Rakor Bidang Organisasi Muslimat Hidayatullah: Perkuat Konsolidasi Jati Diri dan Wawasan Kader

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — Bidang Organisasi Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menyelenggarakan Webinar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pedoman Dasar Organisasi (PDO) Muslimat Hidayatullah pada Sabtu, 19 September 2026 atau 8 Rabiul Akhir 1448 H.
Kegiatan yang diikuti oleh 330 partisipan Zoom yang merupakan Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah di seluruh provinsi Indonesia tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman pengurus terhadap Pedoman Dasar Organisasi sekaligus membangun kesamaan persepsi, koordinasi, dan tata kelola organisasi agar semakin tertib dan terarah.
Ketua Bidang Organisasi PP Muslimat Hidayatullah, Wulansari, A.Md., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat organisasi.
“Pertemuan yang dilaksanakan pada hari ini merupakan mujahadah kita bersama dalam memiliki pemahaman yang sama, memperkuat koordinasi, dan tata kelola yang dibangun oleh Mushida agar semakin tertib,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pedoman Dasar Organisasi tidak sekadar menjadi dokumen yang berisi aturan, tetapi menjadi acuan bagi seluruh penggerak organisasi dalam menjalankan roda organisasi menuju arah dan tujuan yang sama.
“Sebagai penggerak organisasi, PDO bukan hanya lembaran yang berisi aturan, tetapi pedoman agar roda organisasi berjalan dalam visi yang sama,” jelasnya.
Semangat membangun organisasi yang solid tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Ash-Shaff ayat 4:
إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِهِۦ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنْيَٰنٌ مَّرْصُوصٌ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan, seakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Ash-Shaff: 4)
Materi utama dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd. Ia mengawali pemaparannya dengan menyoroti pentingnya proses pewarisan nilai dalam perjalanan organisasi.
Menurutnya, seiring berjalannya waktu, generasi assabiqunal awwalun Hidayatullah semakin berkurang dan secara bertahap digantikan oleh generasi pelanjut. Karena itu, nilai-nilai yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya perlu diwariskan secara baik dan utuh.
“Pewaris nilai, konsep, dan kultur berjamaah harus ditransformasikan secara baik dan utuh,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa sejarah dan legacy yang telah dibangun tidak cukup hanya didokumentasikan. Lebih dari itu, sejarah tersebut perlu dihidupkan sebagai nilai dan inspirasi yang dapat memberikan arah bagi generasi pelanjut.
“Sejarah dan legacy yang baik tak hanya terdokumentasi rapi, tetapi menjadi nilai dan inspirasi yang mencerahkan bagi generasi pelanjut,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, ia juga menekankan pentingnya konsolidasi dalam tiga aspek, yakni konsolidasi jati diri, organisasi, dan wawasan. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan gerakan serta memastikan setiap kader memahami arah perjuangan organisasi.
Ia menjelaskan bahwa terwujudnya peradaban Islam merupakan cita-cita mulia yang harus ditempuh melalui manhaj nabawi dengan merujuk pada tartib nuzuli atau Sistematika Wahyu.
Konsolidasi organisasi, lanjutnya, merupakan upaya pengurus untuk membangun ketaatan dan kesolidan di dalam tubuh organisasi. Dengan demikian, seluruh gerakan Hidayatullah dalam menjalankan berbagai program dapat bermuara pada visi dan misi organisasi.
“Konsolidasi organisasi diartikan sebagai upaya pengurus untuk membangun ketaatan dan kesolidan dalam tubuh organisasi, sehingga semua gerakan Hidayatullah dalam menjalankan programnya bermuara pada visi dan misi organisasi,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Pedoman Dasar Organisasi di lingkungan Hidayatullah tidak bersifat tauqify, melainkan taufiqy. PDO menjadi pedoman untuk mendukung keteraturan dan kesamaan langkah dalam menjalankan amanah organisasi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan organisasi.
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah urgensi Pedoman Dasar Organisasi, antara lain sebagai landasan konstitusional organisasi, penguatan pewarisan nilai dan alih generasi, standardisasi pengelolaan amal usaha, menjaga keutuhan organisasi serta mencegah penyimpangan, dan memperkuat basis kader dalam mewujudkan peradaban Islam.
Selain konsolidasi organisasi, ia menekankan pentingnya konsolidasi wawasan bagi para kader. Konsolidasi wawasan diperlukan untuk membekali kader dengan tsaqafah Islamiyah sebagai bekal dalam menjalankan dakwah dan menghadapi berbagai dinamika umat.
“Konsolidasi wawasan adalah membekali kader dengan tsaqafah Islamiyah sebagai bekal dakwah dalam rangka menyadarkan umat Islam dengan pola pikir, pandangan, gaya hidup, dan perilaku Islami,” paparnya.
Melalui kegiatan tersebut, Bidang Organisasi PP Muslimat Hidayatullah mendorong para pengurus untuk memiliki pemahaman yang sama terhadap Pedoman Dasar Organisasi sekaligus memperkuat koordinasi dan konsolidasi agar gerak organisasi semakin tertib, solid, dan selaras dengan visi perjuangan Hidayatullah.
- person

Saat ini belum ada komentar