light_mode
light_mode

Komitmen

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pelajaran berharga diberikan oleh seorang pemimpin hari ini.

Dahulukan yang mengundang lebih dulu.

Jawaban satu kalimat, dari uraian (permohonan) saya yang panjang kali lebar.

***

Ya, saya sedang meminta izin untuk tidak mengikuti agenda Workshop Pengembangan Yayasan yang sedianya dilaksanakan dua hari ke depan, karena mendadak ada undangan seminar dari Direktorat Kementrian Pendidikan, di mana artikel saya diterima untuk dipresentasikan.

Saya sadar, Workshop Pengembangan Yayasan ini penting, karena di sini kami akan belajar memperbaiki management system lembaga, mulai bidang Pendidikan hingga bidang Non Kependidikan. Namun, undangan dari Direktorat Kementrian Pendidikan ini sungguh sayang untuk dilewatkan. Saya bayangkan, di sana saya bisa bertemu guru-guru keren dari seluruh Indonesia. Berbagi pengalaman dan karya.  

Dengan lunglai, saya kembali ke meja kerja. Berusaha menyembunyikan surat undangan dari Kementrian Pendidikan, agar tidak terlalu galau hati saya. Saya kembali membuka laptop, kembali asyik dalam proses pembuatan laporan kegiatan, yang memang belum terselesaikan. Menjelang dzuhur saya menyempatkan meng-edit beberapa lembar teacher kit. Dan ba’da duhur, beberapa murid mencari untuk meminta tambahan pelajaran. Hari bergulir, seolah tak ada lagi yang perlu diresahkan.

Jadi ingat nasehat seorang teman, pertimbangkan berdasarkan: penting – mendesak, penting – tidak mendesak, tidak penting – mendesak, tidak penting – tidak mendesak. Lebih lengkap lagi, dengan pertimbangan berdasarkan, mana yang mudhorotnya lebih sedikit.

Kalau seperti yang dikatakan Miss. Dita, seorang pegiat ekonom, ini dinamakan prinsip opportunity cost atau biaya pengorbanan. Yaa, apapun istilahnya, tetaplah itu berupa pilihan yang berat untuk diputuskan.

Dan, nasehat beliau yang tegas, mendahulukan yang mengundang terlebih dahulu dengan segala resiko yang menyertainya, harus diakui menjadi pilihan paling bijak untuk diambil saat ini.

Pesan pun dikirimkan. Konfirmasi dan permintaan maaf untuk sebuah “ketidakhadiran.” Saya tutup mata dengan segala resiko. Toh kemungkinan resiko terbesar hanya mengenai diri sendiri, tidak merugikan orang lain. Bismillah, message sent.

***

Dua hari kemudian.

Pukul 07.30 WIB. Saya sudah duduk manis di ruang pertemuan. Siap belajar dan belajar. Sudah tak terpikirkan lagi undangan dari Direktorat Kementrian Pendidikan. Judulnya, belajar ikhlas.

Pukul 10.30 WIB. Bib… bib, sebuah pesan masuk melalui Whats App, datang dari salah satu panitia seminar Direktorat. Pesannya berbunyi, ”Selamat pagi. Ibu diusulkan menjadi salah satu peserta seminar tahap II Direktorat Kementrian Pendidikan, yang dilaksaksanakan pekan depan. Mohon konfirmasi kesediaan dikirimkan melalui email.

Subhanallah, hampir menjerit saya saat itu. Ternyata, saya tidak kehilangan kesempatan untuk mempresentasikan artikel saya. Hanya terganti di waktu lain yang Insya Allah lebih tepat. Cukup satu menit “konfirmasi kesediaan” dikirimkan, dan ‘ketidakhadiran’ itu terbayarkan.

Hari itu, tiba-tiba semuanya yang ada di ruangan terlihat lebih cerah dari sebelumnya. Yang terbersit adalah, keyakinan saat kita ikhlas menjalani segala hal karena Allah semata. Saat ketaatan pada pimpinan dijaga, saat itulah kemudahan Allah SWT akan datang dari pintu yang tak disangka-sangka. Wallahu a’lam bisshowab.*/Dyah Eka Puspitasari

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah Tegaskan Peran Sentral dalam Keluarga dan Masyarakat

    Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah Tegaskan Peran Sentral dalam Keluarga dan Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    SEMARANG — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah resmi dibuka pada 16 Mei 2026/28 Dzulqaidah 1447 H di Kota Semarang dengan mengangkat tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh.” Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menguatkan sinergi dan konsolidasi organisasi. Ketua PW Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah, […]

  • Muswil I Mushida Papua Tengah Teguhkan Peran Muslimah Bangun Ketahanan Keluarga

    Muswil I Mushida Papua Tengah Teguhkan Peran Muslimah Bangun Ketahanan Keluarga

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    (Timika, mushida.org) Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (Mushida) Papua Tengah secara resmi menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) I yang bertempat di Aula Iskandar, Pondok Pesantren Hidayatullah Km. 09, Timika pada 30 Desember 2025. Mengusung tema “Meneguhkan Peran Muslimah dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas”, Muswil I ini menjadi ajang konsolidasi strategis bagi para kader Muslimat Hidayatullah […]

  • Muslimat Hidayatullah Dukung MUI Dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa

    Muslimat Hidayatullah Dukung MUI Dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Kegiatan Munas XI Majelis Ulama Indonesia berlangsung pada 20-23 November 2025 di Jakarta dengan mengangkat tema, “Meneguhkan Peran Ulama Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat.” Tema yang diusung MUI dalam Munas kali ini sangat relevan dengan peran muslimah, terutama dalam memperkuat kontribusi perempuan dalam kehidupan berbangsa. Ketua Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah (Mushida), Sabriati Aziz, […]

  • Rakernas 2016 Mushida Ditutup, Rekomendasi Internalisasi Gerakan

    Rakernas 2016 Mushida Ditutup, Rekomendasi Internalisasi Gerakan

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah Tahun 2016 telah ditutup. Selain merekomendasikan realisasi program kerja yang diantaranya mencakup program ketahanan keluarga dan gerakan dakwah multidimensional, Rakernas 2016 Mushida ini juga mendorong upaya revitalisasi internalisasi gerakan. Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah Reni Susilowati mengatakan Mushida memang dituntut untuk terus mengoptimalkan perannya baik secara domestik juga di ranah […]

  • PP Muslimat Hidayatullah Jalin Silaturahmi dan Bangun Sinergi dengan PP Salimah

    PP Muslimat Hidayatullah Jalin Silaturahmi dan Bangun Sinergi dengan PP Salimah

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Untuk menjalin ukhuwah dan membangun sinergi dakwah, pada Kamis, 29 September 2022 Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah bertandang ke kantor Pimpinan Pusat Persaudaran Muslimah (Salimah) di Jl. H. Taiman No. 10 RT. 03 RW. 09, Kel. Gedong Kec. Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dalam sambutannya, Ketua Umum Salimah, Ir. Etty Pratiknyowati mengatakan bahwa kita patut mensyukuri kenikmatan […]

  • Ormas Muslimah Dukung Polwan Berjilbab

    Ormas Muslimah Dukung Polwan Berjilbab

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2013
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MUSHIDA.ORG — Presidium Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) Dra H Sabriati Aziz mendukung gerakan Koin Untuk Jilbab Polwan. Dia pun mendesak Polri tidak mengada-ada soal jilbab ini. BMOIWI adalah lembaga yang menghimpun puluhan organisasi wanita Muslimah di Indonesia. “Pembolehan menggunakan jilbab bagi  polwan ditunda karena terkait dengan anggaran itu juga alasan mengada-ada. Dan […]

expand_less