light_mode
light_mode

Mengantar Anak Kita Menuju Masa Aqil Baligh

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ilustrasi

Oleh Amalia Husnah Bahar*

PUNCAK kejayaan peradaban Islam  adalah ketika Rasulullah memimpin Islam di kota Madinah. Salah satu indikatornya adalah kesiapan para pemuda untuk mengambil tanggungjawab dalam membangun umat demi kejayaan Islam.

Kesiapan para pemuda ini untuk mengisi perannya di semua lini adalah karena keberhasilan mendidik menuju aqil baligh mereka. Tersebutlah sahabat-sahabat yang menjadi ujung tombak dalam pergerakan dakwah pada masa itu, seperti: Ali bin Abi Thalib, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, Anas bin Malik, Zubair bin Awwam, dan masih banyak sahabat muda lainnya.

Apa yang kita dapat lihat di zaman sekarang ini adalah bukti kelemahan para orangtua untuk mengantarkan anak-anak menuju aqil balighnya. Peran-peran yang ditawarkan oleh peradaban saat ini telah membutakan generasi kepada tujuan sebenarnya; yang berorientasi pada materi semata.

Manusia diukur dalam takaran harta. Siapa yang banyak hartanya maka ialah yang sukses, tanpa peduli apakah kehidupannya memberi manfaat bagi umat karena benarnya syari’ah yang dijalani. Andil para orangtua adalah memberikan toleransi yang besar terhadap tawaran ini.

Secara syariah ketika seorang anak mencapai aqil baligh, maka berlakulah sinnu taklif; yaitu masa-masa pembebanan syariah. Artinya, anak kita yang mencapai aqil baligh maka kewajiban syariahnya akan setara dengan kedua orangtuanya.

Baligh atau kedewasaan fisik biologis mesti sejalan dengan aqil atau kedewasaan psikologis, sosial, maupun syariah. Ketika itu, anak-anak kita akan setara kewajibannya dengan kedua orangtuanya dalam shalat, puasa, zakat, haji, jihad, nafkah dan kewajiban sosial lainnya. Mereka telah menjadi manusia dewasa, yang memikul semua beban kewajiban seorang manusia dewasa.

Lalu pertanyaanya, apakah anak-anak kita telah siap dengan kepahaman akan hukum-hukum ini sebelum mereka mencapai aqil baligh?. Kelemahan ilmu yang kita miliki adalah salah satu alasan, tapi bukan tidak ada solusi.

Yang pertama harus kita jadikan titik start dalam mengantarkannya adalah paham makna aqil baligh, lalu merencanakan bagaimana mereka diantarkan. Kemudian melepas mereka dengan percaya dan yakin akan melalui tahapan usia dewasanya dengan langkah yang benar.

Akan terjadi percepatan yang luar biasa dalam membangun peradaban ini, jika masalah ini tuntas dalam sebuah keluarga. Kemudian membangun jamaah dengan kepastian bahwa dari keluarga-keluarga ada jaminan kesiapan para pemuda mengemban misi peradaban.

Mendidik menjelang usia baligh berarti mendidik di usia tamyiz (7-12 tahun), usia ini adalah usia SD dan pra tamyiz (usia 0-6 tahun) usia PAUD.

Pada ujung tahapan tamyiz, anak-anak sudah harus dapat mulai terlatih menjalankan syari’at berdasarkan hukumnya. Misalnya hukum menutup aurat, pergaulan, thoharah, dan adab adab, termasuk kecenderungannya untuk mengambil bagian dari kerja-kerja sosial atau amal-amal jama’i. Sehingga ketika masuk usia balighnya hal hal tersebut sudah menjadi karakter dari mereka.

Bisa dibayangkan bahwa jika hal ini telah menjadi karakter maka betapa mudahnya mengatur mereka dan memberikan amanah yang besar dalam tanggungjawab keumatan.

Tahapan tamyiz mudah untuk dilakukan jika usia pra tamyiz, anak-anak juga sudah disiapkan menuju usia tamyiznya. Golden age, begitulah istilah yang diberikan pada usia pra tamyiz. Perkenalan dengan syariat dimulai di usia ini berupa adanya teladan atau uswah yang dicontohkan oleh orangtua atau para pendamping mereka seperti pengasuh, guru, teman, nenek atau lingkungan sosial lainnya dimana ia berada.

Alangkah indahnya jika dari lisan mereka kita sudah mendengar kalimat-kalimat thayyibah meluncur dengan lugas, tak ada kumpulan nama-nama binatang atau sumpah serapah lainnya. Apalagi jika mereka sudah dapat mengucapkan “Kata Allah, kita harus saling tolong-menolong” atau “Kata Rasulullah, makanlah dengan menggunakan tangan kananmu”. Sungguh, yang akan kita saksikan adalah anak- anak akan menjadi agen-agen penegakan syari’at.

Para guru PAUD dan SD juga menjadi penentu bagi kesiapan anak untuk menuju usia aqil baligh. Kompetensi ilmu para guru, harus terus dikuatkan terutama internalisasi terhadap nilai-nilai Islam kepada anak. Internalisasi akan menjadi sinkron apabila apa yang disampaikan bukan karena hanya misi menuntaskan materi pengajaran saja, tetapi lebih karena apa yang diajarkan sudah menjadi karakter guru yang bersangkutan.

Oleh karena itu, salah satu hal yang prinsip adalah memilihkan anak-anak kita tempat untuk tumbuh kembang yang aman, kukuh, terjamin, dan terkondisi baik (safe) dalam aqil dan balighnya, termasuk memilihkan sekolah yang tepat baginya.

Tugas ini boleh jadi “susah tapi bisa” bukan “bisa tapi susah”. Mari kita menguatkan niat dan membuat harapan ini menjadi kenyataan yang menyenangkan dengan penuh kesyukuran, yang akan kita dapatkan di yaumil haq nanti. Seperti digambarkan pada hadits Nabi SAW dinukil dari kitab Nuzhah al-Majalis wa Muntakhib an-Nafais ash-Shufuri dikeluarkan oleh Abu Na’im dari jalan ath-Thabrani, berikut :

Dari Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari kiamat kelak diserulah anak-anak kaum Muslim, ‘Keluarlah kalian dari kubur kalian’.  Merekapun keluar dari kuburnya.  Lalu, mereka diseru, ‘Masuklah ke dalam syurga bersama-sama’. Seraya mereka berkata: ‘Duhai, Tuhan kami, apakah orang tua kami turut bersama kami?’. Hingga pertanyaan keempat kalinya menjawablah Dia, ‘Kedua orang tua kalian bersama kalian’.  

(Lalu) berloncatanlah setiap anak menuju ayah ibunya, memeluk dan menggandeng mereka, mereka memasukkan orang tuanya kedalam sorga. Mereka lebih mengenal ayah dan ibu mereka pada hari itu melebihi pengenalan kalian terhadap anak-anak kalian di rumah kalian.”. *  

________
AMALIA HUSNAH BAHAR, penulis adalah Sekjen PP Muslimat Hidayatullah (Mushida) dan kini diamanahi sebagai tim pakar di Departemen Pendidikan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok (DP2HD).

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PP Mushida Lakukan Audiensi Bersama Pegadaian Syariah Pusat

    PP Mushida Lakukan Audiensi Bersama Pegadaian Syariah Pusat

    • calendar_month Kamis, 26 Okt 2023
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Panitia Silaturahmi Nasional Hidayatullah bersama PP Muslimat Hidayatullah melakukan audiensi dan silaturahmi sebagai upaya penjajakan kerja sama dengan Pegadaian Syariah Pusat pada Rabu, 25 Oktober 2023 di Kantor Pegadaian Syariah Pusat, Jl. Salemba Raya, Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk memberikan edukasi dan literasi keuangan keluarga bagi muslimah. Literasi keuangan syariah merupakan hal penting […]

  • Pengurus Wilayah Mushida Sulawesi Tenggara Gelar Rapat Rutin Bulanan, Perkuat Koordinasi dan Evaluasi Program

    Pengurus Wilayah Mushida Sulawesi Tenggara Gelar Rapat Rutin Bulanan, Perkuat Koordinasi dan Evaluasi Program

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Rosida Muthmainnah
    • 0Komentar

    Kendari – Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Sulawesi Tenggara melaksanakan rapat rutin bulanan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi, konsolidasi dan evaluasi pelaksanaan program kerja organisasi. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Ahad, 11 Shafar 1448 H/26 Juli 2026 melalui Zoom Meeting ini dihadiri oleh jajaran pengurus wilayah Mushida Sulawesi Tenggara. Rapat ini dilaksanakan dalam rangka menjaga […]

  • PP Muslimat Hidayatullah Luncurkan Mushida Centre, Majelis Qur’an Lansia, dan Sekolah Lansia

    PP Muslimat Hidayatullah Luncurkan Mushida Centre, Majelis Qur’an Lansia, dan Sekolah Lansia

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Jakarta — Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) resmi meluncurkan Mushida Centre, Majelis Qur’an Lansia, dan Sekolah Lansia pada Sabtu, 25 Juli 2026/10 Safar 1448 H, di Gedung Dakwah DPP Hidayatullah, Cipinang, Jakarta Timur. Kegiatan dengan tema “Bahagia Bersama Al-Qur’an di Usia Senja,” ini dilaksanakan secara hybrid, dengan dihadiri 120 orang dan 95 partisipan Zoom di 37 provinsi di seluruh […]

  • Mushida Gunung Tembak Dapat Suntikan Spirit dari Abah Zain

    Mushida Gunung Tembak Dapat Suntikan Spirit dari Abah Zain

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2019
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Alhamdulillah, Muslimat Hidayatulllah Kawasan Khusus Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, kembali mendapatkan suntikan spirit dari Ust Zainuddin Musaddad atau karib dengan sapaan Abah Zain. Kehadiran Abah Zain yang juga Ketua Departemen Adab dan Pembinaan Keluarga DPP Hidayatullah ini sekaligus narasumber tunggal dalam acara Upgrading Guru PAUD, TK dan TPA yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Muslimat […]

  • Muslimat Hidayatullah Serahkan Donasi Rp. 75.865.000 untuk Suriah

    Muslimat Hidayatullah Serahkan Donasi Rp. 75.865.000 untuk Suriah

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Muslimat Hidayatullah melalui Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menyerahkan bantuan donasi sebesar Rp. 75.865.000 yang dihimpun melalui jaringan Mushida secara nasional. Donasi tersebut diserahkan pada hari Selasa (23/08/2016) kepada Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) di kantor sekretariat PP Mushida Jln Cipinang Cempedak I/14 Jakarta Timur. Amanat donasi tersebut selanjutnya disampaikan […]

  • Rapat Kerja Nasional Mushida Resmi Dibuka

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat Hidayatullah merupakan forum strategis yang memiliki peran penting dalam perjalanan organisasi. Melalui Rakernas, dilakukan proses sinkronisasi program antara Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, serta unit-unit pendidikan seperti PAUD Kampus Induk dan Kampus Utama, sehingga tercipta kesinambungan dan keselarasan gerak organisasi secara nasional. Rakernas Muslimat Hidayatullah resmi dibuka pada 6 April 2026 […]

expand_less