Keputrian Muslimat Hidayatullah Badung, Bali, Ikuti Webinar Nasional Keputrian PP Muslimat Hidayatullah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Badung – Keputrian Muslimat Hidayatullah Bali, khususnya Badung, mengikuti Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Bidang Keputrian PP Muslimat Hidayatullah pada Sabtu, 5 September 2026/23 Rabiul Awwal 1448 H. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom.
Acara dibuka secara resmi oleh Ustadzah Arsyis Musyahadah dan dilanjutkan dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh Ukhti Ayesha.
Webinar ini mengangkat “Memahami Fenomena LGBT, Menguatkan Ketahanan Diri, dan Menjaga Masa Depan Generasi Muslimah.”
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–11.00 WIB tersebut diikuti dengan penuh semangat oleh para santriwati dan kader Keputrian Muslimat Hidayatullah Badung.
K.H. Naspi Arsyad, L.c., sebagai Keynote Speech menekankan pentingnya prinsip keseimbangan dalam kehidupan. Beliau mengutip QS. Al-Jumu’ah ayat 2 sebagai dasar bahwa Islam hadir untuk membimbing manusia agar memiliki keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan, baik jasmani dan ruhani maupun kehidupan dunia dan akhirat.
Pada materi pertama, Kak Sinyo menyoroti berbagai faktor yang menyebabkan remaja rentan terjerumus ke dalam hal-hal negatif.
“Kesepian dapat membuat seseorang lebih mudah menerima nilai-nilai yang menyimpang dari lingkungan dan pergaulannya. Di tengah perkembangan zaman, berbagai stimulus dari internet dan lingkungan juga menjadi tantangan yang perlu diwaspadai,” ungkapnya.
Kak Sinyo menjelaskan bahwa beberapa faktor yang dapat memengaruhi kondisi tersebut antara lain lemahnya pemahaman akidah, kurangnya kedekatan dengan keluarga, pengalaman perundungan, serta pengaruh kultur dan budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Ia juga memberikan pesan kepada para remaja, khususnya mereka yang tumbuh dalam kondisi keluarga yang tidak ideal. Menurutnya, setiap anak perlu belajar memaafkan diri sendiri, berdamai dengan keadaan dan keluarga, menatap masa depan, serta mencari teman dan lingkungan yang baik.
Sementara itu, pada sesi kedua, Ustadzah Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd. menyampaikan materi bertajuk “Kembali ke Akar: Memahami Fitrah.” Beliau menjelaskan bahwa fitrah merupakan desain asli manusia yang telah Allah tetapkan.
“Fitrah memiliki tiga karakteristik, yaitu kecenderungan yang kuat kepada kebenaran, kebutuhan mutlak kepada Rabb, serta kerinduan untuk menjalani kehidupan sesuai dengan petunjuk-Nya,” sebutnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa fitrah membawa tanggung jawab. Manusia tidak hanya diberi keinginan, tetapi juga dianugerahi akal untuk memilih, mengendalikan diri, serta mempertanggungjawabkan setiap tindakannya di hadapan Allah. Hal tersebut sebagaimana diisyaratkan dalam QS. Al-Balad ayat 10.
Selain itu, Ustadzah Hani Akbar juga menjelaskan tentang anatomi haya’ atau rasa malu. Menurutnya, rasa malu merupakan perisai yang menjaga kehormatan diri sekaligus membentuk ketegasan seseorang dalam memiliki batasan. Haya’ bukanlah sikap rendah diri, melainkan kesadaran untuk tetap menjaga perilaku meskipun tidak ada manusia yang melihat.
Melalui kegiatan ini, Keputrian Muslimat Hidayatullah Badung berkomitmen untuk terus membina generasi muslimah agar kembali kepada fitrahnya, memiliki ketahanan diri, berakhlak mulia, serta siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
- person
- Penulis: Sekretaris PD Mushida Badung

Saat ini belum ada komentar