Rapat Kerja Nasional Mushida Resmi Dibuka
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat Hidayatullah merupakan forum strategis yang memiliki peran penting dalam perjalanan organisasi. Melalui Rakernas, dilakukan proses sinkronisasi program antara Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, serta unit-unit pendidikan seperti PAUD Kampus Induk dan Kampus Utama, sehingga tercipta kesinambungan dan keselarasan gerak organisasi secara nasional. Rakernas Muslimat Hidayatullah resmi dibuka pada 6 April 2026 bertepatan dengan 18 Syawal 1447 H.
Ketua Panitia Rakernas Mushida, Saryati, S.H.I., menyampaikan harapannya, “Melalui Rapat Kerja Nasional ini, kami berharap akan lahir gagasan-gagasan strategis, program-program unggulan.”
Hal ini merupakan langkah nyata peran Muslimat Hidayatullah sebagai organisasi yang kokoh secara ideologis, profesional dalam tata kelola, dan berpengaruh dalam membangun peradaban umat.
Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd., menegaskan, “Ujian yang kita alami hari ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan ujian generasi terdahulu.”
Ia juga menekankan pentingnya internalisasi jati diri dan konsolidasi organisasi, serta transformasi dari eksklusif menuju inklusif dengan tetap menjaga nilai profetik dan profesional.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, “Kesuksesan sejati adalah tercapainya visi ukhrawi, yaitu dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.” Sedangkan nilai-nilai ta’aruf, tafahum, ta’awun, takaful, dan itsar yang dikenal dengan 4T + 1I diharapkan dapat terealisasi dalam gerakan nyata.
Allah berfirman dalam Q.S Ali Imran: 139
وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
“Janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang mukmin.”
Dalam konteks dakwah, ia menegaskan, “Perbaikan kondisi umat tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melalui sinergi dengan organisasi perempuan yang sevisi.”
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ust. Naspi Arsyad, Lc., menyampaikan bahwa Rakernas kali ini mengusung tema, “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Profetik, Profesional, dan Berpengaruh.”
Ia menekankan tiga kata kunci dalam inovasi dan transformasi. Pertama, mindset. Inovasi hanya lahir dari kader yang berpikir kritis, memiliki rasa ingin tahu, dan berani mengambil risiko.
“Kedua, proses dan tindakan. Hal ini merupakan kelebihan yang dimiliki oleh pendiri Hidayatullah, Ust. Abdullah Said, yang dikenal sebagai The Man of Action,” ungkapnya.
Ketiga, strategi dan kolaborasi, yaitu pentingnya adaptasi budaya organisasi yang terbuka,” jelasnya.
Dengan semangat konsolidasi dan transformasi ini, Rakernas diharapkan menjadi momentum penguatan peran Muslimat Hidayatullah sebagai organisasi yang profetik, profesional, dan berpengaruh dalam membangun peradaban umat.
Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah diikuti oleh 113 orang yang terdiri dari Pengurus Pusat, Unsur Pengurus Wilayah dari 37 Provinsi se-Indonesia, Kepala Sekolah PAUD-TK Yaa Bunayya Kampus Induk dan Kampus Utama Hidayatullah.
Kegiatan pembukaan ini turut dihadiri oleh Majelis Penasihat, Majelis Mudzakarah, Majelis Murabbiyah Pusat, serta tamu undangan organisasi wanita muslimah PP Wanita Islam, PP, Forsap, Masjid Indonesia, Wanita MUI, Persistri, Muslimat Al-Ittihadiyah, PPKMM, PP Muslimah Wahdah Islamiyah, PP BKMM-DMI, DPP Pengajian Al-Hidayah, PP Wanita Islam, PB Wanita Al Irsyad, dan PP Salimah.
- person


Saat ini belum ada komentar