light_mode
light_mode

Melahirkan Kader

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Sarah Zakiyah (Sekretaris Jendral PP Mushida)

Kader, menurut KBBI V adalah orang yang diharapkan akan memegang peran penting dalam pemerintahan, organisasi, atau semisalnya. Menurut PDO Muslimat Hidayatullah, kader adalah penggerak inti organisasi. Apapun istilah yang lahir dari kata ini, saya tidak ingin berpanjang kata untuk mengungkapkannya.

Lumrah bagi seorang pemimpin yang melahirkan ideologi untuk membangun suatu keberlangsungan hidup yang baik di suatu komunitas, menginginkan anak keturunannya mewarisi apa yang telah ia bangun. Anak-anak keturunan yang mengusung ideologi orang tuanya, itulah yang saya pahami sebagai kader biologis.

Bulan Dzulhijjah yang akan kita jelang bersama, menyuguhkan kepada kita harapan seorang nabi dan juga kader dakwah tauhidullah, Ibrahim ‘alaihissalam. Waktu beliau untuk menunggu lahirnya kader biologis itu sangatlah panjang. Ketika yang ditunggu telah lahir, ujian ketaatan pada Dzat Pemberi datang silih berganti. Beliau berhasil melewati ujian demi ujian tersebut. Beliau telah lulus menjadi kader dakwah yang dicintai dan terus disebut kebaikannya hingga berakhirnya masa dunia.

Terkait dengan kader biologis yang beliau dambakan, bait-bait doa beliau menghiasi lembaran mushaf yang kita baca saat ini. Harapan-harapan agar anak keturunan beliau mampu meneruskan estafeta dakwah tauhidullah itu selalu beliau labuhkan pada Allah SWT.

Harapan-harapan itu dapat kita baca di surah Ibrahim dari ayat 35-41

(وَإِذۡ قَالَ إِبْرٰهِيْمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَذَا ٱلۡبَلَدَ ءَامِنࣰا وَٱجۡنُبۡنِی وَبَنِیَّ أَن نَّعۡبُدَ ٱلۡأَصۡنَامَ ۝ رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضۡلَلۡنَ كَثِیرࣰا مِّنَ ٱلنَّاسِۖ فَمَن تَبِعَنِی فَإِنَّهُۥ مِنِّیۖ وَمَنۡ عَصَانِی فَإِنَّكَ غَفُورࣱ رَّحِیمࣱ ۝ رَّبَّنَاۤ إِنِّیۤ أَسۡكَنتُ مِن ذُرِّیَّتِی بِوَادٍ غَیۡرِ ذِی زَرۡعٍ عِندَ بَیۡتِكَ ٱلۡمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِیُقِیمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجۡعَلۡ أَفۡئدَةࣰ مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهۡوِیۤ إِلَیۡهِمۡ وَٱرۡزُقۡهُم مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمۡ یَشۡكُرُونَ ۝ رَبَّنَاۤ إِنَّكَ تَعۡلَمُ مَا نُخۡفِی وَمَا نُعۡلِنُۗ وَمَا یَخۡفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِن شَیۡءࣲ فِی ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِی ٱلسَّمَاۤءِ ۝ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِی وَهَبَ لِی عَلَى ٱلۡكِبَرِ إِسۡمَاعِیلَ وَإِسۡحَاقَۚ إِنَّ رَبِّی لَسَمِیعُ ٱلدُّعَاۤءِ ۝ رَبِّ ٱجۡعَلۡنِی مُقِیمَ ٱلصَّلَوٰة وَمِن ذُرِّیَّتِیۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَاۤءِ ۝ رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لِی وَلِوَ ٰ⁠لِدَیَّ وَلِلۡمُؤۡمِنِینَ یَوۡمَ یَقُومُ ٱلۡحِسَابُ)

Beliau memohon pada Allah SWT agar ia dan keturunannya dijauhkan dari penyembahan berbagai bentuk berhala juga meminta agar ia dan keturunannya selalu menjaga sholat dengan tetap mendirikannya.

Yang patut kita renungkan dari harapan-harapan beliau kepada keturunan beliau agar kelak menjadi kader idologi yang ia emban adalah, kegigihan beliau membimbing dan mendoakan. Cuplikan-cuplikan dialog beliau kepada Ismail dalam al-Quran, menunjukkan bahwa beliau selalu menanamkan dalam diri Ismail karakter tauhid, meyakinkan kepadanya bahwa jalan ideologi yang mereka usung adalah jalan yang benar. Hingga Ismail memiliki keyakinan yang bulat tanpa cela pada Allah SWT dan jalan ideologi tauhid yang ayahnya lalui.

Tongkat ideologi itu akhirnya terus berlanjut hingga nabi terakhir, Muhammad SAW diutus.

Jika keturunan Nabi Ibrahim AS adalah potret kader biologis yang dapat dilihat kekaderannya sejak kecil, kita beralih ke satu kisah lain yang harus menunggu waktu agar keyakinan terhadap jalan ideologi sang bapak dapat dipahami.

Sebutlah kisah Abdurrahman bin Abu Bakar ash-shiddiq. Ketika tabuh perang Badar mulai dibunyikan, Abdurrahman maju dan ayahnya bersedia untuk mubarozah dengannya, duel penanda perang dimulai. Tak cukup hanya di Badar. Saat perang uhud, Abdurrahman adalah salah satu pasukan pemanah kuffar quraisy yang memerangi muslimin.

Jalan ideologi ayahnya yang juga orang nomor satu Rasulullah SAW itu tidak serta merta diikuti oleh anaknya. Tidak saja menolak, tapi justru memerangi. Sebagai orang tua, yang pasti memiliki harapan kebaikan untuk anak keturunannya, saya yakin Abu Bakar radhiyallahu anhu tidak pernah melepas Abdurrahman dalam bait-bait doa kebaikannya.

Akhirnya, doa itu terwujud tujuh belas tahun setelah jalan ideologi yang mereka telusuri berbeda.

Ismail dan Abdurrahman adalah contoh pewaris ideologi yang diusung oleh orang tua mereka. Dalam perjalanan sejarah kita juga membaca kisah Kan’an yang lahir dan dididik oleh seorang Nabi tapi justru menjadi penentang keras ideologi ayahnya. Juga tentang kisah pengusung ideologi watsaniy/berhala ternama semisal Azar, tidak dapat mewariskan ideologinya kepada Ibrahim AS.

Tiga cuplikan kisah pengusung ideologi tauhid di atas cukup memberi pelajaran kepada kita bahwa menanamkan ideologi pada anak biologis dan melahirkan kader ideologis bukanlah pekerjaan yang ringan. Usaha ke arah tersebut membutuhkan doa, ilmu, usaha, dan doktrin yang terus menerus ditanamkan pada anak biologis dan calon kader ideologis. Persiapan untuk melahirkan kader tidak cukup dilakukan setahun dua tahun, tapi harus dicanangkan dari sejak berdirinya komunitas atau organisasi. Ketika para pemimpin terlambat untuk menyiapkan kader, maka sudah dipastikan kepunahan komunitas atau organisasi tersebut.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mushida Gutem Gelar Daurah Grand MBA Murabbiyah

    Mushida Gutem Gelar Daurah Grand MBA Murabbiyah

    • calendar_month Senin, 16 Des 2019
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Sebagai upaya menjawab tantangan dakwah dan memenuhi kebutuhan ummat, bidang dakwah dan pengaderan Muslimat Hidayatullah Wilayah Khusus Gunung Tembak menggelar pelatihan baca Al Quran metode Grand MBA bagi para murabbiyah halaqah dan pengampu majelis taklim dibawah binaan Mushida dengan tema “Melahirkan Murabbiyat yang Memiliki Kompetensi Dalam Bidang Al quran”. Acara ini diselenggarakan di kampus Ummul […]

  • Ketua Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah Hadiri World Peace Forum di Jakarta

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Jakarta, mushida.org – Deklarasi berdirinya Global Forum of Muslim Women (GFMW) menjadi salah satu capaian bersejarah dari perhelatan World Peace Forum (WPF) ke-9 yang diselenggarakan pada 9–11 November 2025 di Jakarta. Organisasi internasional ini lahir sebagai wadah kolaboratif perempuan Muslim dunia untuk berkontribusi dalam pembangunan peradaban Islam global melalui pemberdayaan, pendidikan, dan kemanusiaan. Ketua Majelis […]

  • Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Talenta Muda Mushida Tegaskan Aspek Profetik, Inovatif, Kolaboratif

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Dr. H. Nashirul Haq, MA, menutup acara kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Talenta Muda Muslimat Hidayatullah yang digelar Lembaga pendidikan dan pelatihan Hidayatullah Institute (HI) Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah bersinergi dengan PP Muslimat Hidayatullah di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, pada 17 November […]

  • Mushida DIY dan Sleman Gelar Baksos untuk Masyarakat di Lereng Merapi

    Mushida DIY dan Sleman Gelar Baksos untuk Masyarakat di Lereng Merapi

    • calendar_month Kamis, 13 Jul 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Pengurus Wilayah Muslimat Hiadyatullah DI Yogyakarta menggelar acara bakti sosial untuk masyarakat di Lereng Merapi belum lama ini. Selain bakti sosial juga dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyaralat. Acara ini teselenggara berkat kerjasama PD Mushida Sleman dan Laznas BMH. Berikut ini dokumentasinya:

  • Rekatkan Ukhuwah, PP Mushida Adakan Silaturahmi dengan Muslimat Al-Ittihadiyah

    Rekatkan Ukhuwah, PP Mushida Adakan Silaturahmi dengan Muslimat Al-Ittihadiyah

    • calendar_month Kamis, 28 Jul 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, Mushida.org) Demi merekatkan ukhuwah dan memperkuat organisasi, PP Muslimat Hidayatullah mengadakan kunjungan kepada Muslimat Al-Ittihadiyah di Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Jl. Lapangan Ros Utara No.27 RT. 4/RW. 6 Bukit Duri, Kec. Tebet, Jakarta pada 27/07/2022. Sebagai informasi, Al-Ittihadiyah adalah organisasi massa Islam dari Sumatera Utara. Organisasi ini didirikan di Medan pada 27 […]

  • Siapkan Pemimpin Unggul, PP Mushida Selenggarakan ToT Latihan Dasar Kepemimpinan

    Siapkan Pemimpin Unggul, PP Mushida Selenggarakan ToT Latihan Dasar Kepemimpinan

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Latihan Dasar Kepemimpinan dilaksanakan dalam rangka melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang memiliki pemahaman mendalam tentang kepemimpinan Islam dan nilai-nilai Hidayatullah. Ini menjadi hal penting dan strategis dalam memastikan estafet kepemimpinan dakwah dapat terus berlanjut secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan umat. Kabid Organisasi PP Mushida mengadakan Training of Trainer Latihan Dasar Kepemimpinan secara online dengan tema […]

expand_less