Ketua Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah Hadiri World Peace Forum di Jakarta
- Artikel Berita Headline Internasional
- calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, mushida.org – Deklarasi berdirinya Global Forum of Muslim Women (GFMW) menjadi salah satu capaian bersejarah dari perhelatan World Peace Forum (WPF) ke-9 yang diselenggarakan pada 9–11 November 2025 di Jakarta.
Organisasi internasional ini lahir sebagai wadah kolaboratif perempuan Muslim dunia untuk berkontribusi dalam pembangunan peradaban Islam global melalui pemberdayaan, pendidikan, dan kemanusiaan.
Ketua Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah Dr. Sabriati Aziz, M.Pd., dalam kegiatan World Peace Forum (WPF) ke-9 di Jakarta menggarisbawahi peran perempuan dalam membangun perdamaian global. Ia menegaskan, wasathiyah sejatinya berarti empowering, memberdayakan.
Menurutnya, dunia hari ini tengah dilanda krisis keseimbangan baik secara moral, sosial, maupun spiritual. Dalam situasi seperti ini, peran perempuan Muslim sangat strategis sebagai pihak yang menghadirkan kesejukan dan solusi.
“Wasathiyah dalam Islam adalah menjadi penengah, menghadirkan harmoni dan solusi di tengah perbedaan. Muslimah yang wasathiyah adalah mereka yang bisa diterima oleh semua kalangan, hadir untuk kemaslahatan umat,” jelasnya.
Presidium BMIWI 2018-2023 ini menambahkan, perempuan Muslim yang berjiwa wasathiyah adalah sosok yang membawa rahmat bagi semesta (raḥmatan lil-‘ālamīn). Mereka tidak hanya selamat secara pribadi, tetapi juga membawa keselamatan sosial menghadirkan balancing, harmony, dan tawāzun dalam kehidupan masyarakat global.
Dalam konteks organisasi, ia mendorong agar ormas-ormas Muslimah di Indonesia memperkuat budaya syura (musyawarah), sinergi, dan kolaborasi lintas komunitas. Baginya, sinergi adalah bentuk nyata dari wasathiyah yang hidup, bukan sekedar slogan.
“Muslimat Hidayatullah hadir untuk menjadi pelopor Islam yang diterima semua kalangan. Kita ingin menghadirkan wajah Islam yang damai, inklusif, dan solutif,” tegasnya.
World Peace Forum ke-9 yang digelar di Jakarta mempertemukan tokoh-tokoh lintas agama dan budaya dari berbagai negara. Di antaranya muslimah dari Indonesia, Belanda, Inggris, Paris, Magribi, Mesir, Thailand, Jepang, Rusia, Malaysia.
Di dalam forum tersebut, Sabriati menilai kehadiran Muslimat Hidayatullah menjadi penting sebagai representasi Islam moderat yang aktif membangun peradaban dan perdamaian global.
Forum dua tahunan ini mengusung tema besar “Considering Wasatiyyat and Tionghoa for Collaboration”, yang menggali kontribusi nilai Islam Wasatiyyat dan tradisi pemikiran Tionghoa dalam membangun kehidupan global yang adil dan harmonis.
Penyelenggaraan forum merupakan kolaborasi antara Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) dan Cheng Ho Multi Culture and Education Trust, dan Muhammadiyah.
World Peace Forum ke-9, resmi dibuka di gedung Nusantara V Kompleks Parlemen. Pembukaan itu dilakukan oleh tiga lembaga tertinggi negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).
- person


Saat ini belum ada komentar