light_mode
light_mode

Siaran Pers PP Muslimat Hidayatullah: Pelarangan Penggunaan Hijab Ciderai Hak Konstitusional dan Kebebasan Beragama

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 24 Agustus 2026 — Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menyampaikan keprihatinan atas isu yang beredar luas di tengah masyarakat mengenai dugaan adanya pelarangan penggunaan hijab bagi calon mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd., menegaskan bahwa apabila benar terdapat kebijakan, arahan, atau praktik yang melarang seorang muslimah mengenakan hijab karena keyakinan agamanya, maka hal tersebut merupakan persoalan serius yang perlu mendapat perhatian dan penyelesaian secara terbuka, adil, dan sesuai dengan konstitusi.

“Ketika melihat binatang-binatang kecil, seperti ulat atau serangga lainnya, memasuki buah, pohon-pohonan dan melubanginya, saya merasa memperoleh pelajaran darinya, bagaimana musuh-musuh Islam bekerja untuk merusak dan menghancurkan Islam. Mereka berusaha mengosongkan kandungan Islam, baik yang berkenaan dengan akidah, amaliyah maupun akhlaknya, hingga tinggal kulitnya yang hampa tak berisi, kemudian divonisnya sebagai sesuatu yang layak dibuang ke keranjang sampah. Begitulah mereka bekerja dan melakukan tipu dayanya untuk merusak Islam,” demikian refleksi Prof. Dr. Abdul Rahman Habanakah yang dikutip Hani Akbar.

Sejarah menunjukkan bahwa upaya menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya dapat hadir dalam berbagai bentuk, termasuk melalui tekanan, regulasi, maupun narasi yang mereduksi ajaran agama. Karena itu, umat Islam perlu senantiasa menjaga agar nilai-nilai agama tetap dapat diamalkan secara bebas dan bertanggung jawab.

Allah Subhanahu wa ta’ala telah mengingatkan:

“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya.” (QS. Ash-Shaff [61]: 8)

Hijab Merupakan Bagian dari Ketaatan kepada Allah

PP Muslimat Hidayatullah berpandangan bahwa hijab bagi muslimah bukan sekadar persoalan busana, mode, ataupun identitas budaya. Dalam perspektif Islam, mengenakan hijab merupakan bagian dari ketaatan seorang muslimah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, sekaligus memiliki dimensi ibadah, akhlak, kehormatan, dan dakwah.

Di sisi lain, hak seorang muslimah untuk menjalankan keyakinan dan ajaran agamanya merupakan bagian penting dari kehidupan Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Konstitusi Indonesia secara tegas menjamin kebebasan beragama.

“Karena itu, pelarangan penggunaan jilbab adalah bentuk pelanggaran terhadap UUD 1945 yang telah menjamin warga negara Indonesia dalam menjalankan syariat agama Islam,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengamalan ajaran agama merupakan hidayah sekaligus karunia besar dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Setiap muslimah yang memilih untuk berhijab karena keyakinan agamanya harus mendapatkan ruang untuk menjalankan keyakinannya dengan aman, bermartabat, dan tanpa diskriminasi.

Perguruan Tinggi Harus Menjadi Ruang Pendidikan yang Menguatkan Karakter

PP Muslimat Hidayatullah juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan membentuk manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Dalam konsep Tri Pusat Pendidikan, keluarga, sekolah atau lembaga pendidikan, dan masyarakat merupakan ekosistem yang bersama-sama membentuk karakter peserta didik. Prinsip tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan nasional sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Atas dasar itu, PP Muslimat Hidayatullah memandang bahwa lingkungan perguruan tinggi semestinya menjadi ruang yang menghargai keberagaman keyakinan, membangun karakter, menjunjung kebebasan akademik, serta memberikan kesempatan kepada setiap warga kampus untuk menjalankan ajaran agamanya secara bertanggung jawab.

Momentum Hari Solidaritas Hijab Sedunia (HSJD)

Menjelang peringatan Hari Solidaritas Hijab Internasional (International Hijab Solidarity Day) yang diperingati setiap tanggal 4 September, PP Muslimat Hidayatullah memandang bahwa ini merupakan momentum yang tepat untuk menyuarakan solidaritas terhadap muslimah yang mengalami diskriminasi karena hijab serta meneguhkan penghormatan terhadap kebebasan beragama.

Bulan September tahun ini, Muslimat Hidayatullah akan menyelenggarakan Hari Solidaritas Hijab Sedunia (HSJD) di berbagai wilayah dan daerah di seluruh Indonesia dengan mengangkat tema: “Muslimah Berhijab: Wujud Ketaatan, Pilar Kemuliaan”.

Tema tersebut menegaskan bahwa hijab bagi seorang muslimah bukan sekadar kain yang dikenakan di tubuh, melainkan bagian dari ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sekaligus ikhtiar menjaga kehormatan dan kemuliaan diri.

Momentum HSJD tahun ini juga menjadi kesempatan penting untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa kebebasan menjalankan ajaran agama merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara. Terlebih Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang semestinya memberikan ruang yang luas dan aman bagi umat Islam untuk menjalankan syariat agamanya.

“Kami mengajak seluruh muslimah untuk tidak ragu menjalankan syariat Allah Subhanahu wa ta’ala dengan penuh kesadaran, ilmu, dan kemuliaan. Dan kepada seluruh penyelenggara pendidikan, kami menyerukan agar jangan ada kebijakan maupun praktik yang menghalangi seorang muslimah menjalankan keyakinan agamanya, termasuk dalam mengenakan hijab,” pungkasnya.

Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida)

Jakarta, 24 Agustus 2026

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Webinar Pendidikan Muslimat Hidayatullah: Stimulasi Perkembang Anak Melalui Kegiatan yang Kreatif

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Anak bukan sekadar karunia, tetapi anak adalah amanah. Untuk dapat menjalankan amanah mendidik anak, maka perlu diikuti dengan ilmu yang tepat agar bisa memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak sesuai dengan kebutuhannya. Hal tersebut diungkapkan oleh drh. Luluk Mariyam Fatcuhrrohmah dalam webinar pendidikan yang diadakan oleh Bidang Pendidikan PP Muslimat Hidayatullah dengan tema “Stimulasi Perkembang Anak […]

  • Meraih Keutamaan Lailatul Qadar

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Tak terasa perjalanan waktu bulan Ramadhan telah sampai pada rentang waktu 10 hari terakhir. Dalam rentang waktu inilah disediakan oleh Allah Ta’ala satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Itulah malam lailatul qadar. Siapapun yang masih hidup diberikan kesempatan yang sama untuk mendapatkan lailatul qadar. Siapapun yang beribadah di dalamnya maka dia mendapatkan […]

  • Cegah Arus Liberalisme, PP Mushida Selenggarakan Webinar Bertajuk Liberalisme dalam Perspektif Islam dan Sosial

    Cegah Arus Liberalisme, PP Mushida Selenggarakan Webinar Bertajuk Liberalisme dalam Perspektif Islam dan Sosial

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, Mushida.org) Dalam rangka syiar untuk menguatkan kembali pemahaman yang utuh tentang kebebasan dan liberalisme, Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga PP Muslimat Hidayatullah menghadirkan Webinar Kajian Ukhuwah Muslimat Hidayatullah yang bertajuk “Liberalisme dalam Perspektif Islam dan Sosial” pada 29/06/2022 secara virtual. “Saat ini, banyak orang yang berusaha ingin memadamkan cahaya Allah.  Maka dibutuhkan dakwah. Namun […]

  • Mushida Sulbar Diharapkan Mampu Membumikan Al-Qur’an

    Mushida Sulbar Diharapkan Mampu Membumikan Al-Qur’an

    • calendar_month Minggu, 21 Feb 2021
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

      “Al-Qur’an dan sunnah adalah pedoman umat muslim. Untuk itu, kita harus selalu membumikan Al-Qur’an, terutama di dalam keluarga,” ungkap Ketua DPW Hidayataullah Drs. Mardhatila dalam sambutan acara Musyawarah Wilayah (Muswil) PW Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat di Kampus Madya Hidayatullah Majene, pada 17-18 Februari 2021/5-6 Rajab 1442 H. Acara tersebut dihadiri oleh Majelis Murobbiyah Wilayah, […]

  • Dudung Amadung Abdullah Raih Penghargaan MUI

    Dudung Amadung Abdullah Raih Penghargaan MUI

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Tim hidayatullah.or.id
    • 0Komentar

    JAKARTA — Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan Dudung Amadung Abdullah sebagai salah satu dari 10 besar penerima Apresiasi Penegakan Hukum Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada individu dan lembaga yang dinilai memiliki integritas, dedikasi, serta kontribusi nyata dalam memperjuangkan akses keadilan, khususnya bagi masyarakat dhuafa dan kelompok rentan. Penghargaan itu diumumkan dalam rangkaian Mudzakarah […]

  • PP Mushida Selenggarakan Training of Trainer Pandu dan Training Paralegal Muslimat Hidayatullah

    PP Mushida Selenggarakan Training of Trainer Pandu dan Training Paralegal Muslimat Hidayatullah

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Pembentukan kader yang menjadi benih merupakan salah satu aspek terpenting dalam mewujudkan peradaban Islam. Kegiatan pengaderan ini meliputi aktivitas indoor, outdoor, teori dan praktik, fisik dan pemikiran, spiritual dan emosional, imajinatif dan realistik, individual dan sosial. Kurikulum Kepanduan meliputi materi tsaqofah Islamiyah dan keterampilan. Kompetensi ini perlu disosialisasikan dan dilatihkan kepada seluruh guru […]

expand_less