat pusat. Kita juga ingin menyelaraskan persepsi terkait program kerja strategis, melakukan muhasabah diri, dan memperkuat komitmen dalam kepengurusan,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja yang baik, tetapi juga oleh kekuatan ruhiyah dan kedekatan hati para pengurus kepada Allah SWT.

Karena itu, rangkaian kegiatan mabit diarahkan untuk menyegarkan kembali ruhiyah melalui ibadah bersama, tazkiyatun nafs, serta pendalaman materi halaqah Ahlussunnah wal Jamaah.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian materi Ahlussunnah wal Jamaah oleh Ustadz Hamim Thohari, M.Si., Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah. Dalam pemaparannya, ia mengangkat tema kepemimpinan dan karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin berdasarkan tuntunan Al-Qur’an.

Mengawali materinya, ia mengajak peserta merenungkan firman Allah SWT dalam Surah As-Sajdah ayat 24:

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar. Mereka selalu meyakini ayat-ayat Kami.”

Menurutnya, ayat tersebut memberikan pelajaran penting tentang dua karakter utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, yaitu sabar dan yakin.

“Kalau kita melihat ayat ini, ada dua syarat utama yang disebutkan Allah bagi orang-orang yang menjadi imam atau pemimpin yang memberikan petunjuk, yaitu sabar dan yakin. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan,” jelasnya.

Ia kemudian mengaitkan pesan ayat tersebut dengan kisah Nabi Musa dan Nabi Harun ketika menghadapi Fir’aun. Menurutnya, kepemimpinan dalam perspektif Islam bukanlah sekadar posisi atau jabatan, melainkan proses panjang yang membutuhkan keteguhan dalam menjalankan kebenaran.

Dalam penjelasan ulama, khususnya Ibnul Qayyim, kesabaran dan keyakinan merupakan dua modal penting yang mengantarkan seseorang kepada kedudukan imamah atau keteladanan dalam agama. Kesabaran diperlukan untuk menghadapi berbagai dorongan hawa nafsu, sedangkan keyakinan menjadi benteng menghadapi syubhat dan keraguan.

“Kalau sabar saja tidak cukup, yakin saja juga tidak cukup. Sabar dan yakin itu seperti dua sayap bagi seekor burung. Dengan dua sayap itulah seseorang dapat terbang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kesabaran memiliki tiga bentuk. Pertama, sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. Kedua, sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Ketiga, sabar dalam menghadapi berbagai ujian dan ketetapan Allah.

Ketiga bentuk kesabaran tersebut menjadi penting bagi seorang pengurus karena amanah kepemimpinan tidak selalu berjalan mudah. Seorang pemimpin akan berhadapan dengan berbagai tantangan, perbedaan pandangan, dinamika organisasi, serta ujian dalam menjalankan tanggung jawab.

Selain Surah As-Sajdah ayat 24, ia juga menguraikan kandungan Surah Al-Anbiya ayat 73:

“Dan Kami menjadikan mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk atas perintah Kami dan Kami mewahyukan kepada mereka (perintah) berbuat kebaikan, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, serta hanya kepada Kami mereka menyembah.”

Dari ayat tersebut, ada beberapa karakter penting seorang pemimpin.

Pertama, yahduna bi amrina, yaitu memberikan petunjuk berdasarkan perintah Allah. Seorang pemimpin tidak boleh memimpin semata-mata berdasarkan keinginan pribadi, melainkan harus memiliki landasan ilmu dan berpegang pada petunjuk Allah.

“Pemimpin itu memimpin bukan atas kemauannya sendiri. Karena itu, seorang pemimpin harus memiliki kapasitas ilmiah agar mampu memberikan arah berdasarkan ilmu dan petunjuk Allah,” ungkapnya.

Kedua, fi’lal khairat, yaitu senantiasa menginisiasi kebaikan. Seorang pemimpin harus mampu menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya. Kehadirannya mendorong orang lain untuk melakukan kebaikan dan memberikan suasana yang menumbuhkan semangat.

“Pemimpin harus menjadi orang yang menginisiasi kebaikan. Kehadirannya membuat orang lain terinspirasi untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. Kehadirannya memberikan kehangatan,” tuturnya.

Ketiga, iqamatus shalah, yaitu menegakkan shalat. Hal ini menunjukkan pentingnya kapasitas ruhiyah seorang pemimpin. Seorang pengurus tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengelola program, tetapi juga harus memiliki hubungan yang kuat dengan Allah SWT.

Kepemimpinan dalam Islam merupakan sebuah proses yang terus dibangun melalui ilmu, amal, kesabaran, keyakinan, dan keteladanan.

“Kepemimpinan itu sebuah proses, tidak langsung jadi. Dalam Islam, kepemimpinan tidak boleh dibangun atas dasar kemauan pribadi. Kepemimpinan adalah keteladanan,” tegasnya.

Selain pendalaman materi Ahlussunnah wal Jamaah, Mabit Pengurus Tingkat Pusat Mushida juga diisi dengan berbagai kegiatan yang mendukung penguatan ukhuwah dan ruhiyah. Para peserta mengikuti muhasabah diri, shalat fardu berjamaah, shalat lail berjamaah, tilawah, makan bersama, games, senam, serta berbagai aktivitas kebersamaan lainnya.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pengurus untuk sejenak menepi dari rutinitas kepengurusan, melakukan evaluasi diri, sekaligus membangun kedekatan dan kebersamaan.

Lebih dari sekadar kegiatan bermalam bersama, Mabit Pengurus Tingkat Pusat Mushida menjadi momentum untuk kembali menata hati, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, dan meneguhkan keteladanan dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Ayat Menjadi Landasan Memilih Pemimpin

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Menuju 14 Februari 2024, kita semua mempersiapkan diri untuk memilih Presiden/Wakil Presiden, juga para anggota legislatif. Sekadar mengingatkan bahwa apapun yang kita lakukan di bilik pemilu nanti, pasti kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala. Sebab, yg kita lakukan tersebut menjadi bagian dari kehidupan kita. Allah Ta’ala sudah menetapkan aturan, hukum, dan petunjuk agar hidup kita […]

  • Silaturrahim PW Mushida Kaltim ke Tanah Grogot

    Silaturrahim PW Mushida Kaltim ke Tanah Grogot

    • calendar_month Rabu, 24 Okt 2001
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MUSHIDA.ORG — Begitu ada peluang,langsung dimanfaatkan, begitulah ibaratnya. Ceritanya; setiap kali rapat pengurus PW Kaltim, selalu saja ada rencana kunjungan ke daerah. Masalahnya adalah, banyak pengurus PD yang terlambat memberikan responnya kalau kami menanyakan sesuatu, begitu keluh ketua PW. Ini membuat pengurus PW bingung, apa sebenarnya yang menjadi masalah di daerah. Akhirnya, tak ada jalan […]

  • PW Muslimat Hidayatullah Maluku Utara Sambangi Annisa Tobelo

    PW Muslimat Hidayatullah Maluku Utara Sambangi Annisa Tobelo

    • calendar_month Rabu, 12 Sep 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    TOBELO – Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Maluku Utara menyambangi adik-adik Annisa di Tobelo, Halmahera Utara. Rombongan kecil ini berada di Tobelo selama 5 hari. Alhamdulillah sebuah kesyukuran bisa berkumpul dengan orang-orang shaleh dai daiyah se Maluku Utara di Desa Togoliua, Kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara. Sebuah desa yang di apit oleh desa yang berpenduduk […]

  • Halaqah Sebagai Wadah Pembinaan Keputrian

    Halaqah Sebagai Wadah Pembinaan Keputrian

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Keputrian adalah salah satu departemen dalam Organisasi Muslimat Hidayatullah, yang berada di bawah koordinasi Ketua Bidang Organisasi. Keputrian Muslimat Hidayatullah menjadi wadah pembinaan anak putri dari usia 7 tahun sampai remaja yang belum menikah. Anggota keputrian Muslimat Hidayatullah terhitung saat usia 17 tahun ke atas dan menjadi titik fokus pembinaan di Keputrian. Wadah pembinaan yang […]

  • PW Mushida Jabar Tegaskan Transformasi Organisasi dalam Rakerwil

    PW Mushida Jabar Tegaskan Transformasi Organisasi dalam Rakerwil

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    DEPOK — Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang dibuka pada 26 Dzulqa’dah 1447 H bertepatan dengan 14 Mei 2026, bertempat di Aula Abdullah Sa’id Pondok Pesantren Hidayatullah Depok. Pertemuan strategis tahunan ini mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimah yang Mandiri, Berdaya, dan Berpengaruh.” Tema tersebut […]

  • Sinergi PP Mushida dan Hidayatullah Institute Gelar Training Leadership Muslimat Hidayatullah Se-Indonesia

    Sinergi PP Mushida dan Hidayatullah Institute Gelar Training Leadership Muslimat Hidayatullah Se-Indonesia

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Daiyah memiliki peran yang sangat penting dalam menyebarkan ajaran Islam dalam membimbing umat, terutama di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks dan tantangan dakwah yang semakin beragam. Dengan meningkatnya peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, keberadaan daiyah muda yang berwawasan luas, terampil, dan berdedikasi tinggi sangatlah dibutuhkan. Muslimat Hidayatullah merasa terpanggil untuk mendukung […]

expand_less