Mushida Banten Selenggarakan Musyawarah Wilayah 3

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Serang, mushida.org – Muslimat Hidayatullah Banten menyelenggarakan Musyawarah Wilayah 3 dengan tema “Meneguhkan Peran Muslimah dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas” pada 28-29 Rajab 1447 H/17-18 Januari 2026 di Salsabila Tahfidz Boarding School, Serang, Banten.
“Musyawarah Wilayah merupakan forum musyawarah terlengkap di tingkat wilayah yang diselenggarakan sekali dalam lima tahun. Musyawarah Wilayah ini diselenggarakan dalam rangka mendengarkan laporan pertanggungjawaban PW kepada PP, menetapkan ketua dan anggota Pengurus Wilayah, serta menetapkan keputusan-keputusan lainnya,” ucap Wakil Sekjend PP Mushida, Arsyis Musyahadah, dalam sambutan pada kegiatan pembukaan.
Dalam Musyawarah Wilayah ini ditetapkan Dra. Muthmainnah, M.Pd., sebagai Ketua MMW Mushida Banten periode 2025-2030, dan Mar’atuss Sa’adah sebagai Ketua PW Mushida Banten periode 2025-2030.
Dalam sambutannya, Ketua PW Mushida Banten terpilih pada periode 2025-2030, Mar’atus Sa’adah menyebutkan bahwa semoga semangat 3M ini bisa terus dimaksimalkan untuk kepengurusan berikutnya sehingga ada perubahan yang lebih baik lagi.
Yang pertama ialah musyawarah yang merupakan syari’at Islam yang harus dilaksanakan, namun juga menjadi penguatan sistem organisasi melalui kebijakan sentralisasi, standarisasi dan integrasi.
“Yang kedua, mujahadah atau kesungguhan. Hal ini merupakan bagian dari peran muslimat, meski kecil namun memiliki pengaruh yang besar dalam membangun peradaban Islam dimulai dari individu dan keluarga,” tegasnya.
Yang ketiga, munajat. Setelah kita berusaha dan berikhtiar dalam mengemban amanah, maka serahkan hasilnya pada Allah.
“Jika kita mengedepankan itu semua, insya Allah bantuan dari-Nya akan selalu datang ketika kita mengalami kesulitan dan kesedihan,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DMW Hidayatullah Banten, Ust. Dr. Ahmad Sudjaib, menyampaikan bahwa seringkali muncul pragmatisme dalam mewujudkan idealisme dalam melaksanakan program, tentu banyak hambatan.
“Agar keduanya tidak terbentur, dan bisa menurunkan ego, maka turunkan ekspektasinya,” ujarnya di hadapan 15 orang peserta yang hadir.
Jangan jadi muslimah yang baper. Karena baper bisa mengurangi keikhlasan dalam menjalankan amanah.
Tugas kepemimpinan juga memiliki tanggung jawab amar ma’ruf nahi munkar karena tugas kepemimpinan itu adalah tugas kenabian. Karenanya kepemimpinan dalam Islam itu bukan jabatan yang dikejar, dibanggakan apalagi diperebutkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman
“Orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan’’. (QS. Al-Hajj: 41)
- person


Saat ini belum ada komentar