Mushida Papua Selatan Tekankan Pentingnya Konsolidasi dan Pemberdayaan Ekonomi Muslimat Pada Rakerwil

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
(Merauke, mushida.org) – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah digelar sebagai upaya menyosialisasikan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas), merencanakan program kerja wilayah, serta mewujudkan Tri Konsolidasi bagi fungsionaris Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi, menjalankan amanah, sekaligus menyatukan langkah dakwah. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:
“Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah: 105)
Rakerwil Muslimat Hidayatullah Papua Selatan resmi dibuka pada Jumat, 1 Mei 2026 bertepatan dengan 13 Dzulqa’dah 1447 H, bertempat di Kampus Hidayatullah Merauke, Papua Selatan.
Dalam sambutannya, Ketua PW Muslimat Hidayatullah Papua Selatan, Ustadzah Ely Viyana, menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang realistis dan berdampak. Ia mengajak seluruh peserta untuk berpikir strategis dengan merancang program yang benar-benar dapat dilaksanakan, bukan sekadar daftar keinginan.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya memperkuat kebersamaan. “Rakerwil ini adalah sarana kita merapatkan barisan. Hilangkan sekat-sekat antar pengurus dan anggota, serta perkuat koordinasi antara wilayah dan daerah,” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar setiap program yang dijalankan berfokus pada dampak nyata bagi penguatan dakwah di tengah umat.
Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan PP Muslimat Hidayatullah, Ustadzah Hapseni, menjelaskan bahwa konsolidasi dan transformasi organisasi memerlukan strategi yang terarah. Hal tersebut meliputi penguatan pendidikan dan tarbiyah, pemberdayaan ekonomi muslimat, advokasi sosial dan politik, serta pengembangan jaringan dan kolaborasi.
“Pemahaman terhadap jati diri Hidayatullah diharapkan akan memberikan semangat dan bekal untuk menjalankan tata kelola organisasi Muslimat Hidayatullah yang lebih baik,” tambahnya.
Ketua DPW Hidayatullah Papua Selatan, Ustadz Zainal, dalam sambutannya juga mengingatkan pentingnya keterbukaan dalam menyelesaikan masalah organisasi. Ia mendorong agar setiap persoalan dibicarakan dengan baik, memperkuat ukhuwah antar ummahat, serta mempersiapkan santri putri sebagai kader penerus Muslimat Hidayatullah di masa depan.
Mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat ukhuwah serta meneguhkan peran Muslimat Hidayatullah dalam menjalankan program dakwah dan tarbiyah secara berkelanjutan.
- person


Saat ini belum ada komentar