light_mode
light_mode

Nyaris Ketinggalan Pesawat dan Hikmah Bianglala Kehidupan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Sarah Zakiyah*
WAKTU menunjukkan pukul 17.08 WITA, Sabtu (25/2/2020) ketika kami meninggalkan Kampus Hidayatullah Makassar. Tuan rumah yang mengantar bertanya kepadaku, “sudah pernah ke pantai Losari?”.  Aku jawab, “sudah, tapi gak tau kalo Bu Iryani.”
Setelah memastikan jadwal penerbangan setelah pemberitahuan delay 40 menit, dengan percaya diri tuan rumah mengisi e-toll di sebuah toko ritel. “InsyaAllah lewat tol kita sampai bandara paling lambat pukul 19.00.”
Sejak memasuki jalan tol, aku melihat arus di sebelah jalan yang kami lalui, macet tak bergerak. Tapi mobil yang membawa kami terus melaju. Sekitar pukul 17.50 mobil diparkirkan di area pantai Losari. Kami pun berfoto-foto sebentar. 
Pukul 18 lebih sedikit, aku sudah gelisah membayangkan mobil yang tidak bergerak di jalan ke arah balik. Tuan rumah masih menawarkan untuk mengunjungi Masjid 99 Menara. Aku gak mau.
Mobilpun melunjur mulus di jalan tol diselai canda anak-anak. Sekitar 9 km perjalanan ke bandara tersisa, mobil tidak bergerak.
Sekira 15 menit sebelum pukul 19.00, tuan rumah memutuskan turun dari mobil. Mobil dialihkan ke Ustadz Muhaimin. Tuan rumah yang terlihat super tenang itu (terlihat saja, karena ketika suara pemandu wanita di HP mengatakan tentang perkiraan waktu tempuh, beliau meniadakan suara), meminta KTP kami dan berlari di bawah rintik-rintik hujan, mencari ojek menyeberang ke jalan non-tol menuju bandara.
Sekitar pukul 19.19 kami masih mencari celah di jalan raya yang macet tak bergerak. Di saat itu pula kabar dari tuan rumah kami terima, bahwa check in telah berhasil.
Alhamdulillah, hanya hamdalah yang terucap, walau dadaku terasa sesak. Tidak mungkin dalam waktu 20 menit menempuh kemacetan yang belum separuh kami tempuh.
Tetiba hape Ustadz Muhaimin berdering. Karena hape istri pak Suwito kehabisan energi. “Coba lobi lagi untuk ditunda keberangkatan, karena sepertinya banyak yang terperangkap di jalan ini. Banyak yang turun di tengah jalan dan memilih berjalan kaki,” ujar Ustadz Muhaimin.
Masih 800 meter menuju bundaran yang menyempit dan membuat macet. Pak Wito menelepon lagi, bahwa ada delay tambahan selama 30 menit, berarti pesawat akan take off pukul 20.10 WITA.
Hufft… Aku menarik napas dan mengeluarkannya panjang, melegakan dadaku yang seakan terhimpit beban berat.
Bundaran berhasil dilewati. Sekitar 20 menit sebelum jadwal take off, kami sampai dengan Pak Wito yang telah sigap mengangkut barang-barang kami.
Berlari kami susuri lantai-lantai bandara, pak Wito dan Ust Muhaimin mengurus barang barang yang akan dimasukkan ke bagasi. Dan aku hanya menatap dengan kaki lemas dan dada yang masih sesak.
Ustadz Muhaimin memberikan 3 boarding pass kepada kami. Kami naik duluan dengan membawa barang yang lumayan banyak agar lebih cepat. Sesampai di mesin pemeriksaan barang, tas bu Iryani yang berisi durian olahan (demi teman-teman di Depok) ditahan. “Masih tercium baunya,” kata petugas. 
Akhirnya ustadz datang untuk mempertahankan dengan meminta izin me-wrapping makanan tersebut. Aku hanya berdiri menatap dari lantai dua.
Kami bertiga berlari dengan bawaan yang lumayan banyak. Sampai di pesawat, aku sudah ga kuat lagi membawa bawaanku, aku tendang-tendang tas biruku yang lumayan berat, dengan tatapan mengerikan dari para penumpang (perasaanku aja mungkin)
Alhamdulillah, laa haula walaa quwwata illaa billah. Ternyata, masih ada sedikit masalah berkenaan dengan kursi. Tempat yang terpisah antara Husain dan bu Iryani harus dimintakan kesediaan yang alot ke penumpang lain.
Saat kami duduk, bersama itu pula pengumuman bahwa pintu pesawat akan ditutup dan petugas darat diminta meninggalkan pesawat.
Aku duduk, merapatkan seat belt, mengusap peluh yang bertambah deras keluar karena AC pesawat belum maksimal dinyalakan.
Kutatap hapeku. Terbaca ada beberapa panggilan masuk. Aku tulis status WA dan mengabaikan tanya tentang kami di group whatsapp. Status itu cukuplah sudah menjawab tanya mereka.
Jazaakumullah khoiron ikhwati fillah di kota daeng. Terima kasih atas husnudhdhiyafah yang kami terima. Kebaikan kalian sungguh hanya Allah SWT yang dapat membalasnya. Semua telah tercatat di lauh mahfudz tanpa setitikpun terlewat.
_____
*) SARAH ZAKIYAH, penulis adalah Kepala Bidang Organisasi dan Annisa Pegurus Pusat Muslimat Hidayatullah
  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati HUT RI, Muslimat Hidayatullah Batam Meriahkan dengan Perlombaan

    Peringati HUT RI, Muslimat Hidayatullah Batam Meriahkan dengan Perlombaan

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Haluna
    • 0Komentar

    Batam — Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Muslimat Hidayatullah Batam menggelar kegiatan penuh keceriaan dan kebersamaan yang diikuti oleh balita, anak-anak, hingga para Ummahat pada Ahad, 16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan berbagai perlombaan yang menghibur sekaligus menciptakan suasana penuh kegembiraan bagi seluruh peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 36 Anggota Muslimat […]

  • Muslimat Hidayatullah Papua Selenggarakan Daurah Marhalah Wustha

    Muslimat Hidayatullah Papua Selenggarakan Daurah Marhalah Wustha

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Timika, Mushida.org) Daurah Marhalah Wustha yang diselenggarakan di Timika pada 22-25 Juni 2022 ini dihadiri oleh 31 peserta dari Jayapura, Sentani, Keerom, Merauke, dan Timika. Daurah Marhalah Wustha merupakan salah satu bagian dari  program kaderisasi Hidayatullah, para peserta merupakan alumni Daurah Marhalah Ula dan telah melaksanakan Halaqoh Ula minimal selama satu tahun. Selain itu, sebelum […]

  • Mengantar Anak Kita Menuju Masa Aqil Baligh

    Mengantar Anak Kita Menuju Masa Aqil Baligh

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2015
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ilustrasi Oleh Amalia Husnah Bahar* PUNCAK kejayaan peradaban Islam  adalah ketika Rasulullah memimpin Islam di kota Madinah. Salah satu indikatornya adalah kesiapan para pemuda untuk mengambil tanggungjawab dalam membangun umat demi kejayaan Islam. Kesiapan para pemuda ini untuk mengisi perannya di semua lini adalah karena keberhasilan mendidik menuju aqil baligh mereka. Tersebutlah sahabat-sahabat yang menjadi […]

  • PD Muslimat Hidayatullah Gowa Hadirkan Semangat Berbagi di Hari Solidaritas Jilbab Sedunia

    PD Muslimat Hidayatullah Gowa Hadirkan Semangat Berbagi di Hari Solidaritas Jilbab Sedunia

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    GOWA — Dalam rangka memperingati Hari Solidaritas Jilbab Sedunia (HSJD), Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Kabupaten Gowa melaksanakan kegiatan berbagi bersama warga setempat pada Jum’at, 4 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung semangat kepedulian dan kebersamaan dengan menjadikan momentum Hari Solidaritas Jilbab Sedunia sebagai kesempatan untuk berbagi kebahagiaan kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, para pengurus Muslimat Hidayatullah Gowa […]

  • Seminar Negeri Serumpun: Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Beradab

    Seminar Negeri Serumpun: Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Beradab

    • calendar_month Kamis, 12 Jul 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KELUARGA adalah unit terkecil suatu negara. Jika ingin membangun negara, maka kita harus membangun keluarga terlebih dahulu. Setiap anggota keluarga masing-masing mempunyai tugas dan peran yang harus dilakukan dengan cara ma’ruf dan sesuai dengan syariat sehingga keharmonisan keluarga bisa tercipta, bahkan menjadi sebuah kekuatan. Ayah, Ibu dan Anak yang terikat dalam institusi keluarga menjadi pelaku […]

  • Manfaatkan Momen Car Free Day, Muslimat Hidayatullah Kolaka Tebar Kebaikan melalui HSJD 2026

    Manfaatkan Momen Car Free Day, Muslimat Hidayatullah Kolaka Tebar Kebaikan melalui HSJD 2026

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Kolaka, Sulawesi Tenggara — Muslimat Hidayatullah Kolaka menggelar kegiatan Hari Solidaritas Jilbab Dunia (HSJD) 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan sosial di kawasan Masjid Agung Kolaka, Ahad (27/9/2026). Memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD), kegiatan ini menjadi sarana berbagi sekaligus memperkenalkan Muslimat Hidayatullah kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Muslimat Hidayatullah Kolaka membuka gerai dan mengajak masyarakat […]

expand_less