Mushida Sumatera Utara Ikuti Lailatul Ijtima: Perkuat Ukhuwah dan Semangat Perjuangan Dakwah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pulau Samosir — Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara turut berpartisipasi dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ Muharram 1448 H yang diselenggarakan oleh DPW Hidayatullah Sumatera Utara, pada 23–24 Muharram 1448 H/8–9 Juli 2026 di Masjid Nurul Islam, Pulau Samosir, Sumatera Utara. Kegiatan ini mengusung tema “Menguatkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah, Menyongsong Perubahan, dan Peradaban Islam.”
Lailatul Ijtima menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat semangat perjuangan kader Hidayatullah dalam menyongsong perubahan menuju terwujudnya peradaban Islam.
Semangat hijrah yang menjadi ruh kegiatan ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 24 yang mengingatkan kaum mukmin agar menempatkan kecintaan kepada Allah, Rasul-Nya, dan jihad di jalan-Nya di atas kecintaan terhadap harta, keluarga, maupun kesenangan dunia.
Perjalanan dari Kota Medan menuju Pulau Samosir yang memakan waktu sekitar sembilan jam menjadi bentuk pengorbanan tersendiri bagi para peserta, khususnya Ummahat Mushida yang sebagian besar turut membawa anak-anak. Lamanya perjalanan darat disebabkan keterbatasan tiket penyeberangan yang dapat memangkas waktu tempuh.
Meski demikian, rasa lelah seakan terbayar saat para peserta disuguhi panorama indah Pulau Samosir yang dikelilingi Danau Toba. Keindahan alam ciptaan Allah SWT menjadi pengingat akan kebesaran-Nya sekaligus menambah semangat peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW Hidayatullah Sumatera Utara, Ustadz Syukron Khairi, mengajak seluruh peserta mengambil pelajaran dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW sebagai pondasi awal tegaknya peradaban Islam.
“Momentum hijrah Rasulullah merupakan pondasi awal tegaknya peradaban Islam. Keteladanan para shahabiyah seperti Asma binti Abu Bakar, Ummu Salamah, dan Aisyah binti Abu Bakar menunjukkan betapa besar peran muslimah dalam mendukung perjuangan dakwah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan keteguhan Siti Hajar yang menerima keputusan Nabi Ibrahim AS dengan penuh keimanan dan tawakal sehingga menjadi bagian dari lahirnya peradaban agung di Makkah Al-Mukarramah.
Menurutnya, keteladanan para muslimah tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh kader Mushida untuk terus menguatkan peran sebagai pendamping perjuangan dakwah, mendukung suami dalam mengemban amanah, serta berkontribusi membangun keluarga dan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Selama dua hari pelaksanaan Lailatul Ijtima’, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Selain mempererat ukhuwah antarkader Hidayatullah se-Sumatera Utara, mereka juga menikmati keindahan alam Pulau Samosir, mulai dari panorama matahari terbit hingga terbenam yang berpadu dengan pesona Danau Toba.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun ukhuwah yang semakin kokoh, semangat perjuangan yang semakin kuat, serta kesatuan langkah seluruh kader Hidayatullah dalam menyongsong perubahan menuju terwujudnya peradaban Islam.
- person
- Penulis: Miftahul Husna

Saat ini belum ada komentar