light_mode
light_mode

Semarakkan Hari Kemerdekaan, Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah Hadirkan Webinar Peran Muslimah Dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Jakarta, mushida.org) Dalam rangka memperingati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 78, Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan Webinar yang bertajuk “Dengan Kebersihan Jiwa, Kita Mengisi Kemerdekaan Menuju Indonesia Bermartabat” pada 19 Agustus 2023.

Webinar ini diikuti oleh lebih dari 165 partisipan zoom yang terdiri dari Pengurus Tingkat Pusat, Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah, kader Muslimat Hidayatullah di seluruh Provinsi Indonesia.

“Kemerdekaan Indonesia adalah karunia Allah yang diraih dengan perjuangan, pertumpahan darah, pengabdian, dan doa. Tidaklah Indonesia merdeka jika bukan karena peran para pejuang bangsa yang hatinya suci dan bersih yang telah memperjuangkan, mempertahan kemerdekaan Indonesia ini,” tutur Ketua Umum PP Mushida, Ustadzah Hani Akbar dalam sambutan webinar.

“Untuk itu jangan sampai kita mengotori kemerdekaan ini. Pahami makna merdeka yang sesungguhnya. Sejatinya merdeka bagi Nabi Ibrahim ialah berlepas diri dari penyembahan berhala. Merdeka bagi kita hakikatnya menyatakan bahwa tiada Tuhan selain Allah, berlepas dari sesembahan selain Allah,” lanjutnya dengan menyebutkan surah Al-An’am ayat 162

 اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

“Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanya untuk Tuhan Semesta Alam.” (QS. Al-An’am ayat 162)

Webinar dengan narasumber Ketua dan Anggota Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah ini bertujuan mengajak para muslimah dapat meneladani peran pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan dan Indonesia.

“Kita mengingat 78 tahun lalu Indonesia membebaskan diri dari penjajahan. Mengenang jasa pahlawan yang telah memberi cinta dan mengorbankan jiwa raga terhadap keinginan besar untuk merdeka. Para pahlawan bersatu untuk meraih kemerdekaan,” ucap Ustadzah Sabriati Aziz dalam materinya.

Sebutnya, beberapa tokoh perempuan yang ikut terlibat dalam pertempuran melawan penjajah ialah Cut Nyak Dien dan Rasuna Said.

“Jasa pahlawan wanita inilah yang harus kita teladani sebagai daiyah. Kemerdekaan Indonesia diraih dengan takbir. Ada darah para ulama dan umat Islam yang tertumpah di sana dan ada perjuangan yang harus dilanjutkan oleh kita saat ini,” lanjutnya.

Menurut Ketua Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah ini, peran muslimah sebagai madrasatul uula dalam mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, memberikan pendidikan Islam yang terbaik. Kedua, membentengi keluarga dari kondisi lingkungan yang buruk.

“Yang tak kalah penting, menuntut ilmu untuk mengisi kemerdekaan juga tidak bisa diabaikan oleh seorang muslimah, karena hal tersebut akan menguatkan pilar peradaban Islam. Kita sebagai muslimah harus berkomitmen memberikan yang terbaik untuk Indonesia karena negeri ini adalah darud dakwah, tempat kita menanam kebaikan dengan dakwah Islam,” ajaknya.

Adapun Ustadzah Bilqis Mubarokatin sebagai narasumber ke 2 menekankan pentingnya tazkiyatun nafs seorang muslimah dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.

“Ketika hati kita suci maka kita akan menjadi pribadi yang ihsan. Buah dari ihsan ialah selalu merasa diawasi oleh Allah. Dengan demikian kita akan melakukan yang terbaik dalam berbagai peran muslimah sebagai ibu, istri, guru, daiyah dan lainnya,” paparnya.

Tujuan tazkiyatun nafs ialah mendekatkan diri kepada Allah dan mampu menghindarkan diri dari penyakit dalam jiwa.

“Sungguh Allah telah memberi karunia (yang besar) kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, mensucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur-an) dan Al Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Rasul) itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imran: 164)

Menurut Imam Al-Ghazali. metode tazkiyatun nafs terbagi menjadi dua. Yaitu takholli; usaha mengosongkan diri dari perilaku dan akhlak tercela seperti kufur, nifaq, riya hasad ujub. Tahalli; mengisi perbuatan-perbuatan terpuji seperti jujur, ikhlas, sabar, syukur, zuhud, tawakkal, ridho.

Adapun menurut Hidayatullah, tazkiyatun nafs terdapat pada firman Allah surah Al-Muzammil: 1-10, Al-Mudatsir: 1-7, Al-Jumu’ah: 2. Hal tersebut diimplementasikan pada GNH (Gerakan Nawafil Hidayatullah) yang terdiri dari qiyamullail, membaca Al-Quran, dzikir 3 waktu (pagi, sore, malam), infaq, sholat berjamaah 5 waktu dan shunah rawatib, dakwah fardiyah.

“Jadilah mukmin yang muhsin, dan berjuanglah membangun peradaban Indonesia yang bermartabat,” imbuh anggota Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah ini.

Terakhir, sebagai motivasi, beliau menutup materi dengan mengutip perkataan Ustadz Abdullah Said, pendiri Hidayatullah.

“Orang mukmin adalah orang yang beriman dan teruji dipercaya oleh masyarakat, dikenal menjaga hak dan kepercayaan orang lain, memiliki integritas tinggi, menjaga amanah, dan jujur sehingga masyarakat tidak mengkhawatirkan hartanya, kehormatan, dan jiwa dari kejahatannya.”

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mushida Balikpapan Ajak Masyarakat Cintai Al Qur’an

    Mushida Balikpapan Ajak Masyarakat Cintai Al Qur’an

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2015
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Beberapa waktu lalu, Muslimat Hidayatullah (Mushida) Wilayah Khusus Gunung Tembak, Balikpapan, menggelar acara Silaturahim Akhir Tahun di daerah binaan dakwah Mushida di Kampung Gunung Bubukan, Kec. Balikpapan Timur, Kalimantan Timur. Selain memperkuat tali silaturahim, agenda ini juga dimarakkan dengan beberapa kegiatan atau biasa dikenal dengan sebutan Bakti Sosial (Baksos). Untuk kesempatan kali ini, Mushida menggandeng […]

  • Ketum Mushida Apresiasi Komitmen DPR Kuatkan Sinergi dengan Ulama

    Ketum Mushida Apresiasi Komitmen DPR Kuatkan Sinergi dengan Ulama

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) Dra. Reni Susilawati, M.Pd.I, mengapresiasi komitmen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang bertekad menguatkan sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia atau MUI. “Kita menyambut baik komitmen tersebut dan berharap sinergi ini semakin menguatkan peranan DPR terutama perhatian yang lebih baik lagi terhadap ketahanan keluarga […]

  • Dari Papua Barat Daya, Muslimat Hidayatullah Diharapkan Menjadi Pilar Ketahanan Keluarga

    Dari Papua Barat Daya, Muslimat Hidayatullah Diharapkan Menjadi Pilar Ketahanan Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Papua Barat Daya – Ketahanan keluarga adalah pondasi utama dalam membentuk masyarakat yang berakhlak dan memiliki daya saing di tengah dinamika pembangunan nasional. Demikian penegasan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) I Muslimat Hidayatullah Papua Barat Daya yang digelar di Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, pada Jum’at, 13 Rajab 1447 (2/1/2026). Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) […]

  • Wahai Suami, Bersabarlah!

    Wahai Suami, Bersabarlah!

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2015
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    UMUMNYA wanita, terkhusus istri, adalah makhluk yang diciptakan sebagaimana ia ada saat ini. Salah satu sifat yang ia miliki seringkali membuat bingung para suami. Tak usah heran ataupun risau. Sifat itu memang adalah sifat khas. Perilaku yang muncul kala istri jiwanya sedikit terganggu. Nggak jelas memang, tapi itulah wanita. Sifat khas ini ditemui saat ia […]

  • KB-RA Terpadu Yaa Bunayya Kebumen Mengadakan Penggalangan Dana Palestina

    KB-RA Terpadu Yaa Bunayya Kebumen Mengadakan Penggalangan Dana Palestina

    • calendar_month Jumat, 27 Okt 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Gaza Diserang Habis-habisan, Jangan Biarkan Saudara kita di Palestina Berjuang Sendirian Sahabat, sejak Sabtu (7/10) lalu, konflik hebat terjadi di jalur Gaza. Masyarakat pejuang Palestina melakukan perjuangan, Israel melakukan invasi dengan melancarkan serangan. Serangan bom dari udara menyasar pemukiman warga, meruntuhkan rumah-rumah saudara kita, membuat lebih dari 300  jiwa syahid dan hampir 2.000 jiwa mengalami […]

  • Silaturahmi Nasional Hidayatullah 2023 Resmi Dibuka oleh Wakil Menteri Agama RI

    • calendar_month Kamis, 23 Nov 2023
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (Balikpapan, mushida.org) Yang dilakukan pendiri Hidayatullah Abdullah Said adalah sesuatu yang visioner. Inilah yang harus ditanamkan kepada anak-anak kita. Hidayatullah tidak pernah berebut kekuasaan, tetapi selalu fokus untuk berkhidmat pada bangsa dan negara. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., S.Ag., M.A., Ph.D, pada Tabligh Akbar pembukaan Silaturrahim […]

expand_less