Semarak Hari Santri Nasional, Keputrian Muslimat Hidayatullah Baubau Gelar Lomba Tata Boga

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Baubau, Sulawesi Tenggara – Departemen Keputrian Muslimat Hidayatullah Baubau menggelar lomba Tata Boga dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN), kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatullah Baubau yang diikuti oleh santriwati tingkat SMP–SMA pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Para santriwati berkesempatan menunjukkan keterampilan dalam mengolah dan menyajikan makanan, sekaligus mengembangkan potensi diri melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi empat kelompok yang berkompetisi untuk menghasilkan sajian terbaik. Penilaian dilakukan oleh dewan juri berdasarkan lima aspek utama, yaitu rasa makanan, kebersihan dan kehigienisan, kreativitas dan penyajian, kerja sama tim, serta ketepatan waktu.
Ketua Departemen Keputrian Muslimat Hidayatullah Baubau, Ustadzah Nur Faizah, S.Pd., menyampaikan bahwa perlombaan tata boga ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan santriwati.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada para santriwati untuk mengembangkan kreativitas, melatih kemandirian, membangun kerja sama tim, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab. Kami berharap santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan santriwati, sehingga mereka mampu belajar menghargai proses, bekerja sama, dan memberikan hasil terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam.
Semoga melalui momentum Hari Santri Nasional ini, lahir generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, kreatif, dan siap mengambil peran dalam membangun bangsa. tambahnya.
Perlombaan tata boga ini bukan sekadar ajang untuk mencari pemenang, melainkan juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para santri. Melalui kegiatan ini, santriwati belajar bahwa menjadi santri tidak hanya berarti unggul dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan praktis, menjaga kebersihan, bekerja sama, serta bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk meneguhkan peran santri sebagai generasi yang berilmu, berakhlak mulia, kreatif, mandiri, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Hidayatullah Baubau berharap para santriwati semakin percaya diri dalam mengembangkan bakat dan keterampilan serta mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan dan tanggung jawab serta ukhuwah dalam kehidupan di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat.
Hari Santri bukan hanya tentang mengenang perjuangan, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi santri yang mandiri, berdaya, dan siap berkontribusi untuk negeri.
- person

Saat ini belum ada komentar