HSJD di Jawa Barat, Muslimat Hidayatullah Sasar Majelis Taklim sebagai Lahan Dakwah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jawa Barat – Peringatan Hari Solidaritas Jilbab se-Dunia (HSJD) menjadi momentum dakwah bagi Muslimat Hidayatullah (Mushida) Jawa Barat untuk menguatkan pemahaman muslimah tentang makna dan kemuliaan jilbab. Sepanjang September 2026, kegiatan HSJD dilaksanakan oleh 9 dari 11 Pengurus Daerah (PD) Muslimat Hidayatullah di Jawa Barat, dengan menyasar majelis taklim di berbagai daerah.
Kegiatan yang berlangsung pada 4–28 September 2026 tersebut diikuti oleh puluhan hingga sekitar 70 ibu-ibu majelis taklim di setiap daerah, sehingga secara keseluruhan menjangkau ratusan peserta dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
Sembilan PD yang melaksanakan kegiatan HSJD yaitu Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung, Depok, Garut, Tasikmalaya, Cirebon, dan Kabupaten Bogor.
Pemilihan majelis taklim sebagai sasaran kegiatan menjadi bagian dari strategi dakwah Muslimat Hidayatullah Jawa Barat untuk menghadirkan edukasi tentang jilbab secara langsung di tengah masyarakat.
HSJD tidak hanya dimaknai sebagai momentum untuk mengajak muslimah mengenakan jilbab, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun kesadaran bahwa jilbab merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah SWT serta simbol ketakwaan, kemuliaan, dan komitmen seorang muslimah terhadap ajaran Islam.
Sebagai organisasi perempuan yang berkomitmen membangun keluarga Qur’ani, Muslimat Hidayatullah memandang penting menghadirkan kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memahami filosofi jilbab syar’i, menumbuhkan rasa bangga dalam mengenakannya, serta menjadikan jilbab sebagai bagian dari identitas dan keteladanan seorang muslimah dalam keluarga maupun masyarakat.
Pelaksanaan HSJD di sembilan daerah berlangsung dengan baik dan lancar. Masing-masing PD mengemas kegiatan sesuai dengan kondisi dan program yang berjalan di daerahnya.
Sejumlah PD bahkan mengintegrasikan kegiatan HSJD dengan program sosial dan kesehatan. PD Bandung, misalnya, melengkapi kegiatan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta. Sementara PD Depok menggabungkan kegiatan HSJD dengan program rutin Mushida berupa Semat (Sedekah Jum’at).
Integrasi antara dakwah dan kegiatan sosial tersebut menjadikan momentum HSJD tidak berhenti pada penyampaian materi tentang jilbab, tetapi juga menghadirkan kebermanfaatan secara langsung bagi masyarakat.
Pelaksanaan HSJD di berbagai daerah juga tidak terlepas dari sinergi antara Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah (PD) Muslimat Hidayatullah Jawa Barat. Pengurus PW berperan sebagai pendamping bagi masing-masing daerah, baik secara langsung maupun melalui pendampingan jarak jauh.
Ketua Departemen Sosial dan Kesehatan PW Muslimat Hidayatullah Jawa Barat, Mujibah, selaku pemilik program HSJD, menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan tersebut.
“Sangat bersyukur bisa dilaksanakannya kegiatan HSJD ini. Meski pendampingan PW beberapa ada yang dari jarak jauh, Alhamdulillah, kegiatan dapat dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukan,”ungkapnya saat menyampaikan laporan kegiatan HSJD pada agenda rapat evaluasi rutin pengurus PW Mushida Jawa Barat.
Menurutnya, terlaksananya kegiatan di sembilan PD menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan dakwah yang dekat dengan masyarakat, sekaligus menguatkan peran Muslimat Hidayatullah dalam membangun keluarga dan masyarakat yang Qur’ani.
Dengan menjadikan majelis taklim sebagai salah satu sasaran dakwah, HSJD di Mushida Jawa Barat diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang jilbab syar’i serta menguatkan semangat muslimah untuk menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam kehidupan.
Momentum HSJD juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan di bulan September, tetapi terus berlanjut dalam bentuk pembinaan, keteladanan, dan berbagai aktivitas dakwah yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
- person

Saat ini belum ada komentar