light_mode
light_mode

Matikan Televisi Sekarang Sebelum Anak Kita “Dimatikan” Olehnya!

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Ummu Khalif*

AISYAH mengeluh kepada Khansa, sahabatnya, tentang anak-anaknya yang sering bertengkar, terutama ketika sedang menonton tivi. Apalagi kalau bukan karena berebutan remote.

“Matikan saja tv-nya,” sahut Khansa mencoba memberi solusi.
“Sudah, akhirnya dimatikan kalau sudah bertengkar,” balas Aisyah.
“Maksud saya matikan tv-mu, selamanya,” Aisyah terdiam, ia sendiri ragu apakah bisa.

Televisi, untuk ukuran masyarakat modern adalah suatu barang yang wajib ada. Mungkin akan dipandang aneh jika tidak ada tivi di dalam rumah.

Sudah bukan berita baru lagi jika di layar kaca itu berisi acara-acara yang entah apa maksud dan tujuannya. Sudah banyak para ibu yang paham bahwa acara televisi kebanyakan tidak ada unsur edukasi.

Mari kita sebut diantaranya. Sinetron tema pacaran yang tak kunjung usai dengan ratusan episode, lawakan sadis yang sama sekali tak lucu, acara musik yang dipandu host berbaju minim dengan penonton bayaran yang kebanyakan anak muda.

Tapi, dengan adanya fenomena faktual tersebut, para ibu tetap tak cukup nyali untuk mengambil sikap.

Bukan hari ini kita tuai akibatnya. Tapi nanti, ketika seharusnya anak kita bisa menjadi tumpuan kepemimpinan bangsa ini. Barulah kita sadar.

Mari kita cek kerugian apa yang akan kita hadapi:

  • Anak-anak ‘dimatikan’ kreatifitasnya. Bencana terbesar bagi manusia adalah ketika kreatifitasnya mati. Tidak ada lagi semangat ikhtiar, berhenti bekerja otaknya, hidup bergantung kepada makhluk lain, bukan mengharap kepada Allah Tuhannya.
  • Anak-anak ‘dimatikan’ akhlaknya. Televisi banyak mencontohkan perilaku tak baik. Bisa kita lihat di acara lawak yang menyakiti personilnya sendiri. Lalu orang-orang tertawa. Sehingga hal demikian dianggap sesuatu yang lumrah. Biasa saja. Akibatnya banyak anak yang meniru, mengerjai temannya, mem-bully, tidak sopan kepada orang tua dan guru. Bukankah anak adalah peniru ulung?
  • Anak-anak ‘dimatikan’ dalam arti yang sesungguhnya. Berapa banyak kita lihat dan dengar, anak kecil meninggal karena temannya menirukan adegan berbahaya yang ia lihat di televisi. Masih ragu mematikan tivi?

Banyak orang tua masih enggan mematikan televisinya di rumah mereka. Padahal banyak sekali manfaat yang bisa diambil. Di antaranya adalah:

  • Anak lebih kreatif dan sehat. Aktifitas di luar rumah bagus bagi motorik kasar anak.
  • Anak lebih dekat dengan orang tuanya, saudaranya, lebih peka empatinya, yang nantinya akan berpengaruh terhadap kebijaksanaannya.
  • Anak punya banyak waktu untuk belajar atau mengeksplor lingkungannya. Alih-alih nonton acara yang tak jelas manfaatnya, akan lebih baik jika anak kita dampingi untuk belajar atau pergi ke toko buku, membaca berbagai macam buku akan menambah wawasan anak. Dalam hal ini akan berpengaruh kepada perkembangan kognitifnya.
  • Konsentrasi anak yang jarang nonton tv lebih lama daripada yang sering nonton tv.
  • Anak dapat memilih mana yang baik, mana yang buruk. 

Memulainya tentu tidak mudah. Minggu pertama bisa dimulai dengan mengurangi atau menjadwal jam menonton. Sepakati dengan anak, acara apa saja yang ingin dilihatnya.

Minggu-minggu selanjutnya, jam menonton semakin dikurangi, hanya Sabtu-Minggu misalnya. Sampai akhirnya, tidak ada yang protes ketika televisi dimatikan selama-lamanya.

Memang awalnya amat susah, tapi percayalah, pelan tapi pasti, anak-anak akan lebih menikmati kondisi tidak ada tv di rumah.

Tinggal kita sebagai orang tua yang harus istiqomah. Rasanya tidak berlebihan jika ada ungkapan yang mengatakan “Matikan TV-mu, sebelum anakmu ‘dimatikan’ TV”. Ambil remote, matikan TV, sekarang!

______
*) UMMU KHALIF, penulis adalah ibu rumah tangga di Dumai, tanpa tv selama 4 tahun. Aktif sebagai Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Dumai.  

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuatkan Keimanan, Agar Terhindar Dari Kemunafikan

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Al-Qur’an turun menyempurnakan ajaran dari ajaran-ajaran sebelumnya. Al-Qur’an juga hadir sebagai jawaban dari permasalah yang ada di muka bumi untuk kemudian dijadikan sebagai sandaran kembali kepada-Nya. Demikian halnya Al-Qur’an juga menceritakan berbagai kisah orang-orang terdahulu agar orang-orang beriman mengambil hikmah dan ibrah darinya. Banyak kisah yang diceritakan dalam Al-Qur’an juga pada hadits Rasulullah. Hal ini […]

  • Muslimat Hidayatullah Malang Gelar Seminar Parenting

    Muslimat Hidayatullah Malang Gelar Seminar Parenting

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2019
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ketua Majelis Penasehat Pusat (MPP) Muslimat Hidayatullah, Dr Hj Sabriati Aziz, M.Pd.I menjadi narasumber dalam acara Seminar Parenting yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Malang bekerjasama dengan Kampus Ponpes Hidayatullah Malang dan didukung Laznas BMH, Ahad (28/7/2019). Acara yang berlangsung di Aula Utama Kampus Arrohmah putri Pondok Pesantren Hidayatullah Malang ini dihadiri ratusan peserta […]

  • Meraih Keutamaan Lailatul Qadar

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Tak terasa perjalanan waktu bulan Ramadhan telah sampai pada rentang waktu 10 hari terakhir. Dalam rentang waktu inilah disediakan oleh Allah Ta’ala satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Itulah malam lailatul qadar. Siapapun yang masih hidup diberikan kesempatan yang sama untuk mendapatkan lailatul qadar. Siapapun yang beribadah di dalamnya maka dia mendapatkan […]

  • Fadhilah Aziz Qahhar Wakili Muslimat Hidayatullah dalam Konferensi Internasional Pemberdayaan Wanita Muslimah

    Fadhilah Aziz Qahhar Wakili Muslimat Hidayatullah dalam Konferensi Internasional Pemberdayaan Wanita Muslimah

    • calendar_month Minggu, 17 Des 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MALAYSIA – Fadhilah Asaadah binti Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menjadi peserta International Muslimah Empowerment Conference (IMEC) 2018 yang diadakan di Hotel Bangi-Putrajaya, Malaysia. Fadhilah adalah wakil dari Indonesia yang dalam hal ini Muslimat Hidayatullah. Konferensi internasional yang digelar pada Ahad (16/12/2017) lalu ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Wanita Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) untuk […]

  • Rakerwil Mushida Jambi Kuatkan Peran Untuk Kemajuan Bangsa

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (Muaro Jambi, mushida.org) Kampus Madya Pesantren Hidayatullah Muaro Jambi menjadi saksi rangkaian kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah (Mushida) Provinsi Jambi yang berlangsung selama dua hari. Acara ini resmi dibuka oleh Ketua DPW Hidayatullah Jambi, Ust. Aidil Abror Rams, S.Sos.I, yang sekaligus menyampaikan pengarahan kelembagaan, Sabtu, 22 Rajab 1445 (3/2/2024). Rakerwil Mushida Hidayatullah Jambi […]

  • PP Mushida Gelar Pelatihan Kepala Sekolah dan Guru Tahap I

    PP Mushida Gelar Pelatihan Kepala Sekolah dan Guru Tahap I

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Yogyakarta,mushida.org) Muslimat Hidayatullah mengelola lebih dari 200 PAUD yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Untuk pertama kalinya setelah Rakernas II 2022 Muslimat Hidayatullah, Departemen Pendidikan PP Muslimat Hidayatullah melalui Badan Pengembangan Mutu PAUD Muslimat Hidayatullah (BPM-PAUD MUSHIDA) mengadakan pelatihan Kepala Sekolah dan guru secara luring. Acara yang merupakan pelatihan tahap I untuk kepala sekolah […]

expand_less