Dorong Transformasi Digital, Muslimat Hidayatullah Gelar Bimtek Sistahid Nasional

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — Bidang Kesekretariatan Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pendataan Hidayatullah (SISTAHID) secara daring, Ahad (25/10/2026), bertepatan dengan 14 Jumadil Awwal 1448 H.
Kegiatan yang diikuti oleh para sekretaris dan operator Pengurus Wilayah (PW) serta Pengurus Daerah (PD) Muslimat Hidayatullah se-Indonesia ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola administrasi organisasi melalui sistem pendataan berbasis digital yang terintegrasi, akurat, dan berkelanjutan.
Bimtek menghadirkan Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, Dr. Nanang Noer Patria, M.Pd., sebagai pemateri pengantar mengenai urgensi digitalisasi pendataan organisasi. Sementara itu, materi bimbingan teknis dan panduan penggunaan SISTAHID disampaikan oleh Tim SISTAHID Pusat, yakni Saiful Amri dan Syamil Ayyasi.
Digitalisasi Pendataan, Langkah Strategis Penguatan Organisasi
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal PP Muslimat Hidayatullah, Zahratun Nahdah, S.H.I., M.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan Bimtek SISTAHID merupakan salah satu program prioritas Bidang Kesekretariatan PP Muslimat Hidayatullah untuk mendukung dan memperkuat digitalisasi pendataan organisasi.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut organisasi untuk terus beradaptasi, termasuk dalam membangun sistem administrasi yang lebih efektif dan terukur.
“Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan atau sesuatu yang dapat kita tunda, melainkan sebuah keniscayaan bagi organisasi yang ingin terus berkembang, tertib dalam tata kelola, serta mampu bergerak secara efektif dan terukur,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan SISTAHID perlu dioptimalkan sebagai instrumen untuk membangun pendataan organisasi yang tertib, terstruktur, dan berkesinambungan.
Melalui kegiatan ini, PP Muslimat Hidayatullah mendorong peningkatan pemahaman dan kesadaran para sekretaris serta operator mengenai pentingnya digitalisasi pendataan. Pendataan tidak boleh hanya dipandang sebagai pekerjaan administratif, tetapi harus menjadi bagian dari upaya memperkuat profesionalitas dan kapasitas kelembagaan.
Selain peningkatan kompetensi teknis, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun keseragaman prosedur pendataan di seluruh tingkat kepengurusan, mulai dari daerah, wilayah, hingga pusat. Dengan sistem yang terintegrasi, data organisasi diharapkan dapat dihimpun, diperbarui, dan dikonsolidasikan secara lebih sistematis sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program.
Sekjen DPP Hidayatullah: Digitalisasi Bagian dari Arah Kebijakan Strategis Organisasi
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, Dr. Nanang Noer Patria, M.Pd., dalam pemaparan materinya menegaskan bahwa digitalisasi pendataan merupakan salah satu amanah strategis organisasi yang harus mendapat perhatian serius.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan sistem pendataan berbasis digital menjadi bagian dari Arah Kebijakan Strategis (AKS) hasil Musyawarah Nasional (Munas) V Hidayatullah, khususnya dalam bidang kesekretariatan. Oleh karena itu, Muslimat Hidayatullah sebagai bagian dari organisasi Hidayatullah diharapkan mengambil peran aktif dalam mendukung implementasi kebijakan tersebut.
“Transformasi digital memiliki kedudukan penting dalam mendukung grand design Hidayatullah untuk membangun peradaban Islam di tengah perkembangan zaman. Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga menyangkut kemampuan organisasi dalam merespons perubahan, memperluas jangkauan dakwah, dan meningkatkan efektivitas pengelolaan kelembagaan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyoroti besarnya peluang dakwah Muslimat Hidayatullah di ruang digital. Mengutip hasil penelitian yang disampaikan dalam materinya, ia menyebutkan bahwa 79 persen muslimah secara nasional memanfaatkan platform digital.
Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa dunia digital merupakan medan dakwah yang sangat potensial sekaligus menghadirkan tantangan yang perlu direspons secara strategis oleh Muslimat Hidayatullah. Ia pun mendorong agar pemanfaatan teknologi digital tidak hanya menjadi program pendukung, tetapi semakin diarusutamakan dalam berbagai aktivitas organisasi.
Menuju Organisasi yang Adaptif dan Mandiri Secara Digital
Lebih lanjut, Nanang menekankan bahwa digitalisasi merupakan salah satu kunci untuk mewujudkan Hidayatullah sebagai organisasi yang agile atau lincah, adaptif, serta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Melalui sistem pendataan yang terintegrasi, berbagai informasi organisasi dapat dihimpun menjadi basis data yang memudahkan proses analisis, penyusunan kebijakan, dan pengambilan keputusan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
“Pengelolaan data yang baik juga menjadi bagian penting dalam mendukung visi Hidayatullah sebagai organisasi yang mandiri dan berpengaruh. Selain kemandirian sumber daya insani dan ekonomi, ia menekankan pentingnya membangun kemandirian digital sebagai kebutuhan strategis organisasi pada masa mendatang,” sebutnya.
Kemandirian digital tersebut mencakup kemampuan organisasi dalam mengelola, menguasai, dan menjaga keamanan data kelembagaan agar tidak mudah mengalami kebocoran maupun penyalahgunaan. Dengan demikian, pengembangan SISTAHID bukan semata-mata untuk memudahkan pekerjaan administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar membangun kedaulatan data organisasi serta memperkuat kualitas tata kelola kelembagaan.
Bekali Sekretaris dan Operator dengan Keterampilan Teknis SISTAHID
Setelah sesi penguatan wawasan mengenai urgensi digitalisasi, kegiatan dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis dan Panduan Penggunaan SISTAHID oleh Saiful Amri dan Syamil Ayyasi selaku Tim SISTAHID Pusat.
Sesi ini menjadi bagian inti kegiatan yang diarahkan untuk memperkuat pemahaman teknis para sekretaris dan operator dalam penggunaan sistem pendataan organisasi. Melalui bimbingan teknis tersebut, peserta mendapatkan panduan untuk memahami mekanisme penggunaan SISTAHID sebagai sarana pengelolaan dan pemutakhiran data organisasi secara digital.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun kesamaan pemahaman mengenai pentingnya ketepatan, kelengkapan, serta kesinambungan pembaruan data di seluruh tingkatan kepengurusan Muslimat Hidayatullah.
Dengan terselenggaranya Bimtek SISTAHID, PP Muslimat Hidayatullah berharap para sekretaris dan operator PW serta PD semakin siap menjalankan tanggung jawab pendataan secara profesional, tertib, dan berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Muslimat Hidayatullah dalam mendukung transformasi digital organisasi, memperkuat budaya kerja berbasis data, serta mewujudkan sistem administrasi kelembagaan yang semakin efektif, terintegrasi, dan akuntabel.
- person

Saat ini belum ada komentar