light_mode
light_mode

Peran Muslimat dalam Kepemimpinan Keluarga

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Sulastri*

BERBICARA tentang wanita sebagai individu dan sebagai istri. Kadangkala peran wanita sering mengalami tumpang tindih karena keduanya pada satu waktu bisa berjalan bersamaan.

Dan, kedua hal tersebut, seringkali tidak disadari oleh para wanita. Disinilah letak kehebatan wanita dimana kemampuan generik itu tak dimiliki oleh umumnya lelaki.

Maka disinilah dibutuhkan kedewasaan dan kemampuan kaum wanita -terlebih lagi laki-laki- untuk memahami kondisi tersebut. Sehingga, semua akan berjalan baik. Kemampuan mengkolaborasi peran-peran mulia kodrati tersebut merupakan tantangan wanita shalihah.
   
Sebagai individu, wanita memiliki tanggungjawab terhadap diri sendiri. Sebab, sejatinya, setiap individu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan mempertanggungjawabkan kepemimpinannya selama hidup di dunia.

Rasullullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan ditanya terhadap apa yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin dari keluarganya dan akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang orang yang dipimpinnya. Setiap kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya” (HR. Bukhori dan Muslim).
   
Sebagai individu, wanita juga memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu dalam rangka mengembangkan pengetahuan diri tentang apa saja, terlebih lagi ilmu agama (diniyah). Siapapun muslimat pasti mendabakan kehidupan yang bahagia dunia-akhirat dengan berpedoman pada syariat Islam.

Karena itulah, Allah dan Rasul-Nya memerintahkan tiap muslim dan muslimat untuk menuntut ilmu, seperti sabda Rasulullah yang artinya: “Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim dan muslimah“ (HR. Ibnu Majah).
   

Ketika seorang pria atau wanita telah tiba waktunya untuk menikah, maka mereka hendaknya sudah memiliki bekal untuk mengarungi lautan bahtera rumah tangga. Rasulullah pernah memberikan kriteria-kriteria wanita yang umumnya didambakan oleh kebanyakan pria yakni karena kecantikannya, keturunannya, kekayaannya, dan kebaikan agamanya.

Tetapi Rasulullah menegaskan: “Hendaklah engkau memilih wanita yang baik agamanya, niscaya engkau akan beruntung (HR. Bukhari dan Muslim).
     
Wanita memiliki hak yang sama dengan pria dalam beramal shaleh dan tidak ada perbedaan di hadapan Allah Ta’ala dalam hal tersebut. Karena masing-masing akan mendapatkan pahala sesuai dengan amalannya.

Hal tersebut sebagaimana diterangkan dalam firman Allah dalam surah An Nisa ayat 124 yang artinya:

“Dan barangsiapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak didholimi sedikit pun“.
     
Dalam firman Allah Ta’ala yang lain, juga menegaskan demikian. Seperti dinukil surah Al Ahzab ayat 35 yang artinya:

“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, perempuan dan laki-laki mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”.
     
Pentingnya Ilmu

Wanita mukmin yang berilmu dengan yang tidak berilmu tentu tidaklah sama. Maka demikian, wanita yang berilmu bila sudah menikah akan menjalani hidupnya dengan sadar bahwa dirinya telah menjadi istri dari suami yang telah menikahinya.

Pada saat wanita sudah menikah maka status diri sudah berubah menjadi istri dan oleh karena itu wanita sudah berkewajiban untuk berkhikmad kepada suami hanya karena Allah semata bukan manusia. Dalam firman Allah yang artinya:

“Dan diantara tanda-tanda (kebesaranNya) ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Rum: 21).
     
Dalam surah Qur’an yang lainnya Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. Dan, mereka (istri-istri) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (QS. An Nissa’: 21).

Betapa jelas firman Allah tersebut bahwa pernikahan merupakan ikatan yang kuat dalam rangka membentuk keluarga yaitu baik suami maupun istri yang tidak ada paksaan dalam mengikat janji suci antar keduanya. Susah-senang dijalani bersama tanpa menyalahkan satu sama lain.

Pernikahan terjadi karena sudah ada kesepakatan bersama untuk saling percaya. Di dalam proses perjalanan menjalani hidup berkeluarga, kadang tidak selalu seperti yang diharapkan. Oleh karenanya, dibutuhkan komitmen suami-istri agar satu sama lain tidak terlalu mudah menuntut pada pasangannya.

Harus disadari bahwa masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Begitu juga dengan hak dan kewajiban. Istri memiliki hak dan kewajiban terhadap suami begitu juga sebaliknya. Akan tetapi, bisakah bangunan keluarga dibangun di atas pondasi hak dan kewajiban semata? Tentu tidak.

Oleh karenanya, pasca mengikat janji suci, hubungan istri terhadap suami adalah lahir dan batin yang mesti terikat secara total. Dan, itu artinya, dalam suka dan duka, istri harus setia mendampingi suami dan juga sebaliknya. Demikianlah, karena tujuan hidup berkeluarga baik bagi suami maupun istri tidak sebatas mencari kebahagian atau kesenangan semata.
     
Rasulullah bersabda tentang istri yang shalihah dambaan para suami:

“Jika dilihat suami menyenangkan, jika diperintah suami dia taat, jika suaminya sedang pergi ia mampu menjaga harta dan kehormatan, dan tidak akan pernah memasukkan ke dalam rumahnya lelaki yang bukan mahramnya“ (HR. Abu Daud).
     
Dengan demikian, wanita diciptakan Allah dengan tujuan agar wanita mampu memberikan ketentraman kepada laki-laki. Manakala suami sedang dalam kondisi tidak tenang, resah, dan gelisah, maka istri harus mampu memberikan ketenangan, hiburan, dan siap menjadi tempat bagi suaminya untuk berkeluh-kesah mengungkapkan perasaannya.

Istri merupakan pelabuhan bagi suami. Disanalah tempat suami menyandarkan kapal sebagai tempat istirahat, menghilangkan segala kepenatan selepas berlayar dengan berbagai problem selama dalam pelayaran.

Istri merupakan partner bagi suami dalam mengarungi samudera kehidupan yang terbentang luas. Semakin ke tengah semakin besar pula gelombang yang menerjang. Oleh karenanya dibutuhkan kerja sama yang baik agar sampai tujuan dengan selamat. Karena sejatinya setiap muslim hidup mulia di dunia dan bahagia di akhirat. Insya Allah.
____________
SULASTRI, penulis adalah Ketua DPW Muslimat Hidayatullah Jawa Timur.



  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PW Mushida Sulut Siap Maksimalkan Peran Sebagai Daiyah

    PW Mushida Sulut Siap Maksimalkan Peran Sebagai Daiyah

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    PW Muslimat Hidayatullah Sulawesi Utara mengadakan Musyawarah Wilayah di Tasik Ria Resort Manado pada Sabtu, 13 Februari 2021/01 Rajab 1442 H. Acara tersebut dihadiri oleh Kepada TK/RA Yaa Bunayya, PW Mushida Sulawesi Utara, serta PD (Pengurus Daerah) Mushida se-Sulawesi Utara. Muswil Mushida Sulawesi Utara resmi dibuka oleh Ketua DPW Hidayatulah Sulawesi Utara, Samsul Arifin. S.Sos. […]

  • Muslimat Hidayatullah Papua Selenggarakan Daurah Marhalah Wustha

    Muslimat Hidayatullah Papua Selenggarakan Daurah Marhalah Wustha

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Timika, Mushida.org) Daurah Marhalah Wustha yang diselenggarakan di Timika pada 22-25 Juni 2022 ini dihadiri oleh 31 peserta dari Jayapura, Sentani, Keerom, Merauke, dan Timika. Daurah Marhalah Wustha merupakan salah satu bagian dari  program kaderisasi Hidayatullah, para peserta merupakan alumni Daurah Marhalah Ula dan telah melaksanakan Halaqoh Ula minimal selama satu tahun. Selain itu, sebelum […]

  • Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat Selenggarakan Training Parenting I

    Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat Selenggarakan Training Parenting I

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Sulawesi Barat, mushida.org) Visi Muslimat Hidayatullah yaitu Membangun Keluarga Qur’ani Menuju Peradaban Islam. Keluarga adalah institusi terkecil dalam membangun sebuah peradaban. Untuk itu peran seorang istri tidak dapat dianggap remeh. Istri atau ummahat profesional berdampingan dengan suami sebagai manager keluarga diharapkan mampu membangun keluarga berakhlak Qur’ani. Dalam mewujudkan visi tersebut, Mushida perlu memberikan tarbiyah untuk […]

  • PP Mushida Hadirkan Webinar Tentang Menjaga Sakralitas Pernikahan

    PP Mushida Hadirkan Webinar Tentang Menjaga Sakralitas Pernikahan

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (mushida.org), Allah SWT menciptakan manusia berpasang-pasangan dan memuliakannya melalui pernikahan yang sakral yang syariatnya diatur oleh Al-Quran dan sunnah. Agar ketenteraman dan kasih sayang lahir di antara keduanya. وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia […]

  • Mujahidah Bercahaya dari Nusa Tenggara Timur

    Mujahidah Bercahaya dari Nusa Tenggara Timur

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal dengan sebutan FLOBAMORA, Flobamora  merupakan gabungan dari nama-nama pulau utama di NTT: yakni pulau Flores, Sumba, Timor, dan Alor. Di bumi Flobamora yang penuh warna, tepatnya di pulau Timor di Desa Silu Kabupaten Timor Tengah Selatan lahirlah seorang mujahidah tangguh bernama Syamsiah Taneo — sosok yang dikenal bukan hanya karena kecerdasannya dalam ilmu agama, tetapi juga karena kelembutan hatinya dan keteguhan […]

  • Profil TK Yaa Bunayya Baubau

    • calendar_month Rabu, 25 Okt 2023
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Nama sekolah: TK Yaa Bunayya Baubau Alamat Sekolah: Jl. Pahlawan KM 5 Kel. Kadolokatapi, Kec. Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara VisiMewujudkan sekolah Islam yang bermutu unggul yang mampu melahirkan generasi yang bertaqwa, cerdas dan berahlaq mulia. MisiMenyelenggarakan pendidikan integral yang berlandaskan ajaran Islam secara terpadu dalam budaya yang religius didukung peran serta orang tua guna […]

expand_less