Majelis Murabbiyah Pusat Muslimat Hidayatullah Selenggarakan Seminar Nasional
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
(Jakarta, mushida.org) — Dengan semangat menapaki jejak mulia, mengukuhkan jiwa, dan membuka cakrawala, Majelis Murobbiyah Pusat Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Peran Murabbiyah dalam Menyongsong Kebangkitan Islam” di Aula DPP Hidayatullah, Jakarta pada 20 September 2025. Acara yang menjadi gebyar Munas 6 Muslimat Hidayatullah ini berlangsung secara hybrid dengan dihadiri oleh 45 peserta offline dan 250 peserta online dari berbagai wilayah di Indonesia.
Seminar ini dibuka dengan sambutan Ustadz Tasyrif Amin yang menekankan pentingnya keilmuan dalam membangun peradaban. Menurutnya, materi yang sudah diberikan dalam Akademi Jatidiri (Akjari) tidak akan bermakna apabila tidak ditopang oleh kekuatan spiritual dan amal nyata.
“Gerakan Nawafil Hidayatullah(GNH) harus dimulai dari pribadi. Kalau pribadi kuat, maka ia akan menjadi energi bagi jamaah,” ungkap Ketua Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah ini.
Allah berfirman dalam surah Ali Imran: 79. “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”
Dalam sesi materi, Syekh Muhammad Alfuli menegaskan peran strategis seorang murabbiyah. Ia menggambarkan murabbiyah bukan sekadar guru, tetapi juga pendidik yang menanamkan aqidah yang lurus dan benar di hati para mutarobbiyah. Murobbiyah juga sekaligus berfungsi sebagai mualijah (penyembuh luka hati).

“Murabbiyah berperan sebagai seorang mujahidah yang berjihad di jalan Allah. Berjihad bisa dilakukan dengan harta, ilmu, waktu, bahkan nyawa,” imbuhnya.
Menurutnya, empat strategi praktis yang dapat menyongsong kebangkitan di antaranya membangun keluarga visioner, meningkatkan kualitas diri, berkumpul dengan orang baik, dan memperbaiki niat.
“Bangun keluarga dengan arah yang jelas, perkuat niat hanya untuk Allah, serta terus tingkatkan kapasitas diri dengan ilmu. Berkumpullah dalam lingkungan yang baik serta jaga keikhlasan niat agar amal tidak ternodai,” tutur dai asal Mesir ini.
Murabbiyah Memegang Kunci Kemenangan Islam
Pemateri berikutnya, Ustadz Nashirul Haq, menyampaikan bahwa kunci kemenangan Islam adalah i‘tiṣham bihablillah (berpegang teguh kepada Allah) dan wa laa tafarraqu (tidak bercerai-berai).
“Tarbiyah adalah proses menumbuhkembangkan manusia dalam segala aspek agar mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Murabbiyah berperan penting dalam membentuk generasi rabbani yang kokoh menghadapi tantangan zaman,” urai Ketua Umum DPP Hidayatullah ini.
Beliau menjelaskan bahwa gerakan Hidayatullah dibangun di atas fondasi tarbiyah dan dakwah. Tarbiyah, menurutnya, memiliki sepuluh makna, yaitu tafdziyah, tanmiyah, al-irsyad, al-islah, at-taqwim, al-hifdz, ar-ri‘ayah, at-ta’dib, at-tahdzib, dan at-ta‘lim.
“Kebangkitan Islam adalah janji Allah bagi orang beriman dan beramal shalih. Dalam proses kebangkitan itu, peran murabbiyah sangat strategis, menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya, penjaga moral umat, pendidik lahirnya generasi rabbani, pejuang dakwah,npenggerak perubahan, dan pemimpin bagi kaum wanita,” tegasnya.
Seminar Nasional ini menjadi momentum penguatan peran murabbiyah sebagai pendidik, penggerak, dan teladan dalam membangun peradaban Islam. Dengan sinergi tarbiyah, dakwah, dan keikhlasan niat, diharapkan murabbiyah Muslimat Hidayatullah semakin kokoh dalam menyongsong kebangkitan Islam.
- person


Saat ini belum ada komentar