Mushida Mamuju Gelar Kajian Parenting Anak Sholeh, Perkuat Peran Keluarga dalam Mendidik Karakter Anak
- Parenting Pendidikan Anak
- calendar_month 5 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mamuju – Muslimat Hidayatullah (Mushida) Mamuju, Sulawesi Barat bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Cerdas Mandiri (YPCM) Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju bersama seluruh unit pendidikan, mulai TK, SD, SMP hingga SMA, menyelenggarakan Parenting pada Ahad, 4 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Ustadz Samsul Bahri, S.E., penulis buku Akar Karakter Anak Shaleh, sebagai narasumber Kajian Parenting Anak Sholeh (KAPAS).
Kegiatan bertema “Mendidik Anak Cerdas Berkarakter” ini di ikuti 120 peserta yang terdiri dari wali murid mulai dari TK, SD, SMP, SMA Al-Furqan Hidayatullah Mamuju dan anggota Mushida Kabupaten Mamuju.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Yayasan Pendidikan Cerdas Mandiri (YPCM) Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju, Ustadz Gunawan, S.Pd.I. Dalam sambutannya, Ustadz Gunawan mengapresiasi Mushida yang telah menginisiasi kegiatan parenting serta mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi pendidikan anak. Beliau juga mengingatkan tiga amal yang pahalanya terus mengalir setelah meninggal dunia.
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Materi Kajian Parenting Anak Sholeh yang disampaikan oleh Ustadz Samsul Bahri, S.E., berlangsung penuh antusias dan keakraban. Momen haru turut mewarnai kegiatan ketika peserta diajak mengikuti renungan tentang perjuangan seorang ibu, mulai dari mengandung, melahirkan, hingga membesarkan anak hingga dewasa.
Melalui renungan tersebut, Ustadz Samsul mengajak para orang tua untuk merefleksikan kembali cara mereka mendidik anak selama ini. Dengan penuh kesadaran, para orang tua diajak mengenali kekurangan dan kesalahan dalam mendidik, kemudian berazam untuk memperbaikinya dan menjadi orang tua yang lebih baik mulai saat ini.
Ia menambahkan, “Kecerdasan sangat dipengaruhi oleh stimulasi perkembangan yang diberikan pada masa golden age.” Oleh karena itu, beliau menekankan pentingnya membangun kebiasaan baik melalui tindakan yang dilakukan secara berulang dan konsisten.
“Pembiasaan tersebut akan membentuk pola perilaku yang tertanam dalam diri anak hingga menjadi karakter. Karakter inilah yang pada akhirnya akan menjadi salah satu penentu masa depan anak,” jelasnya.
Kegiatan Parenting Anak Sholeh menjadi momentum penting untuk meneguhkan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan sekolah.
Sinergi yang baik antara orang tua dan pendidik akan membantu membentuk anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, dan kebiasaan baik sebagai bekal di masa depan.
Sejalan dengan hal tersebut, Lembaga Hidayatullah bersama Muslimat Hidayatullah, Yayasan, dan seluruh unit sekolah berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan wali murid, serta penyelenggaraan program edukasi parenting secara konsisten sebagai upaya membangun sinergi dalam mendampingi dan mendidik anak.
- person

Saat ini belum ada komentar