Muswil Mushida Jakarta Menjadi Evaluasi Perjalanan Organisasi

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
(Jakarta, Mushida.org) Musyawarah Wilayah Muslimat Hidayatullah Jakarta dibuka di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, pada Sabtu, 6 Sya’ban 1447 H (24/01/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan, kader, serta mitra strategis dari berbagai lembaga. Agenda utama musyawarah mencakup laporan pertanggungjawaban kepengurusan serta penyusunan program kerja berkelanjutan yang disesuaikan dengan dinamika masyarakat ibu kota.
Ketua PW Muslimat Hidayatullah Jakarta, Afifah Hanafi, mengatakan Muswil PW Mushida Jakarta menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah gerak dakwah lima tahun mendatang.
Ia menegaskan bahwa Muswil tidak dimaknai sebagai kegiatan rutin tahunan semata. Ia menyampaikan bahwa forum ini merupakan momentum refleksi kolektif untuk menilai capaian dakwah lima tahun sebelumnya dan menyiapkan langkah strategis ke depan.
“Muswil ini adalah momentum penting untuk merefleksikan kerja-kerja lima tahun ke belakang sekaligus memproteksi langkah lima tahun ke depan agar tetap relevan menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Dalam paparannya, Afifah menekankan bahwa energi regenerasi menjadi faktor kunci bagi keberlanjutan dakwah Muslimat Hidayatullah. Regenerasi dipahami bukan sekadar pergantian struktur kepengurusan, melainkan proses melahirkan gagasan, visi, dan langkah strategis yang berorientasi pada masa depan peradaban.
Menurutnya, kesiapan kader dalam merespons perubahan sosial di Jakarta sebagai kota metropolitan menjadi bagian penting dari proses tersebut. Regenerasi diarahkan untuk menjaga kesinambungan nilai perjuangan sekaligus memastikan organisasi tetap adaptif dalam konteks masyarakat urban Indonesia.
Rangkaian Muswil PW Mushida Jakarta disertai dengan Seminar Ketahanan Keluarga sebagai yang dilaksanakan sehari sebelum pembukaan Muswil sebagai bentuk implementasi program dakwah.
“Ketahanan keluarga bukan sekadar slogan, tetapi panggilan mulia bagi muslimah dalam menjaga peradaban. Ketika keluarga kokoh, maka Jakarta pun akan kokoh,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jakarta, Suhardi, S.Th.I., M.Pd., dalam arahannya membuka acara ini menekankan urgensi kolaborasi antarelemen organisasi. Ia menyampaikan bahwa sinergi antarstruktur dan organisasi pendukung menjadi prasyarat agar dakwah dapat memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Organisasi pendukung adalah perpanjangan tangan induknya. Ia memberi warna, energi, sekaligus menjadi penyumbang terbesar bagi keberlanjutan dan masa depan dakwah,” ujar Suhardi. Menurutnya, kerja kolektif yang terbangun secara sistematis akan memperkuat peran Hidayatullah dalam kehidupan sosial warga Jakarta.
Musyawarah Wilayah VI PW Muslimat Hidayatullah diharapankan menghasilkan keputusan dan rekomendasi strategis yang memperkuat peran muslimah sebagai penggerak dakwah, penjaga ketahanan keluarga, serta pilar penting dalam pembangunan peradaban di ibu kota, sejalan dengan nilai keislaman dan keindonesiaan yang menjadi fondasi gerakan.*/hidayatullah.or.id
- person


Saat ini belum ada komentar