Webinar Guru PAUD Muslimat Hidayatullah Tekankan Pedagogik Holistik dan Profetik untuk Mewujudkan Generasi Insan Kamil
- Berita Pendidikan Anak
- calendar_month 17 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, kepribadian, serta kesiapan anak untuk menempuh jenjang pendidikan berikutnya. Pada fase emas ini, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada perkembangan anak secara holistik, menyeluruh, dan terpadu.
Berangkat dari semangat tersebut, Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan Webinar Guru PAUD Part II bertema “Pedagogik PAUD Berbasis Pembelajaran Holistik dan Profetik” pada Sabtu, 1 Agustus 2026/17 Safar 1448 H. Kegiatan ini diikuti sekitar 308 peserta yang terdiri atas guru PAUD, pengurus, dan anggota Muslimat Hidayatullah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Menghadirkan Farhan Siswanto, M.Pd., Ketua Dikdasmen DPP Hidayatullah sebagai narasumber, webinar mengupas konsep pedagogik berbasis nilai-nilai Islam yang memadukan perkembangan seluruh aspek kehidupan anak dengan nilai-nilai kenabian.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa tujuan pendidikan Hidayatullah adalah melahirkan peserta didik dengan profil lulusan yang beriman, beradab, cerdas, mandiri, bermanfaat, percaya diri, dan bertanggung jawab. Profil tersebut diharapkan mampu membentuk insan kamil, yaitu manusia yang berkembang secara utuh dalam aspek spiritual, intelektual, emosional, sosial, dan akhlak.
Ia mengaitkan tujuan tersebut dengan firman Allah Swt. dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 2:
“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu’ah: 2)
Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pada proses penyucian jiwa (tazkiyah) dan pembentukan karakter.
“Jadilah kalian orang-orang rabbani, yaitu orang yang santun, ahli fikih, dan berilmu. Disebut rabbani karena ia mendidik manusia dengan ilmu sedikit demi sedikit sebelum ilmu yang besar.” (Ibn Abbas raadhiyallahu ‘anhuma)
Menurutnya, menjadi guru PAUD bukan sekadar mengajarkan anak mengenal huruf, angka, maupun warna. Guru PAUD sesungguhnya sedang membangun fondasi kehidupan manusia.
“Anak bukan gelas kosong yang harus kita isi, tetapi amanah Allah yang harus kita bantu tumbuh sesuai fitrah terbaiknya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pada usia dini anak sedang belajar mengenal dirinya, mengenal Tuhannya, memahami lingkungan, mengelola emosi, membangun komunikasi, serta membentuk cara pandang terhadap kehidupan. Oleh karena itu, pendidikan tidak cukup hanya bertanya, “Hari ini anak belajar apa?”, tetapi juga harus bertanya, “Hari ini anak menjadi pribadi seperti apa?”
“Pedagogik merupakan ilmu sekaligus seni mendidik. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, sekaligus teladan bagi peserta didik,” tegasnya.
Dalam perspektif pendidikan berbasis tauhid, guru memiliki tanggung jawab membantu anak mengenal siapa dirinya, siapa Penciptanya, mengapa ia diciptakan, serta bagaimana memperlakukan sesama makhluk dengan baik. Pendidikan yang demikian mengembalikan anak kepada fitrahnya sebagai hamba Allah.
Ia juga mengingatkan bahwa keteladanan guru memiliki pengaruh yang sangat besar dalam proses pendidikan.
“Anak mungkin lupa apa yang kita ajarkan, tetapi mereka akan selalu ingat bagaimana mereka diperlakukan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendidikan profetik tidak sekadar mencetak anak yang cerdas secara akademik, tetapi mewariskan nilai-nilai kenabian sebagaimana dicontohkan Rasulullah ﷺ, yaitu rahmah (kasih sayang), uswah (keteladanan), hikmah (kebijaksanaan), tadarruj (bertahap), dan dialog.
Sementara itu, pendekatan holistik menekankan pengembangan seluruh dimensi kehidupan anak, meliputi aspek spiritual, intelektual, emosional, sosial, fisik, dan moral.
“Ketika pendekatan holistik dipadukan dengan nilai-nilai profetik, pendidikan akan menghasilkan generasi yang utuh, cerdas, beriman, beradab, mandiri, serta tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Melalui webinar ini, PP Muslimat Hidayatullah berharap para guru PAUD semakin memahami bahwa mendidik anak usia dini bukan sekadar proses pembelajaran di kelas, melainkan amanah besar untuk menumbuhkan generasi yang berkarakter Qur’ani, berakhlak mulia, dan siap menjadi penerus perjuangan Islam.
- person

Saat ini belum ada komentar