light_mode
light_mode

Menghargai Waktu, Memanfaatkan Setiap Detik yang Berlalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Ir. Emi Pitoyanti

“Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang bathil.” –Ibn Qoyyim Al-Jauziyah-

Kalimat bijak tersebut sangat penting untuk direnungkan. Jika waktu yang kita miliki tidak diisi dengan kegiatan positif, maka kita akan disibukkan dengan kegiatan negatif dan sia-sia. Suatu kegiatan yang tidak bermanfaat untuk dirinya apalagi untuk ummat.

Waktu sangatlah berharga, untuk itu menyia-nyiakan waktu merupakan suatu kerugian besar yang lebih berbahaya dari sebuah kematian. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ibn Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullah dalam kata-kata mutiaranya:

Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya dari kematian, karena menyia-nyiakan waktu akan memutuskan dari Allah dan negeri akhirat, sedangkan kematian hanya memutuskan dirimu dari dunia dan penduduknya. [Al-Fawaid hal.44]

Perumpamaan bagi orang yang membuang waktunya dengan percuma ibarat orang yang hidup tetapi hakekatnya dia telah mati. Meski jasadnya hidup, tetapi ruhnya tak ada, bahkan bisa dikatagorikan merugi. Badannya bergerak sementara pikiran, dan hatinya tidak produktif.

Kita harus ingat bahwa waktu terus bergerak. Waktu adalah makhluk Allah yang taat, tidak bisa diatur oleh keinginan manusia yang berharap bisa menahannya atau kadang ingin mengulang waktu-waktu yang telah lalu. Sang waktu, dia terus berjalan dengan istiqomah sesuai sunatullah..

Betapa banyak manusia merasakan penyesalan terhadap waktu yang dilaluinya, sedangkan waktu tidak akan pernah kembali.

Sebagai orang yang beriman, maka ia akan memandang dan bersikap cerdas terhadap waktu yang dimilikinya. Karena orientasi hidupnya adalah akhirat yang unlimited dan tak terbatas. Dunia hanya sebagai wasilah. Dunia tempat berbuat, beramal untuk tujuan yang sebenarnya yaitu akhirat yang hakiki. Tidak ada satupun perbuatan yang dilakukan lepas dari pantauan dan perhitungan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Panjangnya waktu di dunia dan di akhirat sangat berbeda.  Kehidupan di dunia begitu singkat, sedangkan di akhirat kekal dan selamanya. Maka orang beriman akan menggunakan waktunya dengan maksimal untuk kepentingan akhirat. Dengan bekal keimanan, semua aktivitasnya di dunia akan berdampak positif  dan berkah untuk masa akhirat yang kekal tidak terbatas. Tidak ada satupun kegiatan di dunia yang berlalu begitu saja tanpa manfaat untuk akhiratnya.

 Allah Ta’ala berfirman:

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلْعَذَابِ وَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ وَعْدَهُۥ ۚ وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ

Artinya “Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47)

يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ إِلَى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥٓ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ

Artinya : “ Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” ( QS. As-Sajadah :5)

Sungguh merugi bagi manusia yang mengabaikan waktunya hanya untuk kepentingan dunia.  Padahal  sebenarnya semua aktifitas manusia di dunia yang dilakukan dengan berorientasi akhirat maka kepentingan dunianya pun akan dijamin oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman :

وَالۡعَصۡرِۙ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡابِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ

Artinya : “ Demi masa . Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-Ashr :1-3)

Agar waktu lebih efisien dan produktif maka kita harus membuat program dan target hidup ke depan, agar hari-harinya terisi dengan hal yang positif, serta untuk menjaga keistiqomahan dalam beribadah. Intinya adalah beramal shaleh dengan mengikuti semua aturan Sang Maha Pembuat Aturan.

Sorang mukmin percaya bahwa amalan yang kita tinggalkan merupakan kekayaan yang akan dihadapkan ke hadapan Ilahi Rabbi. Wallahu a’lam bishawab.

*Ketua Majelis Murobbiyah Pusat Muslimat Hidayatullah

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muslimat Hidayatullah Dukung Pernyataan Penolakan DPP Hidayatullah Tentang Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024

    Muslimat Hidayatullah Dukung Pernyataan Penolakan DPP Hidayatullah Tentang Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Muslimat Hidayatullah mendukung pernyataan penolakan DPP Hidayatullah tentang Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Hal tersebut ditegaskan dalam pernyataan resmi Hidayatullah bertajuk “Pernyataan Sikap DPP Hidayatullah Terkait Terbitnya PP No. 28/2024 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan”, di […]

  • PD Mushida Bandung Gelar Seminar Motivasi “Super Live Revolution”

    PD Mushida Bandung Gelar Seminar Motivasi “Super Live Revolution”

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    BANDUNG – Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Bandung mengadakan acara training seminar motivasi bertajuk “Super live Revolution: pada tanggal 25 November 2017. Kegiatan yang diikuti oleh kader Mushida dan masyarakat setempat ini diadakan di Gedung Dakwah Komplek Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah-Pasir Leutik-Bandung. Kegiatan ini sendiri merupakan salah satu program PW Mushida Jawa Barat yang diderivasi dan […]

  • Mushida Gunung Tembak Dipesan Giatkan Ekonomi Keummatan

    Mushida Gunung Tembak Dipesan Giatkan Ekonomi Keummatan

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN – Siapa bilang perempuan Muslimah tidak berurusan dengan ekonomi umat? Sejarah mencatat, Khadijah Ra, istri Nabi adalah penopang ekonomi pertama Nabi dalam berdakwah adalah istrinya, Khadijah Radhiyallahu anha (Ra).  Hal itu dikatakan Asih Subagyo, Dewan Penasihat Asosiasi Pengusaha Hidayatullah dalam silaturahim bersama Muslimat Hidayatullah (Mushida) Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jum’at (21/02/2020). Menurut Asih, […]

  • Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah Jalin Silaturahmi dengan Wanita Al-Irsyad

    Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah Jalin Silaturahmi dengan Wanita Al-Irsyad

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Emi Pitoyanti
    • 0Komentar

    Jakarta, mushida.org – Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Penasihat Wanita Al-Irsyad pada Selasa, 19 Mei 2026/2 Dzulhijjah 1447 H di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddieq, Otista, Jakarta Timur. Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah, Dr. Sabriati Aziz, Ir. Emi Pitoyanti dan Sulmiati Shaleh, B.Sc. Sedangkan satu anggota Majelis Penasihat […]

  • Gelar Silaturahim Daiyah, Muslimat Hidayatullah Anugerahkan Award 3T

    Gelar Silaturahim Daiyah, Muslimat Hidayatullah Anugerahkan Award 3T

    • calendar_month Jumat, 23 Nov 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN – Terjun ke gelanggang dakwah berarti melebur diri untuk siap berkorban demi umat. Dibutuhkan kerjasama dan sinergi dari berbagai pihak untuk mewujudkan suksesnya pelayanan umat tersebut. Sekurangnya, itulah kesamaan visi misi yang menyatukan para daiyah ketika berkumpul di acara “Silaturahim Daiyah 3T, Terpencil, Terluar, dan Terdalam” di Kel. Teritip Balikpapan Timur, baru-baru ini. Acara […]

  • Learning on the go TK Yaa Bunayya Hidayatullah Bone

    Learning on the go TK Yaa Bunayya Hidayatullah Bone

    • calendar_month Senin, 30 Okt 2023
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    TK Yaa Bunayya Hidayatullah Bone mengadakan agenda Learning on the go (Belajar dalam Perjalanan) pada hari Jum’at, 20 Oktober 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih otot-otot serta tubuh, melatih ananda tentang adab bertemu dengan orang tua maupun muda, dan juga untuk tadabbur alam. Setiap kelompok akan berjalan kaki dari sekolah melewati perumahan penduduk hingga ke […]

expand_less