Musyawarah Wilayah Muslimat Hidayatullah Lampung Meneguhkan Ketaatan dan Pengabdian

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
(Bandar Lampung, mushida.org) — Musyawarah Wilayah (Muswil) Muslimat Hidayatullah Provinsi Lampung digelar pada Kamis, 2 Januari 2026/13 Rajab 1447 H di Pondok Pesantren Hidayatullah Bandar Lampung.
Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus penetapan kepemimpinan baru Muslimat Hidayatullah Lampung.
Muswil dibuka dengan sambutan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Lampung, Ustadz Nur Yahya Asa. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kepengurusan yang mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat sebagai wujud cinta dan pengabdian.
“Makna cinta dibuktikan dengan banyak memberi. Memberi mungkin terasa sedikit, namun menerima terasa banyak. Berilah apa pun yang kita miliki kepada orang yang kita cintai,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas hanya dapat diwujudkan oleh orang-orang yang tidak menjadikan harta kekayaan sebagai orientasi hidup.
Muswil Mushida Lampung dihadiri oleh Ustadzah Rahmah El-Halimiyah (Bendahara Umum PP Mushida), Sudaryani (Ketua Bidang Pelayanan Umat PP Mushida), dan Ina Sriwahyuni (Ketua Departemen Ekonomi PP Mushida)
Dalam sidang Muswil tersebut, ditetapkan Ustadzah Nur Kholisoh sebagai Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Hidayatullah Lampung untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Rangkaian Muswil ditutup dengan penguatan oleh Ketua Bidang Pelayanan Umat Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah, Ustadzah Sudaryani. Dalam tausiahnya, ia menegaskan pentingnya menjaga jati diri Hidayatullah sebagai gerakan dakwah yang berlandaskan ketaatan, kebersamaan, dan konsistensi amal.
“Jati diri Hidayatullah tidak boleh lepas dari ketaatan kepada pimpinan. Di situlah keberkahan perjuangan. Jika struktur dan arah kepemimpinan dijaga, maka dakwah akan tumbuh dengan kuat dan terarah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan organisasi Muslimat Hidayatullah terletak pada kesungguhan menjalankan Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH), halaqah, serta dakwah fardiyyah sebagai amal-amal yang membentuk keistiqamahan kader.
“Jangan meremehkan halaqah dan dakwah fardiyyah. Dari sanalah lahir kekuatan ruhiyah dan kepekaan sosial. Muslimat harus hadir dengan keteladanan, bukan hanya dengan program,” tambahnya.
Melalui Muswil ini, diharapkan Muslimat Hidayatullah Lampung semakin kokoh dalam menjaga nilai-nilai perjuangan, memperluas peran pelayanan umat, serta berkontribusi aktif dalam membangun masyarakat menuju peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
- person


Saat ini belum ada komentar