light_mode
light_mode

PW Mushida Jabodebek Minta RUU P-KS Harus Selaras dengan Pancasila

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK – Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (Mushida) Jabodebek sejalan dengan semangat Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) apabila untuk mencegah terjadinya kejahatan seksual seperti perkosaan dan pencabulan.

Namun, Mushida Jabodebek menegaskan, pengesahan RUU P-PKS harus selaras dengan Pancasila sebagai falsafah bangsa dan dan tak menjadi tunggangan untuk melegalisasi penyimpangan yang berlawanan dengan Pancasila seperti pelacuran, lesbian, gay, biseksual dan transeksual (LGBT).

Ketua PW Mushida Jabodebek, Siti Marsiti, mengatakan dalam setiap pasal dalam RUU PKS memang tak tertuang bahwa perzinahan dan LGBT tidak dilarang. Namun, ia menilai, bunyi dari Pasal 1 dan 11 RUU PKS itulah yang seolah-olah mengizinkan perzinahan dan LGBT.

“Karena ini untuk kepentingan nasional khususnya keluarga Indonesia yang peduli terhadap keluhuran peradaban bangsa, maka tentu kita perlu memberi kritik terhadap RUU PKS ini. Jangan sampai bias dan kontra Pancasila,” kata Marsisi dalam keterangan persnya, Sabtu (2/3/2019).

Mengutip studi Center for Gender Studies (CGS), Marsiti menyebutkan, pengaruh feminisme dalam kampanye penghapusan kekerasan seksual dalam RUU PKS ini tampak jelas dari penggunaan kata-kata “relasi kuasa atau relasi gender” dalam definisi kekerasan seksual yang menyiratkan peperangan terhadap konsep patriarki.

Kekerasan seksual yang dimaksud para feminis merupakan bentuk dari  gender-based violence atau kekerasan berbasis gender, yaitu mencakup orientasi seksual, identitas gender, dan ekspresi gender. (Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual, Februari 2017).

Filosofi yang mendasari munculnya konsep kekerasan seksual adalah pandangan bahwa kebebasan sejati perempuan hanya bisa diwujudkan apabila perempuan dapat mengontrol tubuhnya sendiri, my body is mine.

CGS menemukukan bahwa salah satu elemen penting patriarki adalah kontrol terhadap aktivitas seksual dan reproduksi dari tubuh perempuan. Pandangan tersebut merupakan ciri khas “worldview” kaum feminis radikal. Apabila masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim mampu memahami ajaran dan nilai-nilai universal Islam maka mereka akan tegas menolak konsep kekerasan seksual yang ditawarkan feminisme.

Karena itu, Marsiti menyarankan agar RUU PKS dikaji ulang secara lebih konfrehensif agar selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa yang menjunjung tinggi nilai agama dan norma-norma Pancasila. Ia pun menyesalkan stigma sejumlah pihak yang menuding kritikus RUU PKS ini dilakukan oleh kelompok konservatif Islam.

“Kritik atau penolakan terhadap RUU PKS hanyalah implikasi dari gejala sosial yang mengemuka. Kenapa kritik yang sebetulnya konstruktif malah diidentifikasi sebagai konservatisme. Jadi tidak perlu paranoid,” imbuhnya.

Justru, lanjut dia, adanya suara berbeda dari mayoritas masyarakat tersebut mestinya menjadi pertimbangan sebagai beleid agar RUU PKS tetap sejalan dengan nilai etika bangsa Indonesia yang Berketuhanan yang Maha Esa dan berkemanusiaan yang beradab.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sabriati Aziz: Mushida Harus Percaya Diri Pada Jati Diri Hidayatullah

    Sabriati Aziz: Mushida Harus Percaya Diri Pada Jati Diri Hidayatullah

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Pare-pare. Menjelang waktu Maghrib (14/3/2021), masuk pesan singkat bahwa Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah (Mushida) Parepare dan Ibu-ibu warga diminta berkumpul selepas shalat Isya untuk mendengarkan spirit kelembagaan dari salah satu anggota Majelis Penasihat Mushida, Ustadzah Dr. Hj. Sabriati Aziz, M.Pd.I.  Namun, yang hadir tidak hanya PD dan warga Hidayatullah Parepare tetapi juga turut serta Ketua […]

  • Daurah Marhalah Wustha Mushida Papua Barat: Meneguhkan Jatidiri Menuju Sukses Gerakan Tarbiyah

    Daurah Marhalah Wustha Mushida Papua Barat: Meneguhkan Jatidiri Menuju Sukses Gerakan Tarbiyah

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MANOKWARI (Mushida.org) — Muslimat Hidayatullah (Mushida) Papua Barat menggelar kegiatan Dauroh Marhalah Wustha bertajuk “Meneguhkan Jatidiri Menuju Sukses Gerakan Tarbiyah” digelar selama 3 hari di Pondok Pesantren Hidayatullah Manokwari, Papua Barat, Jl. Trikora Arfai II Kel Anday Manokwari Papua Barat, 20-22 Dzulqaidah 1443 (19-21/6/2022). “Diharapkan dari kegiatan ini semakin memantapkan jatidiri kader dalam mengejawantah nilai nilai […]

  • PP Mushida Hadiri Sosialisasi Peraturan Daerah Jawa Barat

    PP Mushida Hadiri Sosialisasi Peraturan Daerah Jawa Barat

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    PP Muslimat Hidayatullah diwakili oleh Marsiti (Ketua Bidang Tarbiyah dan Mutiah Najwati (Ketua Departemen Keputrian) menghadiri Silaturahmi dan Sosialisasi Peraturan Daerah Jawa Barat pada Senin, 14 Juli 2025 di Daima Suites Margonda, Depok. Kegiatan ini diadakan dalam rangka ingin menyelamatkan keberadaan perempuan, dengan adanya fakta terjadinya banyak kekerasan yang dialami oleh banyak perempuan. Sebagaimana Undang […]

  • Muslimah Hidayatullah: Anak, Investasi Dunia Akhirat

    Muslimah Hidayatullah: Anak, Investasi Dunia Akhirat

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Persoalan mendidik anak memang menjadi tantangan sekaligus investasi akhirat orangtua. Betapa tidak, salah mendidik anak bisa membawa orangtua dekat dengan surga atau terjerumus ke dalam neraka. Meraih surga menjadi dambaan semua orang. Surga memang harus dibayar mahal, yakni dengan kerja keras dan ikhlas menerima berbagai ujian Allah Ta’ala, termasuk kerja keras dalam membesarkan anak. Mengingat […]

  • Muslimat Hidayatullah Siap Gelar Rapat Kerja Nasional

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah merupakan forum strategis yang memiliki fungsi penting dalam perjalanan organisasi. Melalui Rakernas, terjadi proses sinkronisasi program antara Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, serta unit-unit pendidikan seperti PAUD Kampus Induk dan Kampus Utama, sehingga tercipta kesinambungan dan keselarasan gerak organisasi secara nasional. Rakernas kali ini mengusung tema: “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi […]

  • Daurah Murabbiyah: Mencetak Murabbiyah Yang Visioner dan Berintegritas Tinggi

    Daurah Murabbiyah: Mencetak Murabbiyah Yang Visioner dan Berintegritas Tinggi

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Sebagai lembaga muslimah berbasis kader, Muslimat Hidayatullah konsisten dalam peningkatan mutu perkaderan. Salah satu bentuk kegiatan peningkatan mutu tersebut ialah Daurah Murabbiyah Wustha yang diselenggarakan pada 3-4 September 2021 secara offline. Daurah bertajuk “Mencetak Murabbiyah Yang Visioner dan Berintegritas Tinggi” tersebut bertempat di lantai 2 gedung dakwah Hidayatullah, Cipinang, Jakarta, diikuti oleh sekitar 20 peserta […]

expand_less