Perkuat Fondasi Tarbiyah dan Kepribadian Muslimah, PP Muslimat Hidayatullah Gelar Webinar Guru PAUD
- Pendidikan Anak Nasional
- calendar_month 8 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, kepribadian, serta kesiapan anak untuk mengikuti jenjang pendidikan selanjutnya. Pendidikan pada fase ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga mengedepankan perkembangan anak secara holistik, menyeluruh, dan terpadu.
Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan Webinar Guru PAUD Part 1 dengan tema “Dasar Tarbiyah dan Kepribadian Muslimah.” Kegiatan ini diikuti oleh 316 peserta yang terdiri dari guru, pengurus, dan anggota Muslimat Hidayatullah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Bidang Pendidikan PP Muslimat Hidayatullah, Hapseni, S.H.I., menegaskan bahwa berbicara tentang pendidikan anak usia dini berarti berbicara tentang fondasi pendidikan itu sendiri.
“Tujuan utama pendidikan adalah pembentukan akhlak yang dimulai sejak usia dini. Tanggungjawab menjaga generasi tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga, tetapi juga melalui lembaga pendidikan. Tugas pendidik dan orang tua, bersinergi untuk bersama-sama menjaga dan menyiapkan generasi sholih melalui proses pendidikan yang baik,” ujarnya.
Menurutnya, penggerak utama pendidikan PAUD bukanlah kurikulum, metode, ataupun teknologi semata. Kehadiran guru dengan sentuhan keteladanan tidak akan pernah tergantikan oleh secanggih apa pun teknologi yang berkembang.
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6).
“Guru harus memiliki akhlak mulia, karena guru adalah teladan. Murid belajar dengan meniru guru,” tegasnya.
Ia berharap webinar ini tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kompetensi para guru dalam mendidik anak-anak usia dini.
Pada sesi materi, Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd., memaparkan tentang hakikat tarbiyah dalam perspektif Islam. Ia menjelaskan bahwa tarbiyah merupakan proses membina manusia secara menyeluruh, meliputi aspek ruhiyah, aqliyah, akhlaqiyah, jasadiyah, dan idariyah.
Menurutnya, tujuan tarbiyah adalah memurnikan akidah, menguatkan ibadah, membentuk akhlak mulia, menumbuhkan semangat dakwah, serta menyiapkan generasi pemimpin umat.
“Indikator manusia yang beradab, yakni mengenal Allah sebagai Tuhan, menghormati ilmu, menghormati guru, serta menjalankan amanah sosial,” jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengulas Hadits Arbain kedua sebagai landasan penting dalam pembentukan kepribadian seorang muslim.
Ia mengingatkan para guru untuk hadir sepenuhnya saat mendampingi peserta didik di kelas.
“Kita sebagai guru perlu instropeksi diri, apakah kita masih membawa telepon genggam dan sibuk dengan urusan lain ketika berada di kelas,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa guru tidak boleh merasa cukup hanya dengan menjalankan peran profesional. Seorang pendidik juga memiliki amanah sosial yang harus ditunaikan kepada masyarakat dan umat.
Dalam perspektif Hidayatullah, guru bukan hanya berperan sebagai muallim atau pengajar, tetapi juga sebagai murabbi, (pendidik), muaddib (pembentuk adab), muwajjih (pembimbing), dan qudwah/uswah (teladan). Karena itu, guru dituntut untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri melalui penguatan ilmu dan kompetensi.
“Bagaimana kita bisa menyampaikan sesuatu dan mengajarkan pengetahuan jika kita tidak memiliki ilmu? Maka guru harus terus meng-upgrade kualitas dirinya,” ujarnya.
Selain peningkatan kompetensi, guru juga perlu menjaga kualitas ruhiyah melalui salat berjamaah, tilawah Al-Qur’an, zikir, puasa sunnah, serta menjaga wudu.
“Jaazakillah khair atas ilmunya yang luar biasa. Semoga Allah senantiasa menjaga dan memberkahi Ustadzah dalam setiap keadaan. Dan semoga Allah memberi kemudahan dan kemampuan untuk diri-diri kami pribadi dalam pengamalannya,” sebut Sufitri Dewi, peserta webinar.
Melalui webinar ini, PP Muslimat Hidayatullah berharap lahir guru-guru PAUD yang tidak hanya profesional dalam mengajar, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam membentuk generasi bertauhid, berakhlak mulia, dan berperadaban Islam.
- person
- Penulis: Arsyis M

Saat ini belum ada komentar