PP Mushida Hadiri Muktamar Ke-5 Wanita PUI
- Artikel Berita Headline Kemuslimatan
- calendar_month Selasa, 8 Jul 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI), Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., secara resmi membuka Muktamar ke-5 Wanita Persatuan Ummat Islam (PUI) di Graha Wisata TMII, Jakarta. Muktamar ini berlangsung pada 3–5 Juli 2025 dan mengusung agenda besar konsolidasi, evaluasi, dan penetapan program kerja nasional Wanita PUI dalam menjawab tantangan zaman.
Dalam sambutannya, Menteri Arifatul menegaskan bahwa muktamar merupakan momen strategis bagi organisasi perempuan seperti Wanita PUI untuk menyusun langkah-langkah besar ke depan demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Muktamar ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi ruang untuk evaluasi, konsolidasi, dan sosialisasi program-program strategis Wanita PUI. Kita ingin mencerdaskan umat dan memberdayakan perempuan agar dapat berkontribusi optimal bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Pembukaan muktamar ini juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan PUI dan perwakilan ormas perempuan lainnya.
“Muktamar ke-5 ini merupakan forum musyawarah tertinggi untuk meneguhkan peran Wanita PUI dalam mendidik umat, mengokohkan keluarga, dan membangun gerakan perempuan yang berdaya dan berakhlak,” sebut Ketua Umum DPP Wanita PUI, Dra. Hj. Iroh Siti Zahroh, M.Si., dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA menyoroti urgensi memperkuat posisi perempuan dan perlindungan anak dalam pembangunan nasional. Dengan jumlah perempuan yang mencapai setengah penduduk Indonesia dan anak-anak yang mencakup sepertiga populasi, maka isu-isu terkait perempuan dan anak tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah sektoral.

Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah diwakili oleh Dede Agustina (Ketua Bidang Organisasi) dan Wulansari (Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga) berkesempatan menghadiri kegiatan tersebut.
“Semoga Muktamar ke-5 Wanita PUI menghasilkan program-program strategis yang dapat mencerdaskan umat,” harap Wulansari.
- person


Saat ini belum ada komentar