Kajian Peradaban: Tips Menggapai Ketenangan Jiwa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam rangka menyemarakkan Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah, Korps Mubaligh Hidayatullah (KMH) bersama Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bekerja sama dengan Muslimat Hidayatullah mengadakan Kajian Peradaban bertajuk “Tips Menggapai Ketenangan Jiwa, Keluarga Bahagia Bersama Al-Qur’an”.
Acara digelar di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jl. Cipinang Cempedak, Otista, Polonia, Jakarta, Rabu, 17 Rabi’ul Awal 1447 (10/9/2025).
Kajian ini menghadirkan narasumber nasional, yaitu KH. Abdullah Gymnastiar, KH. Dr. Nashirul Haq, Lc., MA., dan KH. Drs. Zainuddin Musaddad, MA., yang membawakan sesi reflektif bagi umat dalam menghadapi tantangan hidup dan membangun rumah tangga bahagia.
Ia menjelaskan makna Surat Ar-Ra’du ayat 28 dalam konteks ketenangan jiwa.
“Jadi, masalah hidup kita itu sebetulnya simple: kebanyakan mikir, kurang zikir. Harusnya yang tepat adalah tiap mikir jadi zikir,” tegasnya.
Ulama yang akrab disapa Aa Gym ini menegaskan kelemahan manusia jika tidak bersandar pada Allah. Ia menekankan perlunya doa sebagai bentuk pengakuan atas ketidakberdayaan manusia.
Lebih jauh lagi, Aa Gym menjelaskan bahwa banyak tekanan hidup muncul karena prasangka dan ketidakmampuan mengingat Allah.
“Kalau disederhanakan, hidup ini hanya ada tiga zaman. Satu, yang belum terjadi. Dua, yang sudah terjadi. Tiga, yang sedang terjadi. Biasanya, stress hanya ada di tiga tempat ini,” katanya.
“Kebanyakan kita stress dengan yang belum terjadi. Padahal kejadiannya belum, tapi sengsaranya duluan. Aneh memang. Padahal belum terjadi, belum tentu terjadi, belum tentu hidup,” imbuhnya.
Ia menutup pemaparan dengan menukil Surah At-Taubah ayat 51 sebagai pedoman dan kunci menghadapi masalah melalui ingat kepada Allah.
Acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan keluarga dan pembangunan peradaban umat.
- person


Saat ini belum ada komentar