Muslimat Hidayatullah: Menjaga Fitrah Anak adalah Investasi Peradaban
- Artikel Pendidikan Anak
- calendar_month 6 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, 23 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Muslimat Hidayatullah mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam menjaga fitrah anak. Di tengah berbagai tantangan zaman, mulai dari krisis moral, paparan konten digital yang tidak ramah anak, hingga meningkatnya berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, keluarga menjadi benteng utama dalam menyiapkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Bagi Muslimat Hidayatullah, anak adalah amanah Allah SWT yang kehadirannya bukan sekadar pelengkap dalam kehidupan keluarga. Setiap anak membawa visi besar sebagaimana doa yang diajarkan Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”(QS. Al-Furqan [25]: 74).
Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap keluarga muslim memiliki tanggung jawab melahirkan dan mendidik generasi yang kelak menjadi pemimpin bagi orang-orang bertakwa. Oleh karena itu, menjaga anak harus dimulai sejak dalam kandungan, dengan memastikan setiap asupan yang diterima adalah yang halal dan baik, serta menghadirkan lingkungan yang mendukung pertumbuhan fisik, intelektual, emosional, dan spiritualnya.
Muslimat Hidayatullah memandang bahwa menjaga fitrah anak tidak hanya berkaitan dengan kesehatan jasmani, tetapi juga menjaga apa yang didengar, dilihat, dipelajari, dan dirasakan oleh anak setiap hari. Pendengaran, penglihatan, dan hati mereka harus dipelihara dari berbagai pengaruh yang dapat mengaburkan nilai-nilai tauhid, akhlak, dan kemanusiaan.
Sebagai organisasi perempuan Islam yang berkhidmat dalam dakwah dan pemberdayaan umat, Muslimat Hidayatullah terus berkomitmen memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan keislaman, pembinaan perempuan, pengasuhan berbasis fitrah, penguatan peran ibu sebagai madrasah pertama, serta berbagai program sosial dan kemasyarakatan. Muslimat Hidayatullah meyakini bahwa keluarga yang kokoh akan melahirkan generasi Qurani yang mampu menjadi pelopor kebaikan bagi bangsa dan peradaban.
Momentum Hari Anak Nasional hendaknya menjadi pengingat bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga memerlukan dukungan sekolah, masyarakat, media, dunia usaha, dan pemerintah. Sinergi seluruh elemen bangsa diperlukan untuk menghadirkan ekosistem yang aman, sehat, dan ramah anak, baik di ruang keluarga maupun ruang digital.
Muslimat Hidayatullah mengajak seluruh orang tua untuk terus menghadirkan keteladanan, kasih sayang, doa, dan pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan yang akan menentukan arah perjalanan umat dan bangsa.
Mengakhiri pernyataan Hari Anak Nasional ini, Mushida mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bermunajat kepada Allah SWT:
“Ya Allah, kami titipkan anak-anak kami dalam penjagaan-Mu. Ketika dunia semakin menghadirkan berbagai tantangan bagi mereka, lindungilah pendengaran, penglihatan, hati, akal, dan fitrah mereka. Tumbuhkan mereka menjadi generasi Qurani yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, mencintai agama dan bangsanya, serta menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Aamiin.”
Muslimat Hidayatullah menyambut Hari Anak Nasional dengan komitmen menjaga fitrah dan masa depan generasi bangsa.
- person
- Penulis: Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd., Ketua Umum PP Mushida

Saat ini belum ada komentar