light_mode
light_mode

Antara Sunnah dan Qana’ah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 “Assalamu’alaikum, Mi.  Mana pesanan yang bisa Ahmad antar?” si sulung bertanya sembari berlari ke arahku dengan nafas yang terengah. Pakaian shalatnya terlihat sedikit basah diterpa gerimis lepas Ashar itu. Dua adik perempuannya yang sedang asik membaca, ikut  antusias dan mendekat, apakah gerangan yang dimaksud ‘pesanan’ oleh abangnya.

“Ambil di freezer, dalam plastik biru itu ya, “ jawabku tanpa memalingkan wajah dari layar laptop. Aku sedang berusaha mengerjakan beberapa modul test kuliah online di meja makan.

“Ooo, pempek tenggiri,“ dua putriku bergumam bersamaan saat melihat abangnya membuka freezer dan mengeluarkan bungkusan plastik biru yang sudah rapi.

“Harganya seperti biasa kan, Mi?” tanya anak laki-lakiku memastikan, dan kujawab dengan anggukan kepala serta senyuman, sebelum gerimis dan payung biru kecil menemaninya mengantarkan pesanan konsumen frozen foodku.

“Kenapa sih Ummi harus jualan, kan capek,” si bungsu Aisha bertanya sambil membolak-balik buku bacaannya. 

“Iya, kan Ummi kasian. Apa karena uangnya Abi gak cukup ya, buat ngasih Ummi?” si over thinking Adila, anak tengahku ikut menimpali pernyataan adiknya.

“Eeh, Astagfirullah, gak gitu sayang,” terkejut membuatku bersuara.

“Terus?” Adila memancingku.

Sebelum aku mulai menjawab, si pengantar pesanan sudah kembali dengan salam khasnya sebelum masuk rumah yang kemudian ikut duduk bersama adik-adiknya di sekitarku. Wajahnya sumringah sambil menyodorkan beberapa lembar uang berwarna biru.

“Abang kok kayak seneng banget, sih? Gak kasihan sama Ummi, kah? Kan capek kalau bikin jualan,” Adila beralih bertanya pada abangnya.

“Senanglah, kan jualan itu sunnah, dicintai dan dianjurkan oleh Rasulullah. Rasulullah itu mulai mengenal berdagang di usia 12 tahun, lho. Setelah usia 17 tahun sudah memimpin ekspedisi perdagangan internasional ke beberapa negara. Keren, kan,” jawab laki-laki 10 tahun itu bersemangat. Aisha dan Adila terdiam mendengarkan.

“Rasulullah dikenal sama orang-orang dari berbagai negara, sampai dilamar oleh Khadijah, juga karena berdagang itu,” sambung Ahmad dengan ekspresi wajah meyakinkan.

“Kok bisa?” dua adik perempuannya bertanya hampir bersamaan. Aku masih menatap laptop, tapi sudah tidak berminat mengetik apapun. Konsentrasiku buyar oleh drama sore itu dan akhirnya hanya menyimak setiap tanya jawab di antara tiga anakku.

“Karena Rasulullah itu bukan pedagang biasa. Rasulullah itu pedagang istimewa yang jujur, disiplin, jika berjanji gak pernah bohong dan akhlaknya itu, beginiiii…“ ujar si Abang sambil mengangkat dua jempolnnya.

“Iya kan, Mi,” sambung Ahmad memintaku menimpali.

“Ooo… iya, bener banget itu, syarat menjadi pedagang yang benar itu gak mudah, bukan hanya sekedar jualan, tapi ada syarat dan peraturannya.” Pandanganku sudah beradu dengan tiga cahaya mataku itu. Kalau soal bercerita, apalagi tentang Rasulullah, mereka paling antusias mendengarkan.

“Berdagang itu, harus seperti Rasulullah. Pertama, sesuatu yang dijual adalah sesuatu yang bermanfaat dan halal. Kemudian, pedagang itu harus jujur, amanah, disiplin, rajin dan bisa berbicara kepada orang lain dengan bahasa yang santun. Sebab akhlak-akhlak yang baik itulah, Rasulullah dikenal dan diingat oleh banyak orang termasuk Ummul Mukminin Khadijah yang memutuskan melamar beliau menjadi suaminya,” sambungku. Adila mengangguk tapi terlihat masih belum puas.

“Dila kira, uang dari Abi gak cukup, makanya Ummi jualan,” si over thinking ini mengulang menyatakan persepsinya.

“Sama sekali gak kurang, Kak. Rizki yang Allah titipkan lewat Abi untuk kita itu, harus diterima dengan qana’ah,” jawabku tanpa sadar memunculkan pertanyaan baru bagi anak-anak.

“Qana’ah itu apa?” hampir serempak tiga kesayanganku ini bertanya, kulirik layar laptop yang sudah mode standby. Alamat tertunda lagi nih, pengerjaan modul test.

“Qana’ah itu sikap dan rasa syukur kita dalam menerima apa saja yang sudah Allah tetapkan untuk kita, setelah apa yang kita usahakan. Misal, hari ini Allah takdirkan jualan Ummi hanya dibeli orang lain satu pack saja, Ummi harus ikhlas menerima dengan syukur dan meyakini, bahwa inilah pemberian terbaik dari Allah untuk hari ini,” jelasku tertatih karna berusaha memilih kata yang tepat agar mereka bisa mengerti. 

“Termasuk qana’ah dengan uang yang Abi kasih ya, Mi,” si abang menimpali. Sedang si bungsu asik menyimak. Entah, data apa yang sedang terolah di benaknya.

“Iya, bener banget, Bang,” balasku.

“Jualan atau berdagang itu, selain menjalankan sunnah, juga untuk membiasakan anak-anak Ummi supaya terlatih menjadi pedagang yang jujur, sabar dan amanah, kita juga bisa bersilaturrahmi dengan orang banyak seperti saat Rasulullah berdagang dulu,” lanjutku

“Nah, adapun keuntungan dari hasil jualan, bisa kita pakai untuk membantu teman dan orang lain juga. Terlebih sekarang banyak sekali musibah yang sedang membutuhkan bantuan di beberapa daerah di negara kita,” terangku kembali mengenai manfaat jualan.

“Iya, ya. Kita jadi bisa membantu orang banyak kalau begitu,” si over thinking mulai sepakat. 

Selanjutnya, saling lempar tanya jawab terjadi lebih panjang sore itu di antara mereka bertiga dengan tajuk sunnah dan qana’ah. Aku kembali menatap laptop beberapa saat dan akhirnya shut down.

Rasulullah bersabda,

إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا إِلاَّ مَنِ اتَّقَى اللَّهَ وَبَرَّ وَصَدَق

“Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti sebagai orang-orang fajir (jahat) kecuali pedagang yang bertakwa pada Allah, berbuat baik dan berlaku jujur.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih dilihat dari jalur lain)

Allah berfirman,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ .وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit setakutan, kelaparan, dan kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS: Al-Baqarah ayat 155) /* Layla Hermansyah, Kuaro

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PW Bali dan PW Sulawesi Selatan Siap Ikuti Munas 6 Muslimat Hidayatullah

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    mushida.org – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional 6 Muslimat Hidayatullah, Pengurus Wilayah (PW) Mushida Sulawesi Selatan dan PW Mushida Bali menyatakan kesiapannya untuk berangkat ke perhelatan nasional tersebut. “Kami sudah melakukan beberapa hal untuk persiapan Munas, termasuk tiket keberangkatan,” sebut Rahmatia, Ketua PW Mushida Sulawesi Selatan. “Alhamdulillah, dalam menyambut Munas, kami selalu melaksanakan rapat koordinasi persiapan […]

  • Semarak Antusias PW Jabodebek Mengikuti Munas V Mushida

    Semarak Antusias PW Jabodebek Mengikuti Munas V Mushida

    • calendar_month Jumat, 25 Des 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Sejak jauh-jauh hari, Marsiti selaku Ketua PW Mushida Jabodebek mengaku, sudah menginformasikan kepada pengurus PW dan PD terkait kepesertaan Munas Mushida. Terutama yang berkaitan dengan syarat-syarat sebagai peserta. Sehingga diharapkan persiapan yang dilakukan akan lebih maksimal.

  • Fadhilah Aziz Qahhar Wakili Muslimat Hidayatullah dalam Konferensi Internasional Pemberdayaan Wanita Muslimah

    Fadhilah Aziz Qahhar Wakili Muslimat Hidayatullah dalam Konferensi Internasional Pemberdayaan Wanita Muslimah

    • calendar_month Minggu, 17 Des 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MALAYSIA – Fadhilah Asaadah binti Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menjadi peserta International Muslimah Empowerment Conference (IMEC) 2018 yang diadakan di Hotel Bangi-Putrajaya, Malaysia. Fadhilah adalah wakil dari Indonesia yang dalam hal ini Muslimat Hidayatullah. Konferensi internasional yang digelar pada Ahad (16/12/2017) lalu ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Wanita Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) untuk […]

  • Pelatihan Tahap 1 dan 2 Kepala Sekolah dan Guru PAUD Se-Kaltimteng

    Pelatihan Tahap 1 dan 2 Kepala Sekolah dan Guru PAUD Se-Kaltimteng

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2023
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (Balikpapan, mushida.org) Di tengah kesibukan seluruh panitia silatnas yang merangkap berbagai amanah lainnya, Allah masih memudahkan terselenggaranya satu kegiatan dari Depdik Wilayah Mushida Kalimantan Timur bekerja sama dengan IKPM (Ikatan Kepala Sekolah PAUD Mushida), dan IGPM (Ikatan Guru PAUD Mushida) Kaltim, yakni Pelatihan Tahap 1 & 2 ,Kepala Sekolah, dan Guru Se-Kaltimteng. Kegiatan ini merupakan […]

  • Rapat Kerja Wilayah Muslimat Hidayatullah Tegaskan Transformasi Organisasi yang Mandiri dan Berpengaruh

    Rapat Kerja Wilayah Muslimat Hidayatullah Tegaskan Transformasi Organisasi yang Mandiri dan Berpengaruh

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Sebanyak 37 Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah se-Indonesia melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sepanjang bulan Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi dalam memperkuat konsolidasi jati diri sekaligus mendorong transformasi organisasi menuju Muslimat Hidayatullah yang mandiri dan berpengaruh. Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah, Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd., menegaskan bahwa Rakerwil merupakan salah satu […]

  • Luaskan Jaringan Kolaborasi, Forum Rakerwil Mushida Sulawesi Tenggara Siapkan Transformasi Organisasi

    Luaskan Jaringan Kolaborasi, Forum Rakerwil Mushida Sulawesi Tenggara Siapkan Transformasi Organisasi

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    (Kendari, mushida.org) – Rapat Kerja Wilayah Muslimat Hidayatullah Sulawesi Tenggara digelar pada 2-3 Mei 2026 bertepatan dengan 14-15 Dzulqa’dah 1447 H di Kampus Hidayatullah Putri Kendari. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong kemandirian dan kontribusi nyata bagi umat. Dalam sambutannya, Bendahara Umum PP Muslimat Hidayatullah, Ustadzah Rahmah El-Halimiyah, S.Sos.I., M.Pd., […]

expand_less