light_mode
light_mode

Sejarah Menakjubkan Nabi Dzulkarnain dan Kaitannya dengan Tembok China

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Arviati Rohana*

MUKJIZAT adalah kehendak Allah Ta’ala yang diberikan kepada hamba yang dikehendaki-Nya. Salah satu diantara hamba Allah yang mendapatkan anugerah spesial untuk orang-orang shaleh tersebut adalah Nabi Dzulkarnain.

Namun, diantara kita masih banyak yang mungkin belum mengenal figur Dzulkarnain dengan berbagai keutamaannya sebagai manusia shaleh dan terkenal kecintaannya kepada Allah Ta’ala itu.

Berikut ini penulis mencoba menguraikan kembali sosok mulia ini yang kami kami kutip dari beberapa sumber dengan referensi (maraji’) utama yaitu buku “Ya’juj dan Ma’juj” terbitan Al Mahira yang ditulis oleh Hamzah abu zaid bin Hamdi.

Dinasti Zhov: Guang Zhov = Tseng zhow adalah salah satu sumber yang mengarah pada nama Nabi Dzulkarnain. Dzu: ذ و ا: : orang yang memiliki.

Qornain: قر نين berarti dua tanduk. Disebutkan bahwa maksud dua tanduk adalah dua kepang rambut yang berkorelasi dengan sejarah rambut orang Cina.

Nabi Dzulkarnain adalah nabi dan rasul yang diutus oleh Allah ke negeri Cina. Ia berasal dari Mesir anaknya Raja Amenhotep II alias Fir’aun orang yang memusuhi Nabi Musa.

Nabi Musa pernah hidup satu istana dengan Nabi Dzulkarnain ketika dia diambil anak oleh  Asiyah istri Fir’aun.

Bisa dikatakan bahwa Siti Asiyah mengenal Islam dari Nabi Dzulkarnain yang dalam Al Qur’an disebut dengan orang beriman yang membela Nabi Musa. Ketika dihadapkan dengan para penyihir istana, nabi Dzulkarnain pula yang menghadapi para penyihir.

Setelah raja Fir’aun meninggal tenggelam di Laut Merah, nabi Dzulkarnain menjadi raja penerus Fir’aun tetapi ia membawa Islam seperti nabi Musa sehingga para dukun dan penyihir berbondong-bondong menyerangnya.

Allah memerintahkan nabi Dzulkarnain atau Akhnotan pergi ke tempat terbit dan tenggelamnya matahari yaitu pulau Maladewa, sebuah pulau kecil di tengah lautan Samudra Pasifik dan pulau Kiribati, pulau kecil di tengah laut.

Lalu Allah perintahkan berdakwah ke negeri Cina tepatnya ke pulau Henan ibukotanya Guang Zhou/ Thengzhou. Disanalah ia bertemu dengan raja Cina Chang Man yang negerinya sedang diserang oleh Negara-negara Ya’jouj (Ma’juj) dan Ma’jouj (Ma’juj).

Apa itu Ya’jouj dan Ma’jouj. Ya berarti penghuni. Jouj berarti di wilayah asia. Ma diartikan sebagai  menjijikkan, dan jouj berarti penghuni manusia kuda yaitu orang-orang koboi Siberia yang sangat kejam dan suka minum darah sehingga disebut bangsa menjijikkan.

Raja Chang minta tolong kepada nabi Dzulkarnain untuk membuat tembok besar Cina (Great Wall) untuk menghalangi serangan bangsa Siberia, Monggol, Tajikistan, Urbekistan dll yang disebut sebagai Ya’jouj.

Sedangkan bangsa-bangsa Asia seperti Korea, Vietnam, Jepang, Rusia, German, Armenia disebut sebagai Ma’Jouj.

Jadi, satu-satunya bahasa Cina yang diangkat oleh Allah dalam  bahasa Al Qur’an di  surat Al Kahfi  adalah kata Ya’jouj dan Ma’jouj.

Nabi Muhammad SAW pernah ditanya para sahabat maksud dari surat Al Kahfi tentang keberadaan Ya’jouj dan Ma’jouj sebagai bangsa perusak. Beliau menjawab mereka adalah orang yang matanya sipit rambutnya tipis juga ada yang tebal wajahnya rata seperti permukaan palu.

Selain itu Rasulullah Muhammad juga menerangkan, sosoknya mereka kulitnya kuning agak kecoklatan. Juga diterangkan Nabi Dzulkarnain, pada saatnya nanti tembok Cina akan runtuh, meleleh dengan takdir Allah.

Apabila tembok Cina terlihat agak kekuningan dan seperti besi bukan batu, itu karena nabi Dzulkarnain membuat dengan campuran timah dan besi panas. Wallaahu A’lam Bishawab.*
________
*) ARVIATI ROHANA, penulis adalah anggota Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Kota Surabaya, Jawa Timur. Artikel ini telah dimuat sebelumnya di situs viral muslim masa kini www.pinopini.com

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Webinar Parenting PP Mushida Tunjukkan Kiat Sukses Mendidik Generasi Z

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Orang tua memiliki peran sebagai pendidik untuk menggali potensi, menanamkan akhlak, dan membangun linkungan belajar di rumah. Untuk itu diperlukan kiat bagi orang tua dalam mendidik anak agar mereka bisa menghadapi masa depan dengan menjadi versi terbaiknya sesuai fitrah yang diberikan Allah. Generasi Z atau sering disingkat menjadi Gen Z adalah mereka yang lahir pada tahun […]

  • Daurah Guru Quran Majelis Taklim Kota Parepare Metode MBA 8 Jam

    Daurah Guru Quran Majelis Taklim Kota Parepare Metode MBA 8 Jam

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah (Mushida) dan Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Parepare sinergi dalam menggelar Daurah Guru Qur’an Majelis Taklim Metode Mengajar Belajar Al-Qur’an Sistem 8 Jam bertempat di Masjid Terapung Bj. Habibie Kota Parepare, Sabtu, 7 Muharram 1446 H (13/07/2024). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan guru Qur’an perwakilan dari Majelis Taklim […]

  • Training Leadership Talenta Muda Muslimat Hidayatullah Tekankan Pentingnya Membangun Komunikasi Efektif

    Training Leadership Talenta Muda Muslimat Hidayatullah Tekankan Pentingnya Membangun Komunikasi Efektif

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Leadership Training Talenta Muda Muslimat Hidayatullah yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang, Jakarta, ini menghadirkan narasumber pegiat sosial, Yanti Lidiati, Ketua Yayasan PKBM An-Nur, dengan materi pentingnya komunikasi efektif dan networking, pada 17 November 2024/15 Jumadil Ula 1446 H. Sebagai informasi, PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) An-Nur Ibun, yang terletak di […]

  • Membangun Karakter Diri Muslimah dan Teladan Mulia Keluarga Ibrahim Alaihissalam

    Membangun Karakter Diri Muslimah dan Teladan Mulia Keluarga Ibrahim Alaihissalam

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Masih dalam rangkaian acara Persidangan Wanita Antarbangsa (Perwanis) 2016 yang berlangsung tanggal 26-27 April lalu di Malaysia lalu, Sekretaris Majelis Penasehat Muslimat Hidayatullah, Irawati Istadi, memaparkan pidatonya pada sidang plenary. Dalam pidatonya Irawati menegaskan bahwa menjadi ibu bagi muslimat adalah menjadi sebuah keutamaan, walaupun setelah itu seorang muslimat bisa memilih untuk juga menjadi guru, dokter, […]

  • Mushida Sultra Gelar Silaturrahim Daiyah, Teguhkan Gerakan Dakwah dan Tarbiyah

    Mushida Sultra Gelar Silaturrahim Daiyah, Teguhkan Gerakan Dakwah dan Tarbiyah

    • calendar_month Minggu, 28 Agt 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MUSHIDA.ORG – Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar acara musyawarah silaturrahim daiyah se-Sultra di digelar 3 hari di Kota Kendari, pada 26-28 Agustus 2016. Musyarawah ini diadakan dalam rangka memperkokoh ikatan ukhuwah antar kader dan pengurus serta mengevaluasi program program dakwah pasca Rakerwil Mushida Sultra. Musyawarah yang mengambil tema “Satu Tekad Sukses Tarbiyah […]

  • Mushida Blitar: Dalam Keluarga Sosok Ibu Adalah Manajer Handal

    Mushida Blitar: Dalam Keluarga Sosok Ibu Adalah Manajer Handal

    • calendar_month Senin, 6 Feb 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    BLITAR – Sebanyak puluhan ibu-ibu memadati Aula PG-RA Yaa Bunayya Srengat, Blitar dalam acara Daurah Marhalah Ula bertema “Mewujudkan Peradaban Islam Dengan Aktualisasi Manhaj dalam aktivitas Kehidupan” yang digelar oleh Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Timur. Pelatihan yang bekerjasama dengan Pengurus Daerah (PD) Mushida Blitar ini menghadirkan Ustadz Arifin selaku ketua Departemen Organisasi Dewan Pimpinan […]

expand_less