PP Mushida Hadiri Silatnas Ukhuwah Islamiyah MUI, Perkuat Semangat Persatuan dan Kemajuan Umat

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ukhuwah Islamiyah yang diselenggarakan Komisi Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 29–30 Juni 2026 di Aula Gedung BRIN, Jakarta.
PP Mushida diwakili oleh Sekretaris Jenderal Zahratun Nahdhah, M.Pd., Ketua Bidang Organisasi Wulan Sari, A.Md., dan Ketua Bidang Keputrian Mutiah Najwati, M.Pd. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, M.Sc., Ketua Komisi Ukhuwah MUI Dr. KH. Zaitun Rasmin, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Dr. (H.C.) H.M. Jusuf Kalla, serta Ketua Umum MUI K.H. M. Anwar Iskandar.
Dalam pemaparannya, Prof. Arif Satria menekankan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan inovasi. Ia mengungkapkan bahwa jumlah paten Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara maju, namun optimistis Indonesia mampu mengejar ketertinggalan tersebut melalui penguatan riset dan teknologi.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai ilmu pengetahuan. Kita tidak boleh berkecil hati. Dengan semangat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, Indonesia akan mampu mengejar ketertinggalan,” ujarnya.
Ia juga mengajak peserta meneladani sifat Allah Al-Badi’ (Maha Pencipta tanpa contoh sebelumnya) sebagai inspirasi untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi umat, tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat.
Sementara itu, Dr. KH. Zaitun Rasmin menegaskan bahwa ukhuwah Islamiyah merupakan fondasi utama dalam membangun kekuatan umat. Menurutnya, MUI terus mengembangkan konsep ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah sebagai landasan memperkuat persatuan bangsa.
Senada dengan itu, Jusuf Kalla mengingatkan bahwa ukhuwah tidak berhenti pada kebersamaan dalam ibadah, tetapi harus diwujudkan dalam upaya bersama membangun kemajuan.
“Kita bukan hanya harus bersatu dalam agama, tetapi juga harus bersatu untuk maju. Ukhuwah itu agar kita damai dan maju, bukan sekadar berkumpul,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan merupakan keniscayaan yang tidak boleh berubah menjadi pertentangan.
“Kita boleh berbeda, tetapi jangan bertentangan,” pesannya.
Adapun K.H. M. Anwar Iskandar mengingatkan pentingnya menjaga persatuan sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Anfal ayat 46 yang memerintahkan kaum muslimin untuk menaati Allah dan Rasul-Nya serta tidak saling berselisih agar tidak kehilangan kekuatan.
Menurutnya, ukhuwah merupakan kekuatan strategis umat Islam. Ketika persatuan melemah, umat akan kehilangan wibawa dan mudah dipengaruhi oleh pihak lain.
Keikutsertaan PP Mushida dalam Silatnas ini menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah, memperluas jejaring kolaborasi, serta meningkatkan kontribusi Muslimat Hidayatullah dalam membangun umat yang berilmu, bersatu, dan berdaya saing menuju terwujudnya peradaban Islam.
- person

Saat ini belum ada komentar