Khotmil Qur`an Nasional Diharapkan Dapat Menyatukan Hati dan Langkah Muslimat Hidayatullah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, mushida.org – Sebagai bagian dari gerakan dakwah perempuan yang berkhidmat untuk membangun peradaban mulia, Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah berkomitmen mengokohkan peran AlQur’an dalam kehidupan umat. Menyambut momentum Musyawarah Nasional (Munas), Muslimat Hidayatullah menggelar Khotmil Al-Qur’an Nasional dengan mengusung tema, “Menguatkan Jiwa Menuju Indonesia Emas dengan Al-Qur’an.”
Kegiatan ini dilaksanakan pada 1 November 2025/10 Jumadil Awaal 1447 H, secara hybrid di Aula DPP Hidayatullah, Jakarta. Gebyar rangkaian Munas ini diikuti oleh 50 peserta offline dan ratusan peserta online di beberapa titik yang mengadakan nobar (nonton bersama) di seluruh wilayah Indonesia.
Ketua Bidang Pelayanan Umat PP Mushida, Ustadzah Neny Setiawaty, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Khotmil Qur’an merupakan rangkaian gebyar Munas Muslimat Hidayatullah.
“Kegiatan ini sebagai penguat dari visi Muslimat Hidayatullah yakni membangun keluarga Qur’ani menuju peradaban Islam,” ucapnya.
Ketua Umum PP Mushida, Ustadzah Hani Akbar menyebutkan bahwa selain membaca, kita juga harus mentadaburi dan merenungi isi Al-Qur’an.
“Mengukur tingkat keemasan sebuah peradaban atau generasi dalam Islam tidak dilihat dari kegemilangan duniawi saja. Tetapi tolak ukur dari generasi adalah stabilitas masyarakat dari aspek keimanannya,” jelas Ustadz M. Yusril Ramadhan Alzamy dalam tausyiah yang dibawakan.
Peradaban terbaik dalam sejarah Islam adalah pada zaman Nabi. Untuk itu, menurutnya, Indonesia emas bisa dicapai jika kita meneladani generasi Nabi dalam tilawah Al-Qur’an.
Allah berfirman,
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
“”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
“Dengan membaca Al-Qur’an, hati kita menjadi tentram, dapat menumbuhkan kekhusyukan dan rasa takut kepada Allah, juga akan bertambahnya keimanan seorang hamba,” urainya.
Khatmil Qur’an Nasional ini bukan sekadar seremonial, namun merupakan ikhtiar spiritual kolektif untuk mengokohkan ruh jihad, menyatukan hati dan langkah seluruh kader serta simpatisan Muslimat Hidayatullah dari berbagai penjuru negeri dalam semangat kebersamaan yang dilandasi kecintaan kepada Al-Qur’an.
Dengan semangat rahmatan lil ‘alamin, Khotmil Al-Qur’an Nasional ini diharapkan menjadi suluh penerang bagi jiwa-jiwa yang merindukan perubahan, serta menjadi wasilah turunnya keberkahan Allah bagi perjuangan Muslimat Hidayatullah dalam menyongsong masa depan Indonesia yang lebih bermartabat, berkeadaban, dan berlandaskan nilai-nilai Ilahiyah.
- person


Saat ini belum ada komentar