light_mode
light_mode

Cegah Arus Liberalisme, PP Mushida Selenggarakan Webinar Bertajuk Liberalisme dalam Perspektif Islam dan Sosial

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Jakarta, Mushida.org) Dalam rangka syiar untuk menguatkan kembali pemahaman yang utuh tentang kebebasan dan liberalisme, Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga PP Muslimat Hidayatullah menghadirkan Webinar Kajian Ukhuwah Muslimat Hidayatullah yang bertajuk “Liberalisme dalam Perspektif Islam dan Sosial” pada 29/06/2022 secara virtual.

“Saat ini, banyak orang yang berusaha ingin memadamkan cahaya Allah.  Maka dibutuhkan dakwah. Namun dakwah tidak dapat dilakukan sendiri. Untuk itu, Muslimat Hidayatullah membutuhkan sinergi dengan organisasi lain agar dapat menegakkan kalimat Allah,” tutur Ketua Umum PP Mushida, Ustadzah Hani Akbar dalam menyampaikan sambutannya.

Allah berfirman

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am: 162)

Keluarga bagian terkecil dari peradaban, tegasnya. Kebaikan yang kita usahakan hari ini mungkin kecil, tapi semoga yang kecil ini menjadi usaha kita dalam mengembalikan keluarga kepada fitrah Islam.

“Gaya hidup bebas saat ini semakin marak bahkan memprihatinkan. Banyak penyimpangan yang terjadi mengatasnamakan kebebasan, yang berdampak pada tatanan kehidupan sosial terutama agama. Hal ini tentunya menjadi renungan bagi kita mengapa dan bagaimana itu bisa terjadi,” ucap Ustadzah Wulan Sari, sebagai Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga PP Mushida, sekaligus moderator dalam mengantarkan kajian inti pada kegiatan ini.

Liberalisme merupakan sebuah ideologi filsafat dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai yang utama.

“Liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir dan berkespresi bagi individu,” papar Ustadzah Sarah Zakiyah pada materi yang disampaikan oleh kurang lebih 190 partisipan yang hadir pada Teleconference Zoom tersebut.

Nilai liberalisme terdiri dari nilai kesetaraan pada semua manusia, memperlakukan orang lain sesuai perkembangan, penguasa menjalankan kekuasaannya sesuai persetujuan yang dipilih, individulisme, negara hanya sebagai alat dan anti dogmatis.

“Sisi positif dari paham liberal menjunjung tinggi kemerdekaan batin, menolak segala macam pembatasan. Sedangkan sisi negatifnya, paham ini membolehkan orang berbuat semaunya, sehingga keluar dari norma agama yang berlaku,” terang Sekretaris Jenderal PP Mushida ini.

Dalam perkembangannya, paham liberal pada abad 19-20 ditandai dengan semangat modernisme dan postmodernisme yang menekankan pada ide sesuai dengan kultur manusia modern.

“Dalam paham liberal, agama disesuaikan dengan ilmu pengetahuan dan kultur manusia modern. Sedangkan dalam Islam, akal manusia tidak bisa menggapai semunya,” ungkapnya.

Liberalisme pemikiran Islam di antaranya mengubah penafsiran terhadap Al-Qur’an, pluralisme agama, kesetaraan gender atau feminisme dan lain-lain.

Kontributor tetap kolom Jendela Keluarga pada majalah Suarah Hidayatullah ini juga menerangkan bahwa ada dampak yang ditimbulkan dari liberalisme yaitu rusaknya tatanan kehidupan bermsayarakat, tersamarkannya konsep kebenaran atau kebatilan, dan terbentuknya kehidupan tanpa nilai.

Allah berfirman

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (QS Ali Imran: 19)

“Agar tidak terbawa arus paham liberal ini, sebagai seorang muslimah kita harus mempelajari Islam secara intelektual, memahami Islam secara kaffah, dan memahami tafsir Qur’an,” pungkasnya.

Selain dihadiri oleh Muslimat Hidayatullah, kegiatan ini turut dihadiri oleh pengurus maupun anggota dari organisasi wanita lainnya seperti PB Wanita Al Irsyad, Salimah, Muslimat Al Washliyah, Forum Silaturahim Antar Penganjian (FORSAP), Persistri, Nasyiatul Aisyiyah, Delta Al Quran, PII Wati kairo, RA Orbit Surakarta, dan TK Al Istiqomah.

Semoga kita diberi hidayah oleh Allah untuk bisa memilih jalan yang lurus dan mampu membedakan yang haq dan bathil sehingga Allah menjauhkan kita dari paham liberal ini.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seminar Keluarga PW Mushida Sulawesi Utara Jadikan Ibu Bijak di Era Digital

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (Bitung, mushida.org) PW Muslimat Hidayatullah Sulawesi Utara menggelar acara Seminar Keluarga pada hari Sabtu, 3 Februari 2024 yang merupakan rangkaian Rapat Kerja Wilayah Mushida Sulawesi Utara. Seminar Keluarga dengan tema “Menjadi Ibu Bijak dan Keren di Era Digital” dengan narasumber Sarah Zakiyah (Sekretaris Jenderal PP Mushida) dan moderator Wulan Sari (Ketua Departemen HAL PP Mushida) […]

  • PP Mushida Peserta Silaturrahim Akbar Nasional Ormas Pemuda-Pemudi Islam

    PP Mushida Peserta Silaturrahim Akbar Nasional Ormas Pemuda-Pemudi Islam

    • calendar_month Senin, 22 Mei 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menjadi salah satu undangan peserta kegiatan acara Silaturrahim Akbar Nasional Ormas Pemuda-Pemudi Islam yang digelar selaam 2 hari di Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta Pusat (20-21 Mei 2017). Utusan Muslimat Hidayatullah dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Ketua Bidang Organisasi dan Annisa PP Muslimat Hidayatullah Ustadzah Sarah Zakiyah, […]

  • PW Mushida Papua Tengah Selenggarakan Training Pranikah

    PW Mushida Papua Tengah Selenggarakan Training Pranikah

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Timika, mushida.org – Departemen Keputrian PW Muslimat Hidayatullah Papua Tengah menggelar acara Training Pranikah dengan tema “Meraih Pernikahan Barokah dengan Takwa.” Kegiatan ini berlangsung pada 12-13 Oktober 2024 di Aula Iskandar Pesantren Hidayatullah Timika, Jl. Poros Mapuru Jawa KM. 09 Timika, Papua. Acara ini diikuti oleh 46 remaja putri dari daerah Nabire dan Timika. Training Pranikah ini digelar dengan […]

  • PW Mushida Papua Selatan Tebar Ratusan Hijab Dalam Kegiatan HSJD

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Merauke, mushida.org – Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Papua Selatan memperingati Hari Solidaritas Jilbab Sedunia (HSJD) yang merupakan agenda tahunan Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah. Kegiatan yang dilaksanakan pada 05 September 2025 ini berhasil mengumpulkan 120 buah hijab. Kegiatan yang berlokasi di kota Merauke ini dihadiri oleh puluhan muslimah dari berbagai kalangan yang berpartisipasi aktif dalam pembagian […]

  • Pesan Umi Lathifah: Menjadi Sebaik-baik Manusia Dengan Berdakwah

    Pesan Umi Lathifah: Menjadi Sebaik-baik Manusia Dengan Berdakwah

    • calendar_month Minggu, 20 Des 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    BERDAKWAH baginya adalah harga mati yang tak dapat ditawar. Hal tersebut dikatakan oleh seorang daiyah senior Hidayatullah, Umi Lathifah. Daiyah yang telah berkecimpung di dunia dakwah selama 25 tahun ini bercerita tentang perjalanan dakwahnya. “Dari perjalanan dakwah tersebut, nyaris tidak ada pahitnya,” aku Umi Lathifah dalam menuturkan perannya sebagai da’iyah yang aktif mengajar majelis ta’lim […]

  • Muslimah Indonesia Kritik Polri Soal Jilbab Polwan

    Muslimah Indonesia Kritik Polri Soal Jilbab Polwan

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Foto milik Tempo Media Kongres Muslimah Indonesia yang dilaksanakan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat mengkritik Polri yang terus mengulurkan SK Jilbab Polwan. Kongres Muslimah Indonesia adalah kongres muslimah nasional pertama kali yang dilaksanakan setelah Indonesia merdeka. “Mengenai polwan berjilbab adalah hak asasi manusia, lalu kenapa terus di tunda-tunda, ” ujar Tutty Alawiyah, Ketua MUI Pusat […]

expand_less