light_mode
light_mode

PP Muslimat Hidayatullah Menyatakan Keprihatinan Atas Karhutla, Desak Pemerintah Bertindak Tegas

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta — Pengurus Pusat (PP) Muslimat Hidayatullah menyampaikan keprihatinan mendalam atas meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, antara lain Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua.

Bencana ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan lingkungan dan kerugian ekonomi, tetapi juga mengancam kesehatan serta mengganggu aktivitas masyarakat. Perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang menghadapi kerentanan berlapis akibat paparan kabut asap dan dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkannya.

PP Muslimat Hidayatullah mendoakan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan perlindungan, kekuatan, ketabahan, dan kesehatan kepada masyarakat di wilayah terdampak. Doa dan apresiasi juga disampaikan kepada seluruh petugas pemadamkebakaran dan relawan yang terus berjuang menangani karhutla di lapangan.

PP Muslimat Hidayatullah berharap bencana karhutla dan kabut asap segera berakhir sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan memperoleh hak atas lingkungan yang bersih, sehat, dan layak.

Karhutla Berulang Harus Menjadi Alarm Serius

Di sisi lain, PP Muslimat Hidayatullah mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan keseriusan dalam menangani karhutla secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, pemadaman, pemulihan lingkungan, hingga penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Karhutla yang terus berulang menunjukkan perlunya evaluasi mendasar terhadap efektivitas kebijakan pencegahan dan penanggulangan bencana, termasuk pengawasan terhadap aktivitas usaha, tata kelola perizinan, serta perlindungan kawasan hutan dan lahan gambut.

Sementara itu, data pemantauan karhutla pada 2026 juga menunjukkan peningkatan luas area terdampak pada periode Januari hingga Juni. Berdasarkan angka yang dirujuk dari BNPB dan Kementerian Kehutanan, akumulasi luas karhutla periode Januari–Juli 2026 disebut mencapai 202.004,30 hektare. Angka itu dipastikan terus bertambah, mengingat kejadian karhutla masih berlangsung hingga saat ini, bahkan eskalasinya semakin meningkat di sejumlah wilayah.

Peningkatan kejadian dan luas area terbakar semestinya menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi harus disertai upaya pencegahan yang konsisten, pengawasan yang efektif, penegakan hukum yang adil, serta evaluasi kebijakan pembangunan yang berpotensi meningkatkan kerentanan lingkungan.

PP Muslimat Hidayatullah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, mendukung upaya pencegahan karhutla, serta membantu masyarakat yang terdampak sesuai kemampuan masing-masing.

Pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, dan seluruh pemangku kepentingan perlu membangun sinergi nyata agar penanganan karhutla tidak berhenti pada respons darurat, tetapi berlanjut pada pemulihan ekosistem dan pencegahan jangka panjang.

Menjaga Bumi adalah Amanah Kekhalifahan

PP Muslimat Hidayatullah menegaskan bahwa bencana karhutla ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola lingkungan secara lebih bertanggung jawab. Menjaga hutan, melindungi masyarakat, dan memastikan keberlanjutan kehidupanmerupakan amanah bersama yang tidak boleh diabaikan.

Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd., mengingatkan bahwa menjaga kelestarian bumi merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah sekaligus khalifah di muka bumi.

Dalam pernyataannya, ia menyitir firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. Al-Anbiya’ ayat 105:

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

“Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Aż-Żikr (LauhMahfuz), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 105).

“Ayat tersebut mengingatkan bahwa kesalehan tidak semestinya dipahami sebatas ketekunan dalam ibadah ritual, tetapi juga perlu tercermin dalam tanggung jawab menjaga kehidupan, mengelola sumber daya alam secara bijaksana, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, dalam perspektif tersebut, manusia dituntut untuk memakmurkan bumi, membangun peradaban berdasarkan petunjuk Allah, menjaga persatuan, serta menunaikan amanah pengelolaan sumber daya alam secara bertanggungjawab.

“Sebaliknya, pengelolaan sumber daya alam secara serampangan, tidak bertanggung jawab, dan mengabaikan kelestarian lingkungan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah selaku khalifah fil ardh yang bertanggung jawab dalam menjaga bumi. Karena itu, upaya mencegah karhutla bukan hanya persoalan teknis dan kebijakan publik, melainkan juga bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan,” pungkasnya.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Srikandi Pengukir Sejarah, Pencorak Peradaban Ummah

    Srikandi Pengukir Sejarah, Pencorak Peradaban Ummah

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Pepatah Arab mengatakan bahwa wanita adalah tiang dan pondasi negeri. Sebuah negeri akan menjadi baik jika wanitanya memiliki pribadi yang baik. Peran muslimah dan ummahat sangat berpengaruh dalam mengokohkan pilar keluarga. Berkaca dari hal tersebut, Wanita Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) menghadirkan webinar dengan tema, “Srikandi Pengukir Sejarah, Pencorak Peradaban Ummah.” Webinar yang mengundang empat tokoh […]

  • Mabit Muslimat Hidayatullah Kendari: Perkuat Ruhiyah, Pererat Ukhuwah

    Mabit Muslimat Hidayatullah Kendari: Perkuat Ruhiyah, Pererat Ukhuwah

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Kendari – Departemen Perkaderan PD Muslimat Hidayatullah Kendari melaksanakan kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa pada Jumat–Sabtu, 2–3 Oktober 2026, bertempat di Kampus Hidayatullah Putra Kendari. Kegiatan ini menjadi salah satu program Departemen Perkaderan dalam membangun kekuatan spiritual, mempererat ukhuwah, sekaligus meningkatkan kapasitas dan keterampilan para anggota Mushida. Mabit berlangsung rangkaian kegiatan yang dirancang tidak […]

  • Muslimah WAH!

    Muslimah WAH!

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2015
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    BELUM lama ini saya menemukan sebuah artikel di internet. Artikel tersebut mengulas tentang peran wanita dalam dunia kerja. Artikel yang berjudul “11 Alasan Sah Kenapa Cewek Perlu Bekerja, Bukan Cuma Jadi Ibu Rumah Tangga” cukup menggelitik. Setidaknya ada beberapa poin yang menurut saya menarik dicermati. Diantaranya disebutkan bahwa budaya kita masih kental dengan patriarki, yaitu […]

  • Ideasi Berbasis Design Thinking Leadership Training Talenta Muda Muslimat Hidayatullah

    Ideasi Berbasis Design Thinking Leadership Training Talenta Muda Muslimat Hidayatullah

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Ideasi adalah tahapan penting untuk menghasilkan dan mengembangkan ide-ide kreatif. Ideasi memanfaatkan pengetahuan, pengalaman, dan kreativitas kolektif individu di semua tingkatan organisasi. Melihat kondisi lingkungan buruk, dan banyaknya sampah di mana-mana. Untuk itu, harus ada solusi dalam menangani masalah tersebut. Salah satunya dengan cara menginstegrasikan aspek sosial dalam design thinking. Design thinking ialah […]

  • PP Mushida Hadiri Silatnas Ukhuwah Islamiyah MUI, Perkuat Semangat Persatuan dan Kemajuan Umat

    PP Mushida Hadiri Silatnas Ukhuwah Islamiyah MUI, Perkuat Semangat Persatuan dan Kemajuan Umat

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Jakarta — Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ukhuwah Islamiyah yang diselenggarakan Komisi Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 29–30 Juni 2026 di Aula Gedung BRIN, Jakarta. PP Mushida diwakili oleh Sekretaris Jenderal Zahratun Nahdhah, M.Pd., Ketua Bidang Organisasi Wulan Sari, A.Md., dan Ketua Bidang Keputrian Mutiah Najwati, M.Pd. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Kepala BRIN Prof. Dr. […]

  • Rakerwil Mushida Papua Tengah Dorong Kolaborasi Perluas Kiprah bagi Kemajuan Bangsa

    Rakerwil Mushida Papua Tengah Dorong Kolaborasi Perluas Kiprah bagi Kemajuan Bangsa

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    TIMIKA — Rapat Kerja Wilayah Muslimat Hidayatullah Papua Tengah memperkuat sinergi organisasi sekaligus mendorong optimalisasi jaringan kolaborasi guna memperluas kiprah bagi kemajuan bangsa dan umat. Ketua PW Muslimat Hidayatullah Papua Tengah, Nur Lailatul Jannah, mengatakan agenda yang berlangsung selama 2 hari yang dibuka di Horison Meeting Hall, Timika, Papua Tengah, pada Kamis (14/5/2026) itu menjadi […]

expand_less