Rakerwil Mushida Banten Ingatkan Amanah sebagai Momentum Dekatkan Diri pada Allah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
(Serang, mushida.org) – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Banten digelar pada Ahad, 3 Mei 2026/15 Dzulqa’dah 1447 H di Salsabila Tahfidz Boarding School, Serang, Banten.
Ketua PW Muslimat Hidayatullah Banten, Ustadzah Maratus Sa’adah, dalam sambutannya menekankan bahwa amanah merupakan sesuatu yang tidak diminta, tetapi diberikan oleh Allah SWT dan harus diterima dengan penuh kesadaran sebagai hamba.
“Amanah tidak diminta, tapi diberi. Bersamaan dengan diterimanya amanah, harus disertai kesadaran bahwa manusia memiliki kekurangan dan senantiasa bergantung serta memohon pertolongan kepada Allah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menumbuhkan rasa syukur atas amanah yang diberikan, karena hal itu merupakan bentuk kepercayaan dari Allah SWT.
“Jika kita diberi amanah, berarti kita dipercaya. Tentu ada aib-aib kita yang Allah tutup sehingga kita layak menerima kepercayaan tersebut,” lanjutnya.
Menurutnya, amanah juga harus menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan menghadirkan-Nya dalam setiap aktivitas. Selain itu, menjaga hati menjadi hal penting dalam menjalankan amanah organisasi.
“Kita bergerak dengan melibatkan banyak hati dan pikiran. Karena itu dibutuhkan kelapangan hati untuk saling memaafkan dan mengikhlaskan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Sosial dan Kesehatan PP Muslimat Hidayatullah, Ustadzah Saidah Abdullah Said, menegaskan bahwa penguatan jati diri merupakan fondasi utama dalam menjaga arah perjuangan organisasi.
“Hidayatullah sebagai gerakan tarbiyah dan dakwah memiliki akar historis yang kuat dalam membangun masyarakat berlandaskan nilai-nilai Qur’ani dan sunnah. Dalam konteks perkembangan organisasi, konsolidasi jati diri menjadi fondasi penting untuk memastikan arah perjuangan tetap selaras dengan visi nubuwwah,” jelasnya.
Kegiatan yang mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh,” dihadiri oleh Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah, di antaranya Ketua Bidang Organisasi, Ustadzah Wulan Sari, Ketua Bidang Dakwah & Pelayanan Umat, Ustadzah Sudaryani, Ketua Departemen Ekonomi, Ustadzah Ina Sriwahyuni, dan Ketua Departemen Sosial & Kesehatan, Ustadzah Saidah Abdullah Said.
Pentingnya Internalisasi Jati Diri
Ketua DPW Hidayatullah Banten, Ustadz Dadan Abdul Fatah, turut menekankan pentingnya internalisasi nilai jati diri dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga.
“Muatan jati diri harus menjadi diskusi harian di rumah dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak, sehingga menjadi karakter baik bagi pribadi, keluarga, maupun jamaah,” ungkapnya.
Ia juga berharap Mushida Banten dapat tampil lebih dinamis dengan program-program yang terimplementasi secara menyeluruh serta didukung sinergi yang kuat dengan DPW.
“Induk dalam hal ini DPW mendukung penuh peran strategis Mushida melalui kolaborasi dan sinergi yang harmonis dan terbuka,” tambahnya.
Rapat Kerja Wilayah merupakan manifestasi ketaatan dalam sistem kepemimpinan imamah jama’ah. Setiap keputusan dan kebijakan yang dihasilkan merupakan implementasi dari hasil musyawarah yang berjenjang, mulai dari Rakernas, Rakerwil, hingga Rakerda.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” (QS Ali Imran: 159).
- person


Saat ini belum ada komentar