Mushida Kendari Gelar Pengajian Bulanan, Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kendari — Muslimat Hidayatullah Kendari menggelar pengajian bulanan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Kampus Putri Hidayatullah Kendari, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan ruhiyah kader sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Muslimat Hidayatullah.
Pengajian ini diikuti oleh pengurus Majelis Murabbiyah Wilayah, Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Sulawesi Tenggara, serta jajaran pengurus Muslimat Hidayatullah Kendari.
Hadir sebagai pemateri, Ustaz Ahmad, M.S., Anggota Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Sulawesi Tenggara, menyampaikan materi tentang empat langkah mempererat ukhuwah Islamiyah yang dikenal dengan konsep 4T, yaitu ta’aruf, tafahum, ta’awun, dan takaful.
“Ada empat cara mengeratkan ukhuwah di antara sesama kita, yaitu ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta’awun (saling menolong), dan takaful (saling peduli),” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa ta’aruf tidak cukup dilakukan dengan orang-orang yang sudah akrab. Setiap muslimah perlu membuka diri dan merangkul saudari lainnya agar tidak ada yang merasa asing dalam lingkungan organisasi.
“Jangan hanya dekat dengan saudari yang sudah akrab. Kita perlu merangkul semua saudari agar tidak ada yang merasa asing atau tersisih,” jelasnya.
Selanjutnya, tafahum mengajarkan pentingnya memahami karakter dan kondisi masing-masing, serta menghindari prasangka dan sikap mudah menghakimi. Adapun ta’awun diwujudkan melalui kesediaan untuk saling membantu tanpa harus menunggu permintaan, termasuk meringankan amanah dan menguatkan satu sama lain dalam kebaikan.
“Dalam ukhuwah, kita perlu belajar memahami kondisi saudari kita. Jangan mudah berprasangka atau menghakimi, tetapi berusahalah memahami dan membantu ketika ada yang membutuhkan,” pesannya.
Sementara itu, takaful menekankan kepedulian terhadap kondisi sesama, terutama ketika ada saudari yang mengalami kesulitan. Sikap ini juga diwujudkan dengan menyapa mereka yang mulai menjauh serta menjaga kehormatan dan aib satu sama lain.
Menurutnya, ukhuwah Islamiyah tidak cukup hanya diungkapkan melalui kata-kata, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata. Saling menyapa, membantu ketika ada kesulitan, serta menjaga kehormatan sesama merupakan bagian dari upaya merawat persaudaraan.
Melalui konsep 4T tersebut, ukhuwah Islamiyah diharapkan tidak berhenti pada hubungan yang terjalin secara formal, tetapi tumbuh menjadi ikatan persaudaraan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut juga menjadi landasan penting dalam membangun kebersamaan dan memperkuat soliditas organisasi.
Pengajian bulanan ini menjadi salah satu ikhtiar Muslimat Hidayatullah Kendari untuk menghadirkan pembinaan ruhiyah yang berkesinambungan bagi para kader. Selain memperdalam pemahaman keislaman, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum introspeksi diri, memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran Islam, serta meningkatkan peran muslimah di tengah keluarga dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Muslimat Hidayatullah Kendari berharap para kader tidak hanya memperoleh tambahan wawasan keislaman, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, pengajian bulanan diharapkan terus menjadi wasilah kebaikan dalam membentuk pribadi muslimah yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan umat.
- person

Saat ini belum ada komentar