Rakerwil Muslimat Hidayatullah Gorontalo Gaungkan Kemandirian Organisasi

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
(Gorontalo, mushida.org) – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah (Mushida) Gorontalo resmi digelar pada 2–3 Mei 2026, 14-15 Dzulqo’dah 1447 H di SKB Sanggar Kegiatan Belajar Kota Gorontalo, dengan mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh.”
Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi Muslimat Hidayatullah Gorontalo untuk memperkuat pondasi perjuangan organisasi, meneguhkan arah gerak, serta merumuskan program-program yang lebih berdampak bagi umat, keluarga, dan peradaban.
Ketua Majelis Murabbiyah Wilayah Muslimat Hidayatullah Gorontalo, Ustadzah Dra. Jumeriah, dalam amanatnya menegaskan bahwa Mushida harus hadir sebagai organisasi yang benar-benar memberikan pengaruh nyata melalui manfaat yang dirasakan masyarakat luas.
“Mushida harus menjadi organisasi yang berpengaruh dan berdampak nyata bagi umat. Jangan sampai kita sudah bertahun-tahun hadir tetapi manfaatnya masih kurang dirasakan oleh orang lain. Mushida harus selalu menebar manfaat. Karena bermanfaat sama dengan berpengaruh,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Gorontalo, Ustadzah Halijah, S.Pd., menekankan bahwa tema Rakerwil tahun ini merupakan kompas perjuangan agar seluruh gerak organisasi senantiasa berpijak pada identitas dan nilai dasar Muslimat Hidayatullah.
“Tema Rakerwil kali ini, yakni Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh adalah arahan dan pengingat agar Mushida tidak pernah terlepas dari jati diri dalam setiap perlangkahannya, dalam apapun yang dikerjakannya,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal PP Muslimat Hidayatullah, Ustadzah Zahratun Nahdah, S.H.I., M.Pd., mewakili Ketua Umum PP Mushida menyampaikan bahwa penguatan jati diri merupakan fondasi utama dalam menjaga arah perjuangan organisasi agar tetap selaras dengan visi nubuwwah.
“Hidayatullah sebagai gerakan tarbiyah dan dakwah memiliki akar historis yang kuat dalam membangun masyarakat berlandaskan nilai-nilai Qur’ani dan sunnah. Dalam konteks perkembangan organisasi, konsolidasi jati diri menjadi fondasi penting untuk memastikan arah perjuangan tetap selaras dengan visi nubuwwah,” urainya.
“Transformasi menuju Muslimat Hidayatullah yang mandiri dan berpengaruh merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman, khususnya dalam implementasi tata kelola pada organisasi Muslimat Hidayatullah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsolidasi dan transformasi organisasi membutuhkan strategi yang terarah, meliputi penguatan pendidikan dan tarbiyah, pemberdayaan ekonomi muslimat, advokasi sosial dan politik, serta pengembangan jaringan dan kolaborasi.
“Pemahaman terhadap jati diri Hidayatullah diharapkan akan memberikan semangat dan bekal untuk menjalankan tata kelola organisasi Muslimat Hidayatullah yang lebih baik,” tambahnya.
Rakerwil Sebagai Momen Penguatan Jati Diri
Rakerwil ini secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Gorontalo, Ustadz Safruddin, S.Sos. Dalam amanat pembukaannya, ia menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum untuk menguatkan kembali identitas perjuangan Muslimat Hidayatullah.
“Rakerwil ini merupakan momentum untuk kembali menguatkan jati diri kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Mushida memiliki peran besar dalam melahirkan kader-kader peradaban dari lingkup keluarga.
“Mushida ini bukanlah organisasi yang biasa-biasa saja, atau omon-omon saja. Tetapi dari rahim Mushida lahir kader-kader peradaban, generasi penerus perjuangan,” tegasnya.
Menurutnya, transformasi Muslimat harus dimulai dari unit terkecil, yakni diri pribadi dan keluarga, sehingga penguatan keluarga menjadi prioritas utama dalam program kerja organisasi.
“Harapannya, konsolidasi jati diri dan transformasi muslimat dimulai dari diri sendiri, dari rumah masing-masing. Oleh karena itu, penguatan keluarga harus menjadi fokus program. Mushida harus membuat program-program yang berdampak, khususnya bagaimana agar keluarga-keluarga di Gorontalo bisa melahirkan pemimpin-pemimpin di masa depan,” pungkasnya.
Melalui Rakerwil ini, Muslimat Hidayatullah Gorontalo diharapkan semakin solid dalam meneguhkan jati diri, memperkuat tata kelola organisasi, serta menghadirkan program-program strategis yang tidak hanya membesarkan organisasi, tetapi juga melahirkan keluarga-keluarga pembangun peradaban dan pemimpin masa depan.*/Zahratun Nahdhah
- person


Saat ini belum ada komentar