light_mode
light_mode

Srikandi Pengukir Sejarah, Pencorak Peradaban Ummah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pepatah Arab mengatakan bahwa wanita adalah tiang dan pondasi negeri. Sebuah negeri akan menjadi baik jika wanitanya memiliki pribadi yang baik. Peran muslimah dan ummahat sangat berpengaruh dalam mengokohkan pilar keluarga.

Berkaca dari hal tersebut, Wanita Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) menghadirkan webinar dengan tema, “Srikandi Pengukir Sejarah, Pencorak Peradaban Ummah.” Webinar yang mengundang empat tokoh organisasi muslimah asal empat negara ini digelar pada 31 Oktober 2021.

Arti Srikandi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan nama salah seorang istri Arjuna (tokoh wayang) yang sangat berani dan pandai memanah. Sedangkan menurut istilah, Srikandi dapat diartikan sebagai pahlawan wanita yang gagah berani.

Webinar yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta ini mengupas tentang Srikandi asal empat negara yang telah mengukir sejarah, meninggalkan jejak kebaikan dan pahlawan perempuan yang berjasa dalam membangun peradaban sebuah bangsa.

Dr. Suriani Sudi, Ketua Wanita ISMA menyebutkan bahwa Tun Kudu ialah salah satu Srikandi asal Malaysia yang selalu mementingkan kepentingan negara daripada kepentingannya sendiri.

“Hidupnya seperti lilin yang membakar diri sendiri untuk menerangi orang lain. Ia selalu rela berkorban untuk bangsa. Tun Kudu berjaya mendidik anak-anaknya menjadi pemimpin yang berjaya dan menjadi orang besar-besar Melaka,” ungkapnya.

Turut hadir sebagai pembicara yaitu Hj. Zubaidah Binti Hj. Kamaludin, Ketua Persatuan Siswazah Wanita Brunei Darussalam.

Dalam pemaparannya, Hj. Zubaidah menyampaikan tentang tujuan dari organisasi Persatuan Siswazah Wanita Brunei Darussalam yaitu menyatukan para siswazah wanita di Brunei Darussalam dan memelihara pertalian profesional di kalangan mereka. Mewujudkan forum bagi perbincangan atas perkara-perkara yang berkaitan wanita dalam perkembangan diri, keluarga, masyarakat dan negara.

Salah seorang Srikandi asal Brunei Darussalam ialah Hj. Zahrah binti Haji Idris.
“Dalam usaha menyebarkan syiar Islam, beliau sering mengadakan kegiatan keagamaan seperti kuliah subuh, kelas mengaji al-Quran, majelis tahlil, majelis dikir, sholat tarawih berjama’ah sepanjang bulan Ramadhan, majelis bertadarus dan kelas menghafaz Al-Quran di rumah beliau,” terangnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Siapapun yang mendukung dua gadis sampai mereka mencapai kedewasaan, dia dan aku akan datang pada hari kiamat (dekat satu sama lain) seperti ini – Rasulullah bergabung dengan jarinya untuk menggambarkan kedekatan.” (HR. Muslim)

Hadits tersebut disampaikan oleh narasumber asal Indonesia, Kurnia Irawati Istadi, Anggota Majelis Penasehat Muslimat Hidayatullah.

Ia memperkenalkan salah seorang pahlawan perempuan asal Indonesia yaitu Rahmah El-Yunusiah. Rahmah mendapat gelar kehormatan “Syaikhah” dan menjadi perempuan pertama yang mendapatkan gelar tersebut dari Al-Azhar. Kedatangan Rahmah dan cerita soal Sekolah Diniyyah menginspirasi Al-Azhar untuk membuka Kulliyatul Lil Banat—Fakultas khusus perempuan yang direalisasikan pada 1962.

“Mencerdaskan kaum wanita, adalah keutamaan dalam perjuangan Islam. Jadilah wanita yang dibanggakan Rasulullah. Teguh berpegang Syariah dan berani membela Islam hingga bertaruh nyawa,” imbuhnya.

Dalam pemaparannya, penulis buku ini juga memperkenalkan Hj. Aida Chered, Srikandi Hidayatullah, seorang istri pendiri Hidayatullah yang berjuang memajukan umat dalam membangun peradaban Islam. Hingga kini, Hidayatullah memiliki 374 cabang, dengan 9 Perguruan Tinggi, 385 Sekolah menengah, dan 200 PAUD-TK.

“Tugas kita muslimah nusantara, membangun peradaban Islam dunia. Berdakwah melalui sosial media, dan bekerja sama dalam bidang ekonomi,” pungkasnya.

Tak kalah menarik, narasumber asal Singapura, Dr. Bibi Jan Mohd Ayyub yang menuturkan tentang kisah Nuasibah binti Kaab R.A, merupakan wanita Anshar yang telah berbai’ah dengan Rasulullah bersama golongan laki-laki dalam Perjanjian Aqabah 2.

Kisah heroik Nusaibah yang paling dikenang sepanjang sejarah adalah pada saat Perang Uhud, di mana ia dengan segenap keberaniannya melindungi Rasulullah. Pada perang itu, Nusaibah bergabung dengan pasukan Islam untuk mengemban tugas di bidang logistik dan medis.

Dalam berbagai riwayat disebutkan, bahwa ketika itu Nusaibah berperang penuh keberanian dan tidak memedulikan diri sendiri ketika membela Rasulullah. Saat itu, Nusaibah menderita luka-luka di sekujur tubuhnya. Namun hebatnya, Nusaibah tidak pernah mengeluh, mengadu, atau bersedih.

“Di manapun dan kapanpun yang terpenting ialah pembentukan akidah, tasawwur, syariah dan akhlak kita dan menghidupkan amal makruf nahi mungkar, serta mengikut ajaran Allah dan Rasul,” tutur Ahli Lembaga Pengarah, Kelab Heal Aktivis Sosial Singapura ini.

Sebagaimana narasumber lainnya, ia menyampaikan pahlawan asal Singapura. Che Zahara binte Noor Mohamed atau panggilan pendeknya Che Zahara (1907–1962) adalah seorang aktivis Melayu Singapura yang giat memperjuangkan hak Wanita. Beliau pendiri organisasi Muslimah pertama di Singapura yaitu Persatuan Kebajikan Wanita Melayu (Malay Women’s Welfare Association, MWWA).

Tuga seorang perempuan tak boleh dianggap remeh. Perannya sebagai pembangun peradaban tak bisa dipandang sebelah mata. Perempuan yang senantiasa melakukan ketaatan kepada Allah, memiliki aqidah yang kokoh, berakhlak mulia memiliki kedudukan tinggi yang sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya. Untuk itu, webinar ini diharapkan mampu menyerap spirit perjuangan dan menjadikan teladan para Srikandi dalam mengukir sejarah dan membangun peradaban bangsa.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muslimat Hidayatullah Kota Baubau Selenggarakan Hari Solidaritas Jilbab se-Dunia

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    BAUBAU – Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah (Mushida) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara mengadakan kegiatan sosial berbagi hijab gratis kepada masyarakat yang membutuhkan dalam rangka memperingati Hari Solidaritas Jilbab se-Dunia (HSJD) atau International Hijab Solidarity Day (IHSD) tahun 2025. Peringatan Hari Solidaritas Jilbab se-Dunia sendiri bertujuan untuk merayakan kebebasan bagi para perempuan muslimah dalam mengenakan hijab mereka. […]

  • Anggota MPR RI Rangkul Mushida Bontang Bangun Bangsa

    Anggota MPR RI Rangkul Mushida Bontang Bangun Bangsa

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2015
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Neni Moerniaeni menilai masih banyak perempuan di Indonesia, terutama di Kota Bontang, Kalimantan Timur belum berdaya. Penilaian itu dilihat dari minimnya partisipasi kaum hawa dalam pembangunan Kota Bontang. Sebab itu, legislator Senayan yang mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bontong itu tidak membuang-buang kesempatan. Ketika bertemu dengan ratusan anggota Muslimat […]

  • Covid-19 Masih Mewabah, Mushida Kebumen Bagikan Sembako

    Covid-19 Masih Mewabah, Mushida Kebumen Bagikan Sembako

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KEBUMEN – Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, membagikan sembako kepada masyarakat kelompok rentan terdampak virus Corona atau Covid-19 terutama guru ngaji, ustadz, marbot masjid, pengurus pesantren serta masyarakat fakir dan dhuafa di wilayah Kebumen. Pembagian sembako tersebut diselenggarakan bekerjasama dengan Yayasan Al Islam Kebumen beserta jaringan dan berbagai pihak simpatisan donatur yang turut […]

  • PW Mushida DIY Jateng Bagsel Siap Implementasikan Jati Diri Hidayatullah

    PW Mushida DIY Jateng Bagsel Siap Implementasikan Jati Diri Hidayatullah

    • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    PW Muslimat Hidayatullah DI Yogyakarta Jawa Tengah Bagian Selatan (DIY Jateng Bagsel) mengadakan Musyawarah Wilayah di Grha Mutiara Dsn. Nglanjaran, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta pada 12-13 Februari 2021/30 Jumadil Akhir-01 Rajab 1442 H. Acara yang diselenggarakan secara virtual tersebut dihadiri oleh perwakilan PP Muslimat Hidayatullah, istri dari ketua-ketua DPD Hidayatullah DIY Jateng Bagsel, PW […]

  • Wanita Bahagia Negara Sejahtera, Oleh-oleh dari Konwanis 2018

    Wanita Bahagia Negara Sejahtera, Oleh-oleh dari Konwanis 2018

    • calendar_month Minggu, 2 Sep 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Oleh Zahratun Nahdhah* ADA adagium menyatakan, wanita adalah tiang negara. Jika tiangnya kuat, maka kuatlah bangunan negara. Tetapi jika tiangnya rapuh, maka rapuhlah bangunan negara tersebut. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk selalu menjaga wanita sebagai tiang negara. Wanita harus senantiasa bahagia dan dibahagiakan. Karena dengan ibu yang bahagia akan terlahir anak-anak yang bahagia. Dengan […]

  • Cegah Arus Liberalisme, PP Mushida Selenggarakan Webinar Bertajuk Liberalisme dalam Perspektif Islam dan Sosial

    Cegah Arus Liberalisme, PP Mushida Selenggarakan Webinar Bertajuk Liberalisme dalam Perspektif Islam dan Sosial

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, Mushida.org) Dalam rangka syiar untuk menguatkan kembali pemahaman yang utuh tentang kebebasan dan liberalisme, Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga PP Muslimat Hidayatullah menghadirkan Webinar Kajian Ukhuwah Muslimat Hidayatullah yang bertajuk “Liberalisme dalam Perspektif Islam dan Sosial” pada 29/06/2022 secara virtual. “Saat ini, banyak orang yang berusaha ingin memadamkan cahaya Allah.  Maka dibutuhkan dakwah. Namun […]

expand_less