light_mode
light_mode

Ketum Mushida Apresiasi Komitmen DPR Kuatkan Sinergi dengan Ulama

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) Dra. Reni Susilawati, M.Pd.I, mengapresiasi komitmen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang bertekad menguatkan sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia atau MUI.

“Kita menyambut baik komitmen tersebut dan berharap sinergi ini semakin menguatkan peranan DPR terutama perhatian yang lebih baik lagi terhadap ketahanan keluarga Indonesia serta penguatan dukungan terhadap peran perempuan sebagai madrasah utama lahirnya generasi bangsa yang tangguh berkualitas,” kata Reni dalam keterangannya usai menghadiri Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Menurut Reni, komitmen dari Ketua DPR RI, Puan Maharani, tentang keinginannya menjalin kerjasama dengan MUI merupakan langkah maju wakil rakyat dalam mengawal agenda keummatan dan kebangsaan yang selaras dengan nilai luhur Pancasila.

“Memag sudah selayaknya wakil rakyat selalu merelasikan setiap aspirasi dan kebijakannya dengan norma agama yang dalam hal ini adanya muatan moral yang diputuskan oleh ulama,” kata Reni. 

Sebagaimana diketahui, Ketua DPR RI, Puan Maharani, silaturahim dengan perwakilan ormas-ormas Islam yang ada di Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kantor MUI Pusat, Rabu (19/2). Petinggi PDIP ini mengungkapkan bahwa DPR ingin bersinergi dengan MUI untuk bersama-sama membangun bangsa Indonesia.

Puan mengatakan, kedatangannya ke MUI untuk silaturahim dalam rangka mendekatkan diri dengan ormas-ormas Islam yang ada di MUI. Sehingga MUI dan DPR bisa bersinergi dalam membangun Indonesia agar menjadi lebih baik.

“Kedatangan saya kali ini melakukan silaturahim ke MUI, untuk bisa mendekatkan diri sehingga antara MUI dan DPR RI bisa bersinergi dalam membangun Indonesia ke depan menjadi lebih baik, ini salah satu caranya silaturrahmi,” kata Puan.

Dia menegaskan, jangan sampai ada salah persepsi karena tidak ada komunikasi antara DPR dan MUI. Menurutnya komunikasi harus dijaga melalui silaturrahim karena budaya silaturrahmi ini milik Indonesia yang mungkin tidak dimiliki negara lain. 

“Kita harus selalu menjaga kerukunan melalui toleransi beragama dan silaturrahim di antara kita semua yang merupakan negara besar dengan berbagai macam suku dan agama,” ujarnya. 

Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin menyampaikan, Wantim MUI berterimakasih atas kehadiran ketua DPR RI ke MUI untuk berdialog dengan anggota Wantim MUI.

“Saya nilai dialog singkat tadi itu sangat positif, terbuka, bermanfaat, terutama ada kesediaan kedua belah pihak untuk mengembangkan komitmen kebangsaan yang sama,” ujarnya.

Menurut Din, ada peluang terbuka untuk MUI dan DPR berkomunikasi dalam membahas Rancangan Undang-undang (RUU). Terutama RUU yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat khususnya umat Islam.

Din menilai Puan sangat simpatik dan akrab. Puan juga menyampaikan kunjungannya ke MUI bukan yang pertama dan terakhir. Anggota Wantim MUI juga banyak menyampaikan penghargaan dan harapan kepada Ketua DPR RI.

“Agar Puan Maharani yang pada dirinya mengalir darah Taufiq Kiemas dan Soekarno untuk bisa mewarisi wawasan dan pikiran dan langkah-langkah yang dilakukan oleh kedua orang tua beliau itu yang cenderung mempersatukan dan mengharmonisasikan antara kalangan Islam dan nasionalis,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerukunan Antarumat Beragama MUI (Wasekjen MUI), Nadjamuddin Ramly, mengatakan adanya kelompok yang disebut partai nasionalis dan partai Islam hanya klaster politik saja. Sebab kelompok nasionalis juga Islam dan kelompok Islam juga nasionalis.

Dia menegaskan, sejak dulu tidak ada disparitas dan polaritas antara partai nasionalis dan partai Islam. Panitia Sembilan yang merumuskan Pancasila juga gabungan dari kalangan nasionalis dan Islam. Soekarno menjadi ketua panitia sembilan dan Mohammad Hatta menjadi wakil ketuanya. 

Kemudian dalam Panitia Sembilan ada KH Abdul Wahid Hasjim yang mewakili umat Islam dari Nahdlatul Ulama dan Abdoel Kahar Moezakir dari Muhammadiyah. Selain itu ada Achmad Soebardjo, Mohammad Yamin, Agus Salim, Abikoesno Tjokrosoejoso, dan Alexander Andries Maramis yang mewakili Kristen. 

“Dari formasi itu saja sudah kelihatan kalau negeri ini adalah akumulasi dari kekuatan kekuatan itu dan mereka bersahabat, walau secara diametral kadang bersinggungan dan tidak bertemu ide dan pendapat mereka, tapi hubungan kebatinan, silaturahim dan hubungan kemanusiaan mereka tetap menyatu,” ujarnya.

Nadjamuddin menceritakan betapa sengitnya perdebatan antara Mohammad Natsir sebagai Ketua Masyumi dan Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono Ketua Partai Katolik. Tapi setelah perdebatan sengit mereka pulang ke rumah berboncengan di sepeda dan makan barsama di warteg. 

Dia menegaskan, seharusnya sikap tokoh-tokoh bangsa seperti itu menjadi teladan bagi para elit dan tokoh saat ini. Tokoh para pendiri bangsa ini tidak hanya berkata-kata tapi juga bertindak dan langsung dipertontonkan kepada publik tanpa basa-basi.

“Saya kira kehadiran Puan Maharani sebagai ketua DPR RI dan petinggi PDIP (ke MUI), saya kira ini hanya sekedar nostalgia saja, kehadirannya tidak memberikan perlambang adanya gesekan dan polarisasi (antara Islam dan nasionalis) ini hanya sekedar menguatkan kembali ikatan-ikatan,” ujarnya.

DIa menjelaskan, tujuan silaturahim ini agar jangan sampai setelah pilpres ada luka. Kalau ada luka harus disembuhkan dan jika ada polarisasi harus didekatkan lagi. Sehingga kohesifitas masyarakat indonesia akan semakin bagus.

Dia menambahkan, semuanya adalah elemen Islam walau ada yang berjuang di partai nasional, partai Islam dan lain sebagainya. Tujuan mereka sama untuk mewujudkan Indonesia yang adil, beradab, maju, sejahtera sebagai mana implementasi dari sila-sila yang ada di Pancasila. (dbs/ybh)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silaturrahim Murabbiyah Kaltim: Merawat Al-‘Izzah dan Menjauhi Adz-Dzillah dalam Kaderisasi

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Mushida.org – Majelis Murabbiyah Wilayah (MMW) Muslimat Hidayatullah Kalimantan Timur menggelar kegiatan Silaturrahim Murabbiyah Kaltim pada Ahad, 19 April 2026, secara daring yang diikuti oleh seluruh murabbiyah se-Kalimantan Timur serta seluruh pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Kaltim. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Murabbiyah dalam Kaderisasi.” Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Anwari Hambali sebagai pemateri utama yang […]

  • Antara Sunnah dan Qana’ah

    Antara Sunnah dan Qana’ah

    • calendar_month Sabtu, 24 Apr 2021
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

     “Assalamu’alaikum, Mi.  Mana pesanan yang bisa Ahmad antar?” si sulung bertanya sembari berlari ke arahku dengan nafas yang terengah. Pakaian shalatnya terlihat sedikit basah diterpa gerimis lepas Ashar itu. Dua adik perempuannya yang sedang asik membaca, ikut  antusias dan mendekat, apakah gerangan yang dimaksud ‘pesanan’ oleh abangnya. “Ambil di freezer, dalam plastik biru itu ya, “ […]

  • Musyawarah Wilayah VI Mushida Bali Tetapkan Kepemimpinan Periode 2025–2030

    Musyawarah Wilayah VI Mushida Bali Tetapkan Kepemimpinan Periode 2025–2030

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Denpasar, mushida.org – Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Muslimat Hidayatullah Bali digelar pada 27 Rajab 1447 H/16 Januari 2026, bertempat di Kampus Madya Hidayatullah Denpasar, Bali. Kegiatan ini dihadiri oleh senior Hidayatullah Bali, Ketua Komite Sekolah RA–MI, jajaran pengurus daerah, guru dan karyawan, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan di Bali. Musyawarah dibuka secara resmi oleh Ketua DPW […]

  • Rajut Ukhuwah, PP Muslimat Hidayatullah Menghadiri Undangan Wanita Isma di Malaysia

    Rajut Ukhuwah, PP Muslimat Hidayatullah Menghadiri Undangan Wanita Isma di Malaysia

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ukhuwah yang telah terjalin lama antara Muslimat Hidayatullah dan Wanita ISMA (Ikatan Muslimin Malaysia) menjadi alasan utama hadirnya utusan PP Mushida pada acara Konvensyen Wanita Islam Nasional atau Konwanis yang rutin diadakan oleh Wanita ISMA setiap dua tahun sekali. Ustadzah Sabriati Aziz (Ketua Majelis Penasihat Mushida) dan Ustadzah Sarah Zakiyah (Sekjend PP Mushida) sebagai utusan […]

  • Karena Kita Bunda yang Hebat

    Karena Kita Bunda yang Hebat

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    SUATU hal yang paling penting dalam proses pembangunan umat manusia adalah pendidikan. Oleh karenanya pendidikan takkan pernah kering dengan habisnya permasalahan-permasalahan seputar pendidikan. Salah satu permasalahan itu adalah mendidik anak. Anak merupakan generasi penerus pertumbuhan dan perkembangan umat manusia. Sehingga tujuan manusia menjadi seorang khalifah di bumi tercapai. Karena itu lingkungan keluarga sebagai tempat anak […]

  • KH Hasyim: “Biarkan Saja Polwan Berjilbab!”

    KH Hasyim: “Biarkan Saja Polwan Berjilbab!”

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MUSHIDA.ORG — Polemik penggunaan jilbab bagi anggota Polisi Wanita (Polwan), mendapat tanggapan dari mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Usai menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan yang digelar Kodam IV Diponegoro di Auditorium Widyatama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Selasa (3/12), dia menyatakan pimpinan Polri tak perlu melarang anggotanya yang Muslimah mengenakan seragam dinas berjilbab. […]

expand_less