Kesekretariatan PP Mushida Gelar Rakor dan Sosialisasi SOP, Komitmen Tertib Administrasi Organisasi

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — Kesekretariatan Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Kesekretariatan secara daring pada Sabtu, 22 Agustus 2026/9 Rabiul Awwal 1448 H.
Kegiatan ini diikuti oleh para Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) dan Sekretaris Pengurus Daerah (PD) Muslimat Hidayatullah dari seluruh Indonesia. Rakor menjadi momentum untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat tata kelola kesekretariatan di seluruh jenjang kepengurusan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal PP Mushida, Zahratun Nahdhah, S.H.I., M.Pd., menegaskan bahwa kesekretariatan memiliki posisi penting dalam memastikan roda organisasi berjalan dengan tertib dan efektif.
“Kesekretariatan merupakan bagian penting dalam keberlangsungan organisasi. Kesekretariatan dapat diibaratkan sebagai dapur organisasi, tempat berbagai kebutuhan administrasi dipersiapkan, ditata, dan dikelola,” ujarnya.
Menurutnya, fungsi sekretariat tidak berhenti pada pekerjaan administratif, tetapi juga menjadi salah satu penggerak organisasi melalui pengelolaan surat-menyurat, dokumen, informasi, arsip, dan berbagai kebutuhan administrasi lainnya.
Karena itu, kesekretariatan yang tertib akan memberikan dukungan penting bagi organisasi agar dapat berjalan secara efektif, terarah, dan profesional.
Ia menyampaikan bahwa setiap wilayah dan daerah memiliki pengalaman serta kebiasaan kerja yang beragam. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya keberadaan SOP sebagai acuan bersama.
“Keberadaan SOP menjadi penting untuk menyamakan persepsi, standar kerja, dan gerak langkah di seluruh tingkatan kepengurusan,” jelasnya.
Dengan adanya standar kerja yang sama, koordinasi antarpengurus diharapkan menjadi lebih mudah. Selain itu, administrasi dapat dikelola secara lebih tertib dan setiap tugas kesekretariatan dapat dilaksanakan secara efektif serta terukur.
Pepatah Arab mengatakan
مَنْ أَحْسَنَ فِيمَا بَقِيَ غُفِرَ لَهُ مَا مَضَى
“Man ahsana fīmā baqiya ghufira lahu mā maḍā,” yang bermakna, siapa yang memperbaiki amalnya pada waktu yang tersisa, maka kekurangan yang telah lalu akan diampuni.
Ungkapan tersebut, menurutnya, menjadi motivasi bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki kontribusi dan meningkatkan kinerja.
“Apa yang mungkin belum maksimal selama delapan bulan pertama dalam periode ini, masih dapat kita evaluasi dan perbaiki,” tuturnya.
SOP sebagai Pedoman, Bukan Sekadar Dokumen
Rakor dan sosialisasi SOP ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara konseptual. Lebih dari itu, SOP perlu diterapkan secara konsisten dalam aktivitas kesekretariatan sehari-hari.
Ia mengajak seluruh sekretaris PW dan PD untuk memanfaatkan momentum tersebut untuk merapikan berbagai hal yang belum tertib, memperbaiki kekurangan, sekaligus menguatkan praktik kerja yang selama ini sudah berjalan dengan baik.
“Tugas sekretaris bukan sekadar pekerjaan administratif, tetapi merupakan bagian dari amanah dan kontribusi dalam menggerakkan organisasi,” tegasnya.
Ia berharap penerapan SOP secara konsisten dapat mendorong kesekretariatan di seluruh PW dan PD Muslimat Hidayatullah menjadi semakin rapi, disiplin, efektif, dan profesional.
Melalui kegiatan ini, Kesekretariatan PP Mushida menegaskan komitmennya untuk terus membangun sistem administrasi organisasi yang tertib dan terstandar sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi serta optimalisasi pelayanan di seluruh jenjang kepengurusan.
- person

Saat ini belum ada komentar