Bukan Salah Miras?
- Artikel Kajian Mutiara Hikmah
- calendar_month Senin, 9 Mei 2016
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERITA miris yang terjadi di negeri ini seakan tak akan ada habisnya. Bak episode demi episode sinetron yang tayangnya tak lagi hanya sekedar tontonan.
Media didominasi tayangan kriminal, bukan lagi oleh prestasi anak bangsa. Seolah negeri ini hanya dipenuhi orang-orang bejat lagi tak beradab.
Mulai dari berita miras, prostitusi, narkoba, korupsi, kekerasan terhadap anak, hingga perilaku tak bermoral lainnya. Semuanya tumpah menjadi potret buram masyarakat.
Nyaris tanpa sekat. Yang tua dan yang muda bahkan anak-anak menjadi terbiasa dengan pemandangan dan berita semacam itu.
Lalu mengapa keberadaan Miras yang diperdebatkan? Apa salah Miras? Minuman Keras atau lazim disebut Miras. Apa yang salah dengannya? Ya, yang salah bukanlah keberadaan miras. Mungkin kita bisa sepakat dengan hal ini.
Lalu apakah Miras dapat hadir sendiri tanpa disediakan? Apakah sama keberadaan air minum biasa dengan Miras? Istimewanya, justru Miras sudah lebih dulu tenar sejak zaman nenek moyang.
Bahkan kalam Allah, Al-Qur’an mengabadikannya.
يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ اْلخَمْرِ وَ اْلمَيْسِرِ، قُلْ فِيْهِمَا اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّ مَنَافِعُ لِلنَّاسِ، وَ اِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَا، وَ يَسْأَلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ، قُلِ اْلعَفْوَ، كَذلِكَ يُبَيّنُ اللهُ لَكُمُ اْلايتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَ. البقرة:219
Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafqahkan. Katakanlah, “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berfikir. [QS. Al-Baqarah : 219]
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تَقْرَبُوا الصَّلوةَ وَ اَنْتُمْ سُكرى حَتّى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ. النساء:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendekati shalat padahal kamu sedang mabuk sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. [An-Nisaa’ : 43]
Cukuplah, cukup dua ayat itu saja dulu. Akan lebih baik bila terlebih dulu kita melihat apakah dosa besar dan manfaat yang dikandung Khamr alias Miras tersebut.
Miras atau dikenal juga dengan minuman beralkohol memang memiliki beberapa manfaat bagi tubuh. Seperti digunakan dalam pengobatan sebagai penawar rasa sakit, menaikkan tingkat esterogen yang memperlambat kerusakan tulang, mengurangi resiko prostat, kolesterol, dan menghangatkan tubuh.
Namun, sangat perlu digarisbawahi bahwa manfaat itu hanya akan didapatkan dengan takaran yang pas. Yakni sedikit dan yang dibutuhkan oleh tubuh. Bukan dalam jumlah banyak hingga memabukkan.
Itupun hanya yang memang diperuntukkan bagi orang-orang yang benar-benar membutuhkan, cukup umur dan hanya menggunakan minuman beralkohol yang direkomendasikan oleh para ahli. Baik jenis maupun takarannya.
Dampak negatif miras dapat menyebabkan gangguan mental organik (GMO) yaitu gangguan yang akan mengakibatkan perubahan perilaku. Seperti bertindak kasar, gampang marah sehingga dapat menjadi pemicu masalah dalam lingkungan sekitar.
Tak hanya itu, perubahan fisiologi seperti mata juling, muka merah dan jalan sempoyongan dan perubahan psikologi seperti susah konsentrasi, sering ngelantur dan gampang tersinggung juga didapat akibat konsumsi minuman beralkohol dan memabukkan.
Kecanduan minuman keras dapat menghambat perkembangan memori dan sel-sel otak. Sehingga berpengaruh pada kekuatan ingatan seseorang. Oedema Otak atau pembengkakan dan terbendunganya darah di jaringan otak. Sehingga mengakibatkan gangguan koordinasi dalam otak secara normal.
Fakta bahwa kemudharatan miras jauh lebih banyak dan lebih berbahaya, memaksa logika kita untuk berfikir jernih. Mengapa masih membela jika nyata tak banyak baiknya? Minuman keras memang tidak salah. Untuk apa menyalahkan benda mati?
Tapi penyediaannya dalam skala besar dan masuk ke ranah bisnis dan sengaja menarik orang untuk menjadi pasarnya, itulah yang sepatutnya dihindari. Menyasar anak muda, menebarkan konspirasi dibalik bobroknya akhlak generasi.
Di mana letak kebermanfaatan Miras bagi Indonesia selain perkara bisnis yang menguntungkan sekian kelompok orang saja? Sudah berapa banyak nyawa meninggal sia-sia setelah menenggak miras baik yang bermerek hingga yang oplosan.
Berapa banyak anak dibuang, dibunuh atau bahkan terlahir tanpa dikehendaki orang tuanya, berawal dari menenggak miras. Berapa banyak perempuan suci, lelaki suci yang kesuciannya terenggut paksa di bawah pengaruh miras. Tak terbilang tindak kriminal yang disponsori oleh miras.
Masihkah kita menutup mata dan membiarkan segelintir orang menyajikan miras di depan mata?
Tingkat edukasi mengenai bahaya yang tak sebanding dengan pesatnya penjualan dan pengadaan Miras, semakin memperihatinkan.
Jika rela anak cucu kita menghadapi zaman yang lebih parah dari zaman ini, silakan legalkan miras! Dan tunggulah adzab kehancuran dan kebobrokan bangsa menjelma di depan mata.
________
*) Ummu Aqilah, penulis adalah ibu rumah tangga dan kader Muslimat Hidayatullah
- person



Saat ini belum ada komentar