Rakerwil Muslimat Hidayatullah Kepulauan Riau: Saatnya Bertransformasi Tanpa Kehilangan Jati Diri

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
(Batam, mushida.org) – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Kepulauan Riau resmi dibuka pada 1 Mei 2026/13 Dzulqo’dah 1447 H, di Kampus Utama Hidayatullah Batam. Kegiatan ini mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh.”
Dalam sambutannya, Ketua DPW Hidayatullah Batam, Ustadz Lukman Hakim, M.H., menegaskan bahwa Rakerwil bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum strategis untuk refleksi, konsolidasi, dan proyeksi masa depan.
“Di tengah derasnya arus perubahan zaman, kita harus memperkuat identitas sebagai muslimah pejuang dakwah yang berkomitmen pada pembinaan umat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Murobbi Hidayatullah Kepulauan Riau sekaligus Ketua Badan Pengurus Yayasan, Dr. Khoirul Amri, menekankan pentingnya transformasi organisasi. Ia menjelaskan bahwa transformasi bukan berarti meninggalkan nilai-nilai lama, melainkan memperbarui strategi dan pendekatan agar organisasi tetap relevan dan berpengaruh di tengah masyarakat.
Transformasi Organisasi Untuk Menjawab Tantangan Zaman
Sementara itu, Ketua Bidang Perkaderan PP Mushida, Ustadzah Saryati, menyampaikan bahwa Muslimat Hidayatullah memiliki peran sentral dalam keluarga, pendidikan, dan masyarakat. Menurutnya, transformasi organisasi harus memberikan ruang bagi kader untuk tampil mandiri, tanpa meninggalkan kultur yang menjadi jati diri Hidayatullah.
“Muslimat Hidayatullah harus menjadi subjek utama yang berperan aktif dalam keluarga, pendidikan, dan masyarakat. Transformasi organisasi harus memberi ruang untuk tampil mandiri, namun tetap menjaga kultur yang menjadi jati diri Hidayatullah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan pentingnya pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas muslimat sebagai penopang kemandirian organisasi. “Dengan penguatan jati diri, kita memiliki bekal untuk menjalankan tata kelola organisasi yang baik serta mampu menyelesaikan persoalan umat di berbagai bidang secara tepat,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PW Muslimat Hidayatullah Kepulauan Riau, Ustadzah Normaningsih Mirasari, menekankan pentingnya membangun sinergi antarstruktur, mempererat ukhuwah, serta menyiapkan kader yang tangguh. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menyusun program kerja yang realistis namun tetap visioner.
“Konsolidasi jati diri harus mampu memperkokoh akidah serta memastikan setiap langkah tetap berada dalam koridor syariat. Transformasi adalah keniscayaan. Organisasi yang tidak bertransformasi akan tertinggal. Namun, transformasi bukan berarti meninggalkan nilai lama, melainkan memperbarui agar Mushida mampu menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa organisasi yang mandiri adalah organisasi yang kehadirannya dirasakan dan diakui masyarakat, serta mampu menjadi solusi atas berbagai permasalahan umat.
Rakerwil yang diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari PD Batam, PD Tanjungpinang, PD Bintan, PD Karimun, dan PD Lingga, diharapkan menjadi sarana muhasabah, memperkuat ukhuwah, serta memperbarui niat dalam setiap langkah sebagai bagian dari ibadah dan komitmen pengabdian kepada masyarakat.*/Marhamah, PW Mushida Kepri
- person


Saat ini belum ada komentar