Ketua Umum DPP Hidayatullah Ajak Perkuat Sinergi Dakwah untuk Menjangkau Seluruh Umat

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Timur menggelar Forum Sinergi Hidayatullah Samarinda bersama Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, Lc., di Kantor DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, Samarinda, pada Sabtu (18/7/2026).
Forum yang mengusung tema “Bersinergi dalam Ukhuwah, Berkolaborasi untuk Dakwah dan Peradaban” ini dihadiri unsur keluarga besar Hidayatullah di wilayah Samarinda dan sekitarnya, di antaranya DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, Kampus Utama (KU) Samarinda, DPD Hidayatullah Samarinda, DPD Hidayatullah Kutai Kartanegara, KM Al-Izzah, PW Muslimat Hidayatullah Kalimantan Timur, PW Pemhida Kalimantan Timur, Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) Kalimantan Timur, serta Gerai BMH Samarinda.
Dalam arahannya, KH. Naspi Arsyad menegaskan bahwa amanah dakwah yang diemban umat Islam jauh lebih besar dibandingkan potensi yang dimiliki oleh satu organisasi. Karena itu, tidak ada satu pun lembaga dakwah yang mampu memikul tugas tersebut sendirian.
Beliau menuturkan, beberapa hari sebelumnya, DPP Hidayatullah menerima kunjungan dari DPP Wahdah Islamiyah. Pertemuan tersebut menjadi contoh bahwa kolaborasi antarlembaga dakwah merupakan kebutuhan untuk memperluas pelayanan dakwah kepada masyarakat.
“Amanah dakwah jauh lebih besar daripada potensi yang kita miliki. Di sinilah pentingnya sinergi dan kolaborasi, baik dengan sesama lembaga dakwah maupun masyarakat secara umum,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia merupakan darud dakwah, sehingga masih banyak masyarakat yang membutuhkan sentuhan dan penyampaian risalah Islam. Oleh sebab itu, seluruh elemen umat perlu bekerja sama agar dakwah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Beliau juga mengingatkan bahwa cita-cita Rasulullah ﷺ untuk menaklukkan Konstantinopel baru terwujud beberapa abad kemudian melalui Sultan Muhammad Al-Fatih. Hal itu menunjukkan bahwa dakwah merupakan perjuangan lintas generasi. Yang terpenting adalah setiap kader mengambil bagian sesuai perannya sehingga tercatat sebagai bagian dari perjuangan Islam.
Empat Kunci Membangun Sinergi
Dalam forum tersebut, KH. Naspi Arsyad menyampaikan empat prinsip agar sinergi dakwah dapat berjalan dengan baik.
Pertama, mau berbagi. Baik berbagi wilayah garapan, sumber daya, pengalaman, maupun jaringan. Dengan perencanaan yang baik, seluruh umat dapat terlayani secara lebih efektif dan efisien.
Beliau mengutip penjelasan Imam Ibnu Taimiyah bahwa pada hari kiamat, manusia di daerah terpencil akan ditanya apakah pernah didatangi oleh para dai dan apakah dakwah telah sampai kepada mereka. Karena itu, sinergi menjadi jalan agar dakwah benar-benar menjangkau seluruh masyarakat.
Kedua, membangun kolaborasi. Setiap lembaga memiliki kekuatan dan bidang garapan masing-masing. Ada yang fokus mengajak masyarakat ke masjid, ada yang memperkuat akidah, ada yang bergerak di bidang pendidikan maupun sosial. Seluruhnya saling melengkapi dalam satu tujuan besar dakwah.
“Keindahan sebuah tim terlihat ketika setiap orang menjalankan perannya masing-masing,” tuturnya.
Ketiga, berlapang dada. Dalam proses kerja bersama, perbedaan pendapat dan kesalahpahaman merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Karena itu dibutuhkan kelapangan hati, saling memahami, serta menghindari sikap mudah tersinggung.
“Jangan gampang tersinggung. Itu hanya akan melelahkan fisik dan pikiran,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah sebagaimana firman Allah SWT:
وَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْۗ لَوْاَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مَّآ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ بَيْنَهُمْۗ اِنَّهٗ عَزِيْزٌ حَكِيْ
“Dia (Allah) mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Seandainya engkau (Nabi Muhammad) menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya engkau tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. Al-Anfal: 63)
“Kualitas ibadah seseorang belum tentu otomatis menjadikan hatinya mudah menerima saudara-saudaranya. Persatuan hati harus terus diupayakan sebagai bagian dari ukhuwah Islamiyah,” imbuhnya.
Keempat, saling mendoakan sesama pejuang dakwah serta para pemimpin bangsa. Di tengah berbagai dinamika yang berkembang, kader Hidayatullah diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial, tetapi menjaga lisan dan memperbanyak doa.
Penguatan Kaderisasi
Selain menekankan pentingnya sinergi, Ketua Umum DPP Hidayatullah juga mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi penerus dakwah. Ia meminta agar kader biologis Hidayatullah yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi didata secara sistematis sebagai dasar pembinaan berkelanjutan.
Secara khusus kepada Mushida, beliau berharap pendataan kader keputrian dapat dilakukan secara lebih rapi dengan mencantumkan asal perguruan tinggi masing-masing, sehingga pembinaan memiliki penanggung jawab yang jelas di setiap kampus.
“Jangan sampai kita kufur nikmat. Kita memiliki banyak kader biologis yang harus dipastikan proses rekrutmen dan pembinaannya berjalan dengan baik,” pesannya.
Forum Sinergi ini diharapkan menjadi momentum memperkuat ukhuwah, memperluas kolaborasi antar lembaga, serta menyatukan langkah seluruh elemen Hidayatullah dalam menghadirkan dakwah yang lebih luas, efektif, dan memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan peradaban.
- person
- Penulis: Mujtahidah

Saat ini belum ada komentar