light_mode
light_mode

Wanita Pemburu Surga

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Berdakwah itu tidak mudah. Butuh kekuatan hati untuk memulainya. Banyak bisikan-bisikan yang membuat kita enggan melakukannya.

“Perbaiki diri dulu baru perbaiki orang.”

“Hati-hati, kaburo maqtan ‘indallahi an taquluu maa laa taf’alun.”

“Pendakwah itu resikonya berat, loh.”

Dan masih banyak bisikan-bisikan lain yang kerap menghampiri. Demikian pula yang pernah saya alami. Suatu hari saya berada di titik, di mana jenuh itu mendekap begitu kuat, membuat diri tak sanggup bergerak. Merasa diri tak pantas menjadi pendakwah hanya karena sesekali suami komplain, soal pekerjaan rumah, atau bersuara tinggi disebabkan oleh kesalahanku sendiri. Ingin rasanya berhenti dari semua aktifitas dakwah.

Mencoba memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar dikeluarkan dari masalah. Namun ternyata jawaban yang hadir justru di luar dugaan.

Tiba-tiba masuk sebuah chat dari kawan lama. Ayu, wanita kelahiran 90-an, lembut, cantik, imut dan bertalenta. Menyampaikan sedikit prolog dan tiba pada inti masalahnya.

“Ustadzah, sejak saya pindah ke rumah mertua di Jawa, suami saya banyak berubah. Dia enggan melaksanakan shalat, cuek dan tak lagi perhatian pada saya.”

Ia melanjutkan chat-nya, “Mertua juga marah karena saya tidak mau diajak berobat kampung. Saya harus dimandikan di laut sebagai ikhtiar memiliki anak. Setiap hari rasanya ingin berpisah. Lelah rasanya menangis.”

Allahul musta’an, saya merasa shock. Seperti ditampar-tampar. Ayu, aku sangat memahami pribadinya. Sempat beberapa tahun bersamanya, saat tugas di salah satu daerah di Kaltim. Wanita yang memiliki ghirah yang tinggi untuk belajar agama, rajin halaqoh dan guru idola murid-murid TK.

“Saya sekarang jualan sembako, jam empat subuh sudah harus ke pasar mengambil barang dari tengkulak. Jaga warung sampai malam, karena suami belum ada kerjaan.” Aku termenung membayangkan sosok yang ghirah berjuangnya sangat tinggi tiba-tiba harus berada jauh dari hiruk pikuk jamaah.

Subuh yang biasanya dihabiskannya dengan tadarus dan berdzikir kini harus meninggalkan rumah menembus dinginnya cuaca. Sebuah foto barang dagangannya di motor ia kirim, gambar yang semakin menyesakkan dada. “Saya cuma pengen suami saya dapat hidayah, bisa memperlakukan saya dengan baik dan penuh kasih sayang, saya rindu nasihat Ustadzah.”

Kutarik nafas dalam-dalam. Jemariku seakan tak mampu mengetik satu huruf pun. Apa kabar hatiku? Masihkah kau di sana memelihara kufur nikmat yang meracunimu? Astagfirullah wa atubu ilaih. Bukan rasa tidak pantas yang harus dipelihara. Tapi bagaimana bisa memantaskan diri agar layak menyeru kebaikan.

Jazakillahu khairan ustadzah, saya merasa lebih kuat. Insyaallah saya akan terus mendoakannya dan mendekat pada Allah.

Ingin kubisikkan di telinganya, “Ukhty, saya yang ingin berterima kasih padamu. Saya terlalu yakin bahwa bahwa anti adalah hamba yang Allah kirimkan untuk menjawab segala gundah.” Membuka mata hati bahwa di luar sana terlalu banyak wanita yang sedang memikul beban masalah. Mereka butuh nasihat kita.

Wahai diri, tetaplah menjadi da’iyyah tangguh, agar nikmatnya iman dan Islam dapat dirasakan semua ummat.

:: Untukmu Sang Pemburu Surga ::

Segaris senyum tanpa rasa.

Hambar.

Pendar kehampaan menyeruak.

Berebut hadir dengan keimanan yang perlahan rapuh.

“Aku lelah menata hati.”

Ujarnya dengan nada putus asa.

“Apa yang kau inginkan sekarang?”

Tanyaku tanpa basa basi.

“Sendiri.”

“Jangan! Aku takut ada yang menyusup di tengah kesendirianmu, lalu mengunci pintu surgamu dengan kebaikannya.”

“Tetaplah di situ! Menangislah hingga lelah, bertahanlah hingga tercium aroma surga “

‎سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ

*/Mujtahidah M. Salbu

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungan Silaturahmi Pengurus Wilayah Mushida Sulawesi Tenggara, Kuatkan Koordinasi dan Konsolidasi

    Kunjungan Silaturahmi Pengurus Wilayah Mushida Sulawesi Tenggara, Kuatkan Koordinasi dan Konsolidasi

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    ‎‎Kendari — Dalam rangka mempererat ukhuwah, Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Sulawesi Tenggara melaksanakan kunjungan silaturahim dan konsolidasi ke daerah kepulauan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk koordinasi, menjalin keakraban, sekaligus menguatkan komunikasi dengan para kader dan anggota Mushida di daerah kepulauan. ‎‎Kunjungan silaturahim dan konsolidasi yang berlangsung selama tiga hari, pada Kamis-Sabtu, 3–5 September 2026, dimulai […]

  • PP Mushida Gelar Pelatihan Kepala Sekolah dan Guru Tahap I

    PP Mushida Gelar Pelatihan Kepala Sekolah dan Guru Tahap I

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Yogyakarta,mushida.org) Muslimat Hidayatullah mengelola lebih dari 200 PAUD yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Untuk pertama kalinya setelah Rakernas II 2022 Muslimat Hidayatullah, Departemen Pendidikan PP Muslimat Hidayatullah melalui Badan Pengembangan Mutu PAUD Muslimat Hidayatullah (BPM-PAUD MUSHIDA) mengadakan pelatihan Kepala Sekolah dan guru secara luring. Acara yang merupakan pelatihan tahap I untuk kepala sekolah […]

  • Peneliti ISA: Peduli Baitul Maqdis Bukti Iman yang Menyala

    Peneliti ISA: Peduli Baitul Maqdis Bukti Iman yang Menyala

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Mementingkan urusan sekaligus mencintai Baitul Maqdis adalah indikasi keimanan yang menyala dalam jiwa orang beriman. Hal itu ditegaskan oleh Santi WE. Soekanto, peneliti Institut Al-Aqsha untuk Riset Perdamaian (ISA) dalam paparannya saat Talk Show yang digelar di Balikpapan, beberapa waktu lalu. “Beriman kepada Allah berarti mementingkan, mencintai, dan memikirkan tempat-tempat yang dipentingkan, dicintai, dan dipikirkan […]

  • Daurah Murabbiyah Ula Kepri: Menjadi Murabbiyah yang Visioner dan Berintegritas Tinggi

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    BATAM — Bertempat di Aula Kampus Utama Hidayatullah Batam, Majelis Murabbiyah Wilayah (MMW) dan Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Hidayatullah Kepulauan Riau menyelenggarakan Daurah Murabbiyah Ula, Senin, 17 Rabiul Akhir 1443 H (22/9/2021). Acara yang bertujuan untuk menghasilkan murabbiyah halaqah tersebut menghadirkan narasumber dari Majelis Murabbiyah Pusat (MMP) Muslimat Hidayatullah, di antaranya Ustadzah Ir. Emi Pitoyanti, Ustadzah […]

  • Daurah Marhalah Wustha Mushida Papua Barat: Meneguhkan Jatidiri Menuju Sukses Gerakan Tarbiyah

    Daurah Marhalah Wustha Mushida Papua Barat: Meneguhkan Jatidiri Menuju Sukses Gerakan Tarbiyah

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MANOKWARI (Mushida.org) — Muslimat Hidayatullah (Mushida) Papua Barat menggelar kegiatan Dauroh Marhalah Wustha bertajuk “Meneguhkan Jatidiri Menuju Sukses Gerakan Tarbiyah” digelar selama 3 hari di Pondok Pesantren Hidayatullah Manokwari, Papua Barat, Jl. Trikora Arfai II Kel Anday Manokwari Papua Barat, 20-22 Dzulqaidah 1443 (19-21/6/2022). “Diharapkan dari kegiatan ini semakin memantapkan jatidiri kader dalam mengejawantah nilai nilai […]

  • Penerbangan Terakhir dan Pesan Yang Tersurat

    • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Pemulangan jenazah almarhum Laendra Rahmat Kartolo tiba di bandara Soekarno-Hatta pada Jum’at (22/10) sekitar pukul 13.10. Jenazah diterbangkan dengan pesawat Etihad bernomor EY474. Ikut dalam kepulangan tersebut, Ustadzah Rita Sahara, istri almarhum, dan Suci Oktaviani, Pengatur Perjalanan Tim Departemen Pendidikan Dasar Menengah DPP Hidayatullah ke Turki. Setelah melalui prosedur pemulangan jenazah dan mendapat hasil PCR […]

expand_less