light_mode
light_mode

Benarkah Muslimah Lebih Baik Banyak Diam?

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MUSHIDA.ORG — Diam adalah emas. Ungkapan itu memang benar adanya. Tetapi, apakah seorang Muslimah dituntut diam seribu bahasa, apa pun kondisinya? Imam Suyuthi menulis sebuah kitab bertajuk Hasan As Samat fi As Shumti.

Dalam kitab yang merupakan ringkasan As Shumtu wa Adab al-Lisan karya Ibnu Abi Ad Dunya tersebut, Suyuthi menjawab tentu saja tuntunan diam itu tidak bersifat mutlak.
Berbicaralah, tetapi membicarakan kebaikan. Dan berdiamlah bila menyangkut keburukan atau topik-topik yang tak patut dibicarakan.

Suatu saat, seperti diriwayatkan Ubadah bin Shamit, Rasulullah AW pernah bepergian bersama Mu’adz bin Jabal. Dalam perjalanan itu, sahabat yang terkenal dengan kepiawaiannya dalam hukum tersebut bertanya kepada Rasulullah, “Amalan apakah yang paling utama?” Rasulullah menjawabnya dengan memberikan isyarat menujuk ke bibirnya. “Diam, kecuali dari (hal) kebaikan.”

Lalu, apa hikmah di balik tuntunan yang diserukan Rasulullah SAW untuk berdiam, kecuali dalam hal kebaikan? Riwayat lain yang dinukil dari sahabat Abu Dzar mengungkapkan apa maksud dan manfaat yang bisa diambil dari etika ini.

Sikap berdiam diri dan berbicara hanya terkait dengan perkara yang baik bisa membantu seseorang menghindari godaan setan membantu menjaga agamanya.

Selain itu, diam dengan pengecualian seperti ini merupakan bentuk dari kebijaksanaan. Karenanya, Rasulullah SAW menyebutkan pada hadis riwayat Abu Hurairah bahwa kebijaksanaan itu terdiri atas sepuluh bagian. “(Sebanyak) sembilan darinya berasal dari mengasingkan diri (‘uzlah). Sedangkan, satu lagi terdapat di sikap diam.”

Merasa penasaran, seorang salaf bernama Wahib bin Al Ward pernah mempraktikkannya. Ia sudah mencoba untuk berdiam dan tidak banyak berbicara, tapi masih saja gagal. Ternyata, diam saja tak cukup. Sikap itu harus ditopang dengan beruzlah. Akhirnya, usahanya pun berhasil.

Tuntunan untuk diam dan menjaga lisan ini pun disebarluaskan oleh para sahabat. Mereka saling berwasiat agar tidak sembarangan berbicara.

Seorang laki-laki pernah meminta wasiat kepada Sa’id al-Khudri. Permintaan itu pun akhirnya dikabulkan. Said al-Khudri berkata, “Berdiamlah, kecuali tentang kebenaran. Dengan sikap itu maka engkau akan mengalahkan setan.”

Tetapi sayang, keutamaan diam ini tidak dilakukan oleh kebanyakan orang. Padahal, di balik sikap diam yang proporsional—berbicara ketika dibutuhkan soal kebaikan— terdapat segudang hikmah.

“Hanya sedikit pelakunya,” demikian sabda Rasulullah dalam hadis riwayat Anas bin Malik yang dinukil oleh Ibn ‘Addi, Baihaqi, dan Qudha’i.

Inilah salah satu alasan mengapa Rasulullah SAW menganjurkan agar diam dan menjaga lisan yang proporsional disosialisasikan dan ditradisikan di tengah-tengah masyarakat.

Seseorang– dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud— mendatangi Rasulullah SAW dan mengatakan, “Wahai Rasulullah, aku adalah orang yang paling ditaati di kaumku, perintah apa yang layak aku serukan ke mereka?” Rasulullah menjawab, “Serukan mereka menebar salam dan sedikit bicara, kecuali berkaitan dengan perkara yang bermanfaat.”

Rasulullah SAW pernah memberikan wasiat kepada Abu Dzar. Dalam wasiat itu, ditegaskan demikian, “Aku berwasiat untukmu agar berakhlak baik dan tidak banyak bicara. Keduanya adalah amalan yang paling ringan untuk dilakukan oleh tubuh. Tetapi, dua hal itu nilai pahalanya akan memberatkan timbangan perbuatan kelak di akhirat.”

Karena itulah, menjaga lisan adalah salah satu bentuk ibadah yang paling mulia. Penegasannya terdapat di hadis Abu Hurairah. Diam juga menjadi identitas yang membedakan kualitas dan kepribadian seseorang.

Sebuah riwayat dari Abu Abdullah bin Muhriz bin Zahir Al Aslami menegaskan diam adalah perhiasan bagi mereka yang berilmu dan kamuflase orang yang bodoh.

Sumber: Republika Online

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Amalan Sunnah Ibadah Ramadhan

    Amalan Sunnah Ibadah Ramadhan

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Bulan Ramadahan merupakan bulan yang penuh dengan keutamaan, bulan menuai pahala, bulan yang merupakan “madrasah keimanan” bagi umat Islam. Oleh karenanya, sangat merugi bila kita tidak pandai dalam mengisi waktu dan kesempatan emas tersebut dengan baik, karena tidak semua orang dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Orang yang beruntung adalah yang dapat memanfaatkan dan mengisi hari-hari […]

  • Wanita ISMA Ingatkan Kesehatan Gigi Anak Tak Boleh Dianggep Sepele

    Wanita ISMA Ingatkan Kesehatan Gigi Anak Tak Boleh Dianggep Sepele

    • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KOTA BHARU – Dokter yang juga pakar masalah kesehatan gigi Rumah Sakit Universitas Sains Malaysia (HUSM), Dr. Nurhidayati Mokhtar, mengatakan wanita harus memiliki kepedulian terhadap masalah gigi terutama pendampingan kesehatan gigi pada anak-anak. “Sekarang hampir semua jenis makanan dapat diambil dan didapatkan dengan mudah (penyeban kerusakan gigi). Akibatnya, sakit gigi yang biasa bisa menjadi semakin […]

  • Muslimat Hidayatullah Apresiasi Lahirnya STIKMA Muslimah Broadcast

    Muslimat Hidayatullah Apresiasi Lahirnya STIKMA Muslimah Broadcast

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) bangga dan mengapresiasi lahirnya STIKMA Muslimah Broadcast (SMB) yang berada di bawah naungan Sekolah Tinggi Teknologi STIKMA Internasional Malang, Jawa Timur. SMB diluncurkan pada tanggal 6 Januari 2016 yang merupakan unit bisnis STIKMA yang bergerak dalam bidang broadcast yang umumnya digawangi khusus oleh para mahasiswi muslimah di kampus […]

  • Mushida Sulbar Semarakkan Ramadhan dengan Beragam Kegiatan

    Mushida Sulbar Semarakkan Ramadhan dengan Beragam Kegiatan

    • calendar_month Senin, 4 Jul 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Barangkali benar kata peribahasa itu jika perbedaannya pada tata cara memeriahkan bulan Ramadhan di daerah satu dengan yang lainnya. Namun sama jenis hewannya yaitu belalang. Dan sama target kesibukannya yakni meningkatkan kualitas ibadah dan amal jariyah dalam Ramadhan kali ini. Hal itu setidaknya seperti ditunjukkan Pengurus Muslimat […]

  • Webinar Parenting PP Mushida Menambah Wawasan Orang Tua Menyiapkan Aqil Baligh Anak

    Webinar Parenting PP Mushida Menambah Wawasan Orang Tua Menyiapkan Aqil Baligh Anak

    • calendar_month Senin, 23 Okt 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Rasulullah bersabda “Perintahkanlah anakmu sholat ketika berumur tujuh tahun. Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan sholat) dan pisahkan tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak anak perempuan).” (H.R Abu Dawud) Hadits tersebut disampaikan oleh Ustadz Fauzil Adzhim pada Webinar Parenting yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan dan Departemen Sosial PP Mushida […]

  • Tangguh, Annisa Sulbar “On” Sejak Jam 3 Dini Hari!

    Tangguh, Annisa Sulbar “On” Sejak Jam 3 Dini Hari!

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2014
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Menyadari beratnya orangtua memberikan pendidikan yang baik, juga mengimbangi pengawasan kepada anak putrinya yang juga harus bisa memberikan solusi terhadap kesalahan yang dilakukan remaja putrinya. Upaya meningkatkan kualitas keilmuan remaja putri dan sadar akan sisi negatifnya efek era globalisasi, Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Hidayatullah Departemen An-Nisa Sulawesi Barat mengadakan Training An-Nisa Angkatan ke-2. Bertempat di […]

expand_less